Showing posts with label iman. Show all posts
Showing posts with label iman. Show all posts

ORANG BERIMAN


>alif laam miim* Kitab (al qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi yang bertaqwa* (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghoib, yang mendirikan sholat, dan yang menafkakan sebagian rizqi yang Kami anugrahkan kepada mereka* dan mereka yang beriman kepada kitab (al qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin adanya (kehidupan) akhirat* mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung

>Hai orang-orang beriman, jadikanlah sabar an sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar*dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya* dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berkanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar* (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa mushibah, mereka mengucapkan "innaa lillaahi wa innaa ilahi raaji'uun* mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk

>Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman . Padahal orang-orang yang bertaqwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rizqi kepada orang-orang yang dikehendakiNya tanpa batas

>Rosul telah beriman kepada Al qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rosul-rosulNya, dan mereka mengatakan " Kami dengar dan kami ta'at" (mereka berdoa) "ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali"* Allah tidak membebani seseorang melaikan sesuai dengan kesanggupannya, ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatannya) yang dikerjakannya. (mereka berdoa) " ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebenkan kepada kami beban yang berat sebagaiman Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami, Engkau penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir" (al baqoroh)

>Allah menyatakan bahwasana tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melaikan Dia yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu) Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang maha perkasa lagi maha bijaksana* sesungguhnya agama (yang diridloi) disisi Allah hanyalah Islam, tiada berselisih orang-orang yang telah diberi al kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) diantara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisabNya* kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam) maka katakanlah "aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku" dan katakanlah kepada orang-orang yang diberi al kitab dan kepada orang-orang yang ummi "apakah kamu (mau) masuk islam" Jika mereka masuk islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah) dan Allah maha melihat akan hamba-hambaNya

>katakanlah "jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu" Allah maha pengampun lagi maha penyayang* katakanlah "taatilah Allah dan rosulNya, jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir"

>Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepadaNya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melaiknkan dalam keadan beragama isalam,* dan berpegang teguhlah kamu kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kum dahulu (masa jahiliyah) bermusuhmusuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadikan kamu karena ni'mat Allah orang-orang yang bersaudara, dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya, Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk

>Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah sekiranya ahlikitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik* mereka sekali-kali tidak akan apat membuat mudhorot kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah), kemudian mereka tidak mendapat pertolongan

>dan taatilah Allah dan rosul, supaya kamu diberi rahmat*. dan bersegerahlah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa* (yaitu) orang-orang yang menafkakan (hartanya), baik diwaktu lapang atau sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan* dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau aniyaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui* mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya, dan itulah sebaik-baik pahal;a orang-orang yang beramal* sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnha-sunnah Allah, karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rosul-rosul)* Al qur'an ini adalah penerang bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa* janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (ali imron)

>hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi yang adil, janaganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karen adil itu lebih dekat dengan taqwa. dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.* Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.* Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah penghuni neraka.* Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan ni'mat Allah (yang diberikanNya) kepadamu, di waktu suatu kaum hendak menggerakkkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka ari kamu. Dan bertaqwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mu'min itu harus bertawakkal. (al maidah)

>ailf laam miim shood* Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengankitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman* ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainNya, amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya)

>Jadilah engkau pemah dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpaling daripada orang-orang yang bodoh* dan jika ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah, senungguhnya Allah maha mendengar lagi maha mengetahui* Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya* dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalammenyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (meneyesatkan). (al a'raaf)

>Sesungguhnya orang-orang yangberiman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, adan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenya) dan kepada Tuhannya lah mereka bertawakkal,* (yaitu) orang-orang yang mendirikan sholat dan yang menafkakan sebagian dari rizqi yang Kami berikan keada mereka* itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinbggian disisi TuhanNya dan ampunan serta rizqi (ni'mat) yang mulia

>hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur)* Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya

>dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah, sesungguhnya Dialah yang maha mendengar lagi maha menegetahui* dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka cukuplah Allah (menjadi penolongmu) Dialah yang memperkuatmu dengan pertolonganNya dan dengan para mu'min

>Hai nabi, kobarkanlah semangat paramu'min itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan duaratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) diantaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. (al anfaal)

>Dan orang-orang ang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (menegerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zaka, dan mereka taat kepada Allah dan rosulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha bijaksana. (at taubah)

>serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik, sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya dab dialahyang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk* dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan si8ksaan yang ditimpakan kepadamu, akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang bersabar. (an nahl)

>dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya ata kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia* dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah "wahai Tuhanku, kasihinilah mereka duanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku sewaktu kecil"* Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu, jika kamu orang-orang yang baik, mmaka sesungguhnya Dia maha pengampun bagi kamu orang-orang yang bertaubat* dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros* sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya* dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucaan yang pantas* dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu menguurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal* sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rizqi kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya, sesungguhnya Dia maha mengetahui lagi maha melihat akan hamba-hambaNya* dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan, Kamilah yang akan memberi rizqi kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar* dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk* dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan suatu (alasan) yang benar dan barang siapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh, sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan* dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfa'at) sampai ia dewasa dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggung jawabannya* dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar, itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya* dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya* dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguh ya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. (al israa')

>maka bersabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang* dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal* dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjkannya. Kami tidak meminta rizqi kepadamu, Kamilah yang memberi rizqi kepadamu, dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa. (thaahaa)

>Sesungguhnya Allah membela kamu orang-orang yang telah beriman, sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari ni'mat* telah diizinkan (berperang) bagi kamu orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiyaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar maha kuasa menolong mereka itu* (yaitu) kamu orang-orang yang telah diusir dari kampug halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata "Tuhan kami hanyalah Allah" dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah oarang yahudi dan masjid-masjid yang didalanya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya, sesungguhnya Allah benar-benar maha kuat lagi maha perkasa.* (yaitu) kamu orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar dan kepada Allahlah kembali segala urusan. (al hajj)

>Sesungguhnya beruntunglah kamu orang-orang yang beriman* (yaitu) kamu orang-orang yang khusuk dalam shalatnya* dan kamu orang-orang yang menjauhkan diri (dari perbuata dan perkataan) yang tiada berguna* dan kamu orang-orang yang menunaikan zakat* dan orang-orang yang menjaga kemaluannya* kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka maka dalam hal ini tiada tercela* barang siapa yang mencari yang dibalik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas* dan kamu orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya* dan kamu orang-orang yang memelihara sholatnya* mereka itulah kamu orang-orang yang akan mewarisi* (ya'ni) yang akan mewarisi surga Firdaus, mereka kekal di dalamnya. (al mu'minuun)

>bertasbihlah kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimulyakan dan disebut namaNya didalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang* laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tiak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang* (mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karuniaNya kepada mereka. Dan Allah memberi rizqi kepada siapa yang dikehendakiNya tanpa batas. (an nuur)

>dan hamba-hamba Tuhan yang maha penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalandiatas bumi dengan rendah hatidan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik* dan orang y6ang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka* dan orang-orang yang berkata "ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal"* sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman* dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) ditengah-tengah antara yang demikian* dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang bena, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya)* (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina* kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal soleh, maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan, dan adalah Allah maha pengampun lagi maha penyayang* dan oarang bertaubat dan mengerjakan amal sholeh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya* dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu denagn (orang-orang ) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya* dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta* dan orang-orang yang berkata "ya Tuhan kami, anuhgerahkan kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa* mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat didalamnya. (al furqon)

> Thaa Siin, (surat) ini adalah ayat-ayat Al qur'an dan (ayat-ayat) kitab yang menjelaskan* untuk menjadi petunjuk dan berita gembira untuk oarang-orang yang beriman* (yaitu) orang-orang yang mendirikan sholat dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat* sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan)* mereka itulah orang-orang yang mendapat (di dunia)azab yang buruk dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang merugi. (an naml)

>dan sesungguhnya telah Kami buat dalam Al qur'an ini segala macam perumpamaan untuk manusia, dan sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu ayat, pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata "kamu tidak lain hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka"* denikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami* maka bersabarlah kamu sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah Vyang tidak menyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu. (ar ruum)

>dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Lukman, yaitu "bersyukurlah kepada Allah, dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah maha kaya lagi maha terpuji"* dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, diwaktu ia memberi pelajaran kepadanya "hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar"* dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kedua orang ibu-bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepadaKulah kembalimu*dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutlah jalan orang yang kembali kepadaKu, kemudian kepadaKulah kembalimu, maka Kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan* (Luqman berkata) "hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji saw, dan berada dalam batu atau dilangit atau didalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (mambalasinya) sesungguhnya Allah maha halus lagi maha menegetaui* hai anakku, dirikanlah sholat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)* dan janganlah kamu memaqlingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri* dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu, sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (Luqman)

>Hai nabi, bertaqwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keringinan) orang-orang kafir dan orang-orang munafiq, sesungguhnya Allah adalah maha menegtahui lagi maha bijaksana* dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu, sesungguhnya Allah adalah maha menegetahui apa yang kamu kerjakan* dan bertaqwalah kepada Allah, dan cukuplah Allah sebagai pemelihara

>sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu'min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah meneyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar* dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'mn dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan rosulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rosulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (al ahzab)

>dan tidaklah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rizqi dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendakiNya, sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman. (az zumar)

>Allahlah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizinNya, dan supaya kamu dapat mencari sebagian karuniaNya dan mudah-mudahan kamu bersyuur* dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada dibumi semuanya, (sebagai rahmat) daripadaNya, sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir* katakanlah pada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut akan hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang mereka kerjakan* barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan. (al jaatsiyah)

>hai orang-orang yangbberiman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Muhammad)

>hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu mushibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkn kamu menyesal atasperbuatanmu itu.

>hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-ngolok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-ngolokkkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-ngolokkkan) wanita-wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diolok-olokkan) lebih baik dari wanita (mengolok-ngolokkkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan jangnlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk, seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim* hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain, sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha penerima taubat lagi maha penyayang. (al hujuraat)

>tidakkah kamu perhaikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka, dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui* Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan* mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka halangi (manusia) dari jalan Allah, karena itu mereka mendapat azab yang menghinakan* harta benda dan anak-anak mereka tiada berguna sedikitpun (untuk menolong) mereka dari azab Allah, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya. (al mujadilah)

hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuyk hari esok (akhirat) dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan* dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri, mereka itulah orang-orang yang fasik* tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga, penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung* kalau sekiranya Kami menurunkan Al qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. dan pereumpamaan-perumpamaan itu Kami buat manusia supaya mereka berfikir. (al hasyr)

>sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar* dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah, sesungguhnya Dia maha mengetahui segala isi hati* apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan) dan Dia maha Halus lagi maha mengetahui?* Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah disegala penjurunya dan makanlah dari sebagian dari rizqiNya dan hanya kepadaNyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.(al mulk)

>maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah),* maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu)* dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina*, yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah* yang sangat enggan berbuat baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa* yang kaku kasar, selai dari itu, yang terkenal kejahatannya,* karena dia mempunyai (banyak) harta dan anak* apabila dibacakankepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata "(ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala"* kelak akan Kami beri tanda dia dibelalai(nya). (al qalam)

>apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?(al qiyamah)

>sesungguhnya Al qur'an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril)* yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi disisi Allah yang mempunyai Asry* yang ditaati disana (di alam malaikat)lagi dipercaya* dan temanmu (Muhammad) itu bukan sekali-kali orang gila* dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril diufuk yang terang* dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk meneranglan yang ghoib* dan Al qur'an itu bukan perkataan syaitan yang terkutuk* maka kemanakah kamu pergi?* (at takwiir)

>sesungguhnya Al qur'an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang haq dan yang bathil* dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau* sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenarnya* dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya* (ath thaariq)

>bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan* Dia menciptakan manusia dari segumpal darah* bacalah, dan Tuhanmulah yang maha pemurah* yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam* Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. (al 'alaq)

>Demi masa* sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian* kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat- menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (al ashr)

>tahukahkamu (orang) yang mendustakan agama?* itulah orang yang menghardik anak yatim* dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin* maka celakalah orang-orang yang shalat* (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya* orang-orang yang berbuat riya'* dan enggan (menolong dengan) barang berguna. (al maa'uun)

>sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni'mat yang banyak* maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah* sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus. (al kautsar)

>katakanlah "hai orang-orang yang kafir* aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah* dan kamu bukanlah penyembah Tuhan yang aku sembah* dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah* dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah* untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku. (al kaafiruun)

>katakanlah "Dialah Allah, yang maha esa* Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu* Dia tiada beranak dan tiadapula diperanakkan* dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia". (al ikhlash)(Al qur'an dan terjemahannya)
Read More

Allah menjadikan malaikat


Sesungguhnya Allah telah menjadikan 4 malaikat yang mulia yaitu isrofil, mikail, jibril, izroil dan atas mereka segala urusan makhluk.

Jibril bertugas untuk menurunkan wahyu dan risalah

Mikail bertugas untuk menurunkan hujan, rizqi

Izroil bertugas untuk mencabut nyawa

Isrofil bertugas untuk meniup sangkakala



Sesungguhnya Isrofil memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan 7 langit, dan dikabulkan, kekuatan 7 bumi dan dikabulkan, kekuatan membawa angin dan dikabulkan, kekuatan membawa 2 golongan dan dikabulkan, kekuatan membawa binatang ternak dan dikabulkan, dan dari 2 telapak kaki sampai kepalanya terdapat rambut dan mulut dan lisan yang ditutupi beberapa hijab, yang bertasbih kepada Allah setiap lisannya dengan 1000 bahasa dan Allah menciptakan dari dirinya 1000000 malaikat yang bertasbih kepada Allah sampai hari kiamat, dan mereka malaikat yang dekat di sisi Allah dan malaikat-malaikat pembawa arsy yang agung yang menulis dan mereka memiliki bentuk seperti malaikat Isrofil, Isrofil melihat ke neraka jahannnam 3x sehari maka merendahlah beliau, dan menangis, dan menjadi kurus dan menangis sejadi-jadinya, apabila Allah tidak mencegah air matanya maka bumi akan penuh dengan airmatanya dan menjadi seperti banjir nabi Nuh dan besar kepalanya, apabila seluruh air lautan dan sungai-sungai di taruh di kepalanya maka tidak akan jatuh air itu kebumi walaupun hanya setetes.

Allah menjadikan malaikat Mikail 500 tahun setelah Isrofil, dari kepala sampai telapak kakinya terdapat rambut dari za'faran dan sayapnya dari zabarjud hijau, setiap rambut terdapat 1000.000 wajah, disetiap wajah terdapat 1000.000 mata dan menangis setiap mata karena kasih sayang terhadap orang-orang yang berdosa dari orang yang beriman, setiap wajah terdapat 1000.000 mulut, setiap mulut terdapat 1000.000 lisan, setiap lisan mengucapkan 1000.000 bahasa, setiap lisan memintakan ampun untuk orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berdosa dan menetes dari setiap mata 70.000 tetes airmata, maka Allah menciptakan malaikat dari setiap tetesnya dengan bentuk seperti malaikat Mikail yang bertasbih kepada Allah sampai hari kiamat, dan namanya adalah karubiyun, dan merekah adalah pembantu Mikail yang di pasrahi hujan, tumbuh-tumbuhan, rizqi, buah-buahan, maka tidak ada suatupun dilaut dan buah-buahan di pohon dan tumbuh-tumbuhan di bumi kecuali atas mereka malaikat yang dipasrahi.

Allah menjadikan malaikat Jibril 500 tahun setelah Mikail, dan atasnya 1600 sayap, dari kepala sampai telapak kaki terdapat rambut dari za'faran dan matahari itu diantara dua matanya dan atasnya satu rambut itu seperti bulan dan bintang-bintang, setiap hari malaikat Jibril masuk kedalam lautan cahaya 370x dan ketika keluar maka jatuh dari setiap sayapnya 1000.000 tetes, maka Allah menciptakan dari setiap tetesnya satu malaikat yang bertasbih kepada Allah sampai hari kiamat, malaikat itu bernama rukhaniyun.

Bentuk malaikat Izroil itu seperti malaikat Isrofil, baik wajah, lisan, sayap, besar mapun kekuatannya tidak kurang dan tidak lebih, ketika Allah menciptakannya maka Allah menutupinya dengan 1000.000 hijab dari para makhluk, besarnya melebihi beberapa langit dan beberapa bumi dan apabila di jatuhkan seluruh air lautan dan sungai-sungai diatas kepalanya maka tidak ada satu tetespun yang jatuh kebumi, sesungguhnya Timur dan barat dihadapannya seperti meja yang diletakkan di depan seorang lelaki agar dapat memakan apapun yang dikehendakinya, maka seperti itu malaikat maut membolak-balik dunia seperti manusia mempermainkan uang dirham, malaikat maut di rantai dengan 70.000 rantai dan setia rantai panjangnya 1000 tahun perjalanan dan tidak dekat dengannya para malaikat, dan mereka tidak mengetahui tempat malaikat maut, tidak mendengar suaranya, dan tidak tahu apa yang dilakukannya setiap waktu. WaAllahuA'lam. (daqoiqul akhbar)
Read More

cahaya rosululloh

Read More

Al Qur'an dan


Nabi Muhammad saw bersabda "barangsiapa mengharapkan bertemu dengan Allah maka muliakanlah ahli Allah" " wahai rosulullah apakah Allah memiliki ahli?""benar""siapakah mereka wahai rosulullah?""Ahli Allah adalah orang-orang yang didunia membaca Al Qur'an, ingatlah barangsiapa memuliakannya maka sesungguhnya ia telah memuliakan Allah dan Allah akan memberikan kepadanya surga, barangsiapa menghina mereka maka sungguh hinaan Allah bagi mereka dan Allah akan memasukkan kedalam neraka, wahai abu huroiroh, siapakah seorang yang lebih mulia daripada orang yang hafal Al Qur'an, ingatlah sesungguhnya orang yang hafal Al Qur'an di sisi Allah lebih mulia daripada setiap orang kecuali para nabi"

Nabi bersabda "maukah saya akan memberitahu kalian utama-utamanya umatku di hari kiamat?" "baik, wahai rosulullah" "orang-orang yang membaca Al Qur'an, ketika hari kiamat Allah berfirman " wahai Jibril undanglah di makhsar orang-orang yang membaca Al Qur'an maka berdiri mereka berdiri, maka Jibril mengundang kembali kedua dan ketiga kalinya, maka mereka berdiri dengan berbaris di sisi Allah dan tidak berbicara seorangpun diantara mereka sehingga berdiri nabi Daud,Allah berfirman " bacalah kalian semua dan keraskanlah suara kalian" maka setiap mereka membaca Allah memberikan ilham dari kalamNya kepada mereka, maka setiap orang yang membaca diangkat derajatnya beberapa derajat bergantung bagus suaranya, lagunya, khusuknya, memikirkannya, dan memahaminya, kemudian Allah berfirman "wahai ahliKu, apakah kalian tahu siapa yang berbuat baik kepada kalian di desa dunia?" mereka menjawab "benar Tuhan kami "Allah berfirman "pergilah ke makhsar maka setiap orang yang kalian kenal akan masuk ke surga bersama kalian"

Nabi bersabda "saya mendengar di malam aku di isro'kan Allah, Allah berfirman "wahai Muhammad perintahlah umatmu untuk memuliakan 3 golongan yaitu orang tua, ulama, orang yang hafal Al Qur'an" nabi juga bersabda " sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al Qur'an dan mengajarkannya"

Nabi bersabda " Allah berfirman "barangsiapa lupa berzikir dan memohon kepadaKu karena Al Qur'an maka Aku akan memberikan kepadanya yang lebih mulia dari pada kepada orang-orang yang memohon, dan keutamaan kalam Allah diatas semua kalam seperti keutamaan Allah atas makhluknya" (durrotunnashihin)

Allah berfirman "dan apabila dibacakan Al Qur'an, maka dengarkanlah (baik-baik) dan perhatikanlah dengan tenang, agar kamu mendapat rahmat" Allah juga berfirman "sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah mereka yang apabila di sebut (nama) Allah bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal"

Nabi bersabda "sesungguhnya seseorang yang berpagi-pagi pergi mempelajari ayat-ayat dalam kitabullah lebih baik yang seperti itu daripada mengerjakan sembahyang sunnah seratus rokaat" beliau juga bersabda "siapa-siapa yang mempelajari kitabullah, kemudian diamalkannya isi yang terkandung di dalamnya, Allah akan menunjukinya dari kesesatan dan akan dipeliharanya pada hari kiamat dari siksa yang berat"

Nabi bersabda "Orang yang membaca Al Qur'an, lagi pula ia mahir, kelak mendapat tempat dalam surga bersama-sama dengan rosul-rosul yang mulia lagi baik. Dan orang yang membaca Al Qur'an, tetapi tidak mahir, membacanya tertegun-tegun dan tampak agak berat lidahnya (belum lancar), ia akan mendapat dua pahala" (Al Qur'an dan Terjemahannya)

nabi bersabda "Al Qur'an ialah sebuah kitabullah tabaraka wata'ala yang didalamnya terdapat berita-berita orang-orang sebelum kamu dan sesudah kamu, dan menghukumi apa yang terjadi diantara kamu, dia adalah yang membentangkan mana yang benar dan mana yang salah, bukan suatu permainan. Barangsiapa meninggalkannya karena sombong, maka Allah akan membinasakan dia, barangsiapa mencari pemimpin selain AlQur'an akan disesatkan oleh Allah, dia adalah tali Allah yang kokoh dan cahayaNya yang menerangi serta peringatan yang sangat bijaksana, dia adalah jalan yang lurus. Dengan berpedoman pada dia seluruh keinginan manusia tidak akan salah lidah tidak akan bercampur, pendapat tidak akan bercenang perenang. Dan dengan sumber dari dia para ulama tidak akan merasa kenyang, dan orang-orang yang taqwa tidak akan bosan, dia tidak akan larut karena banyaknya yang menentang, dan keindahan-keindahannya tidak akan habis. Dialah yang jin apabila mendengarnya tidak habis-habisnya mengatakan "sungguh kami telah mendengar suatu bacaan yang sangat mengagumkan sekali", barangsiapa mengetahu ilmunya pasti akan unggul, dan barangsiapa berkata dengan dia pasti benar, dan barangsiapa berhukum dengan dia pasti adil, dan barangsiapa beramal dengan dia pasti diberi pahala, serta barangsiapa mengajak orang kepadanya pasti akan terpimpin ke jalan yang lurus"

Iyas bin Mu'awiyah pun pernah berkata "perumpamaan orang yang membaca Al Qur'an dengan tidak mengetahui tafsirnya, bagaikan satu kaum yang menerima surat dari rajanya pada waktu malam, sedang mereka tidak memiliki lampu, kemudian mereka diliputi oleh suasana takut tetapi tidak mengetahui apa yang tersurat. Dan perumpamaan orang yang mengetahui tafsir, bagaikan orang yang membawa lampu, kemudian dapat membvaca apa yang tersurat dalam surat tersebut."

Ibnu 'Athiyah berkata "kebanyakan ulama salaf yang baik-baik seperti Sa'id bin Musayyib, 'amir Asysya'bi dll, mengagungkan tafsir Al Qur'an dan mereka berhenti sejenak, karena menjaga diri dan berhati-hati padahal mereka sebenarnya telah mengetahui dan sudah maju"

Abu Bakar Al Anbari berkata "kebanyakan ulama salah dahulu itu sangat berhati-hati dalam menafsiri ayat-ayat yang musykil, sehingga sementara berpendapat, bahwa orang yang menafsiri Al Qur'an tidak sesuai dengan kehendak Allah SWT harus dilarang berbicara, sedang yang lain menghawatirkan kalau-kalau tafsir itu akan dijadikan sebagai pedoman untuk membina madzhabnya dan memilih alirannya"

Abu Bakar Siddiq pernah ditanya tentang menafsiri satu huruf dari Quran, kemudian ia mengatakan "he! langit mana yang akan menaungi aku, bumi mana yang akanmenelan aku, ke mana aku hendak pergi dan apa yang hendak kuperbuat jika aku mengatakan tentang satu huruf dari kitabullah yang tidak sesuai dengan maksud Allah yang maha mulia dan maha tinggi"

Nabi bersabda "barangsiapa berkata tentang Al Qur'an dengan ra'yunya, kemudian dia benar, maka tetap dinilai bersalah" (Kunci memahami Al Qur'an)
Read More

Teori-Teori Belajar

Teori-Teori Belajar

Jika menelaah literatur psikologi, kita akan menemukan banyak teori belajar yang bersumber dari aliran-aliran psikologi. Dalam tautan di bawah ini akan dikemukakan empat jenis teori belajar, yaitu: (A) teori behaviorisme;
(B) teori belajar kognitif menurut Piaget;
(C) teori pemrosesan informasi dari Gagne, dan
(D) teori belajar gestalt.

Teori Behaviorisme
Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu.
Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini, diantaranya :
1. Connectionism ( S-R Bond) menurut Thorndike.
Dari eksperimen yang dilakukan Thorndike terhadap kucing menghasilkan hukum-hukum belajar,
diantaranya:
1. 1.Law of Effect; artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan, maka hubungan Stimulus - Respons akan semakin kuat. Sebaliknya, semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons, maka semakin lemah pula hubungan yang terjadi antara Stimulus-Respons.
2. Law of Readiness; artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pemdayagunaan satuan pengantar (conduction unit), dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.
3. Law of Exercise; artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat, jika sering dilatih dan akan semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih.
2. Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov
Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukum-hukum belajar,
diantaranya :
1. 1.Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer), maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat.
2. Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer, maka kekuatannya akan menurun.


3. Operant Conditioning menurut B.F. Skinner
Dari eksperimen yang dilakukan B.F. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya :
1. Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat.
2. Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah.
3. Reber (Muhibin Syah, 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud denganoperant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. Respons dalam operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus, melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh Reinforcer.Reinforcer itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu, namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning.

TEORI BELAJAR SOSIAL (Albert Bandura)
Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya, Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond), melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. Prinsip dasar belajar menurut teori ini, bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). Teori ini juga masih memandang pentingnyaconditioning. Melalui pemberianreward dan punishment, seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan.
Sebetulnya masih banyak tokoh-tokoh lain yang mengembangkan teori belajar behavioristik ini, seperti :
Watson yang menghasilkan prinsip kekerapan dan prinsip kebaruan, Guthrie dengan teorinya yang
disebut Contiguity Theory yang menghasilkan Metode Ambang (the treshold method), metode meletihkan (The Fatigue Method) dan Metode rangsangan tak serasi (The Incompatible Response Method), Miller dan Dollard dengan teori pengurangan dorongan.

TEORI BELAJAR KOGNITIF
1. Teori Belajar Piaget
Piaget merupakan salah seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai pelopor aliran konstruktivisme. Salah satu sumbangan pemikirannya yang banyak digunakan sebagai rujukan untuk memahami perkembangan kognitif individu yaitu teori tentang tahapan perkembangan individu. Menurut Piaget bahwa perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap yaitu : (1) sensory motor; (2) pre operational; (3)concrete operational dan (4) formal operational.
Pemikiran lain dari Piaget tentang proses rekonstruksi pengetahuan individu yaitu asimilasi dan akomodasi. James Atherton (2005) menyebutkan bahwa asisimilasi adalah “the process by which a person takes material into their mind from the environment, which may mean changing the evidence of their senses to make it fit” dan akomodasi adalah “the difference made to one’s mind or concepts by the process of assimilation”

Dikemukakannya pula, bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik, yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif, mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan. Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah :
1. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak.
2. Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik- baiknya.
3. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing.
4. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya.
5. Di dalam kelas, anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya.

2. Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne
Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting
dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Menurut Gagne
bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga
menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.

Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu,
(1) motivasi; (2) pemahaman; (3) pemerolehan; (4) penyimpanan; (5) ingatan kembali; (6) generalisasi; (7) perlakuan dan (8) umpan balik.

Teori Belajar Gestalt
Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi”.
Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan. Menurut Koffka dan Kohler, ada tujuh prinsip organisasi yang terpenting yaitu :
1. Hubungan bentuk dan latar (figure and gound relationship); yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitufigure (bentuk) dan latar belakang. Penampilan suatu obyek seperti ukuran, potongan, warna dan sebagainya membedakan figure dari latar belakang. Bila figure dan latar bersifat samar-samar, maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure.
2. Kedekatan (proxmity); bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu.
3. Kesamaan (similarity); bahwa sesuatu yang memiliki kesamaan cenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling memiliki.
4. Arah bersama (common direction); bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sama cenderung akan dipersepsi sebagi suatu figure atau bentuk tertentu.
5. Kesederhanaan (simplicity); bahwa orang cenderung menata bidang pengamatannya bentuk yang sederhana, penampilan reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan; dan
6. Ketertutupan (closure) bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap.

Terdapat empat asumsi yang mendasari pandangan Gestalt, yaitu:
1. Perilaku “Molar“ hendaknya banyak dipelajari dibandingkan dengan perilaku “Molecular”. Perilaku “Molecular” adalah perilaku dalam bentuk kontraksi otot atau keluarnya kelenjar, sedangkan perilaku “Molar” adalah perilaku dalam keterkaitan dengan lingkungan luar. Berlari, berjalan, mengikuti kuliah, bermain sepakbola adalah beberapa perilaku “Molar”. Perilaku “Molar” lebih mempunyai makna dibanding dengan perilaku “Molecular”.
2. Hal yang penting dalam mempelajari perilaku ialah membedakan antara lingkungan geografis dengan lingkungan behavioral. Lingkungan geografis adalah lingkungan yang sebenarnya ada, sedangkan lingkungan behavioral merujuk pada sesuatu yang nampak. Misalnya, gunung yang nampak dari jauh seolah-olah sesuatu yang indah. (lingkungan behavioral), padahal kenyataannya merupakan suatu lingkungan yang penuh dengan hutan yang lebat (lingkungan geografis).
3. Organisme tidak mereaksi terhadap rangsangan lokal atau unsur atau suatu bagian peristiwa, akan tetapi mereaksi terhadap keseluruhan obyek atau peristiwa. Misalnya, adanya penamaan kumpulan bintang, seperti : sagitarius, virgo, pisces, gemini dan sebagainya adalah contoh dari prinsip ini. Contoh lain, gumpalan awan tampak seperti gunung atau binatang tertentu.
4. Pemberian makna terhadap suatu rangsangan sensoris adalah merupakan suatu proses yang dinamis dan bukan sebagai suatu reaksi yang statis. Proses pengamatan merupakan suatu proses yang dinamis dalam memberikan tafsiran terhadap rangsangan yang diterima.

Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran antara lain :
1. 1.Pengalaman tilikan (insight); bahwa tilikan memegang
2. peranan yang penting dalam perilaku. Dalam proses pembelajaran, hendaknya peserta didik memiliki kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa.
3. Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning); kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran. Makin jelas makna hubungan suatu unsur akan makin efektif sesuatu yang dipelajari. Hal ini sangat penting dalam kegiatan pemecahan masalah, khususnya dalam identifikasi masalah dan pengembangan alternatif pemecahannya. Hal-hal yang dipelajari peserta didik hendaknya memiliki makna yang jelas dan logis dengan proses kehidupannya.
4. 3Perilaku bertujuan (pusposive behavior); bahwa perilaku terarah pada tujuan. Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons, tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika peserta didik mengenal tujuan yang ingin dicapainya. Oleh karena itu, guru hendaknya menyadari tujuan sebagai arah aktivitas pengajaran dan membantu peserta didik dalam memahami tujuannya.
5. Prinsip ruang hidup (life space); bahwa perilaku individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada. Oleh karena itu, materi yang diajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik.
6. Transfer dalam Belajar; yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. Menurut pandangan Gestalt, transfer belajar terjadi dengan jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu untuk kemudian menempatkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata-susunan yang tepat. Judd menekankan pentingnya penangkapan prinsip-prinsip pokok yang luas dalam pembelajaran dan kemudian menyusun ketentuan-ketentuan umum (generalisasi). Transfer belajar akan terjadi apabila peserta didik telah menangkap prinsip-prinsip pokok dari suatu persoalan dan menemukan generalisasi untuk kemudian digunakan dalam memecahkan masalah dalam situasi lain. Oleh karena itu, guru hendaknya dapat membantu peserta didik untuk menguasai prinsip-prinsip pokok dari materi yang diajarkannya.

Read More

SHOLAWAT kepada nabi Muhammad saw

TENTANG : “PENGAMAL SHOLAWAT TIDAK MEMBUTUHKAN GURU SPIRITUAL ( SYEIKH-MURSYID)
Ketahuilah sesungguhnya para ulama telah sepakat atas di-wajib-kannya membaca “sholawat dan salam” untuk Baginda Nabi S.A.W.
Kemudian mereka berselisih pendapat mengenai “Kapan” kewajiban ini harus dilakukan?
Menurut Imam Malik, cukup sekali dalam “seumur”. Menurut Asy-Syafi’i, wajib dibaca pada waktu “tasyahud akhir” dalam setiap sholat fardlu. Menurut ulama lainnya, wajib dibaca “satu kali”, dalam setiap majlis. Ada juga ulama’ yang berpendapat, wajib dibaca setiap kali mendengar nama nabi disebut.
Dan ada juga yang mengatakan wajib untuk memperbanyak “sholawat”, tanpa dibatasi bilangan tertentu.
Secara umum, membaca sholawat kepada nabi, merupakan hal yang agung dan keutamaannyapun sangat banyak.
Membaca sholawat, merupakan bentuk ibadah, yang paling utama dan paling besar pahalanya.
Sampai-sampai sebagian kaum “arifin”, mengatakan : “sesungguhnya sholawat itu, bisa mengantarkan pengamalnya untuk ma’rifat kepada Allah, meskipun tanpa guru spiritual (mursyid). Karena guru dan sanadnya, langsung melalui Nabi. Ingat ! setiap sholawat yang dibaca seseorang selalu diperlihatkan kepada beliau dan beliau membalasnya dengan do’a serupa. Hal ini berbeda dengan dzikir-dzikir (selain Sholawat) yang harus “melalui bimbingan guru spiritual” yang sudah mencapai maqom ma’rifat. Jika tidak demikian, maka akan dimasuki syaithon dan pengamalnya tidak akan mendapat manfa’at apapun”.
Fatwa “Syeikh Muhammad bin Salim Bab-shil”
TENTANG : “RAHASIA SHALAWAT SEBAGAI PENDINGIN AKAN PANASNYA TABIAT”
Keistimewaan shalawat, tidak terbilang jumlahnya, termasuk diantaranya : menyebabkan turunnya Rahmat, menghapus dosa dan keburukan, mendatangkan hajat, menghilangkan problem yang sulit dipecahkan, dan tidak ada amalan yang lebih berguna untuk menerangi hati dan mendapatkan ridlo Allah, yang maha mengetahui segala sesuatu yang ghaib, kecuali bacaan shalawat
Shalawat memang sangat istimewa, dibandingkan dzikir-dzikir lain sebab shalawat bisa menghilangkan “panasnya tabiat”, sedangkan dzikir-dzikir yang lain justru meluapkan aura panas

Fatwa “Sayid Al-Bakri Bin Muhammad syatha Ad-Dimyati”
TENTANG : RAHASIA SHALAWAT SEBAGAI PEMBUKA RIZQI DAN ADAB-ADAB SEORANG PENGAMAL SHALAWAT
Membaca shalawat, kepada nabi mengandung faedah-faedah yang tak terhingga, antara lain: menerangi hati dari kegelapan, tidak dibutuhkan lagi seorang guru spiritual, bisa mengantarkan pengamalnya untuk wushul kepada Allah, melimpahkan rizqi dan orang yang memperbanyak bacaan shalawat jasadnya diharamkan Allah dari api neraka
Sebaiknya orang yang membaca shalawat kepada nabi, dalam haliyah paling sempurna, suci badannya, punya wudlu, menghadap kiblat, menghayati keagungan baginda nabi dengan maksud tercapainya keinginan dan cita-cita, membaca dengan tartil dan tidak tergesa-gesa dalam mengucapkan kalimat-kalimatnya.
Fatwa Sayyid Alwi Bin Ahmad As-Segaf,
Tentang : Shighot Sholawat Paling Utama Dan Tidak Boleh Mempercayai Keterangan-Keterangan Lain, Tentang Berbagai Macam Sholawat Yang Menurut Si Empunya Lebih Utama

“Peringatan” : ketahuilah bahwa sesungguhnya diantara kaifiyah-kaifiyah “shighot” sholawat itu, yang paling utama adalah “shighot Ibrohimiyah” yang aku sebutkan dalam pembicaraan kita kali ini, yaitu sholawat yang biasa kita baca pada waktu tasyahud dan sekiranya ada seseorang bersumpah akan membaca Sholawat paling utama, maka ia tidak akan terbebas dari sumpahnya kecuali dengan membaca Sholawat Ibrohimiyah ini. Para ulama pun meng-illati keutamaan sholawat Ibrohimiyah ini, karena dipilih sendiri oleh Rosulullah SAW. Dan sudah barang tentu nabi tidak akan memilih untuk dirinya, kecuali sesuatu yang paling mulia dan utama.

Dengan demikian, apabila ada keterangan dari seorang ulama yang bisa dibuat pegangan, berupa keterangan yang menafikan pada keterangan yang telah aku sebutkan diatas. Seperti ada sebagian ulama mengatakan, bahwa kaifiyah-kaifiyah sholawat yang mereka ciptakan adalah sholawat yang paling utama atau bahkan menyamai bacaan dalaail Al-Khoiraat satu kali khataman atau dua kali khataman dan seterusnya ….. padahal sholawat-sholawat yang ditulis didalam kitab Ad-Dalaail selalu disertai dalil-dalil yang dikutip dari nabi, maka sebaiknya keterangan tersebut dikondisikan sebagai wangsit yang diterima lewat mimpi atau diasumsikan sebagai qoul yang lemah.
Saya sendiri melihat tidak hanya dalam satu keterangan saja ‘bahwa ilham itu hanya bisa dijadikan hujjah untuk diri sendiri dan tidak boleh dipakai orang lain dan mimpi atau ilham tersebut bukanlah hujah syar’iyyah”.
Kegiatan yang dilakukan banyak orang, berupa bacaan sholawat, hizib-hizib, amalan-amalan tarekat-tarekat dan berbagai macam istikhoroh yang tidak berdasarkan keterangan Al-Qur’an atau Al-Hadits, merupakan kebodohan akan keagungan syare’at dan keutamaan mengikut Rosulullah SAW.

Fatwa Muhammad Asy-Syabawi, tentang : hanya : Al-Qur’an dan bacaan Sholawat saja, yang tetap mendapat pahala, meskipun tidak tahu artinya

Termasuk diantara hal-hal yang sangat dianjurkan untuk diketahui adalah dzikir-dzikir sholat dan sekalius artinya. Supaya bisa hudlur didalam hati meskipun secara ijmal. Dengan tujuan supaya mendapat nikmat-nikmat yang besar.
Karena sesungguhnya ulama-ulama besar yang terpilih, telah mengatakan : “seseoang tidak akan mendapatkan pahala berdzikir, kecuali mengetahui artinya, meskipun secara ijmal. Persyaratan ini berlaku untuk semua dzikir selain öAl-qur’an dan bacaan do’a shalawat–salam kepada baginda nabi yang terpilih.
Keterangan tersebut seperti disampaikan oleh Muhammad Asy-Syabawi.
Read More

embuat variabel hingga menjadi item – item pernyataan dalam Tes

Kompetensi             :
Membuat variabel hingga menjadi item – item pernyataan dalam Tes
Dosen Pembimbing  : Dra.Wiwik .J.P, M.Si
Nama                     : Fitria Sofiana
NIM                     : 09.6400.04

Variabel
Tingkat Kemampuan  Memahami Emosi
Definisi
• Emosi
Merupakan perwujudan dari pengalaman afeksi dengan dorongan untuk bertindak dan bereaksi terhadap lingkungan . (Sunardi,2010)

• Kecerdasan Emosi
Kemampuan memahami emosi yang lebih dikenal sebagai Kecerdasan emosional, dimana individu menyelesaikan masalah berupa  kemampuan mengelolah emosi.
Meyer, menggembangkan duan factor yang mempengaruhi Kecerdasan Emosi berupa kombinasi dari kemampuan teknik dan analisa yang menghasilkan kinerja secara optimal (kemampuan mengenali perasaan)
Salovey menyatakan bahwa memotivasi diri untuk berhasil dan mewujudkan kinerja yang optimal
Daniel Goleman mengemukakan lima dimensi atau komponen dalam  kecerdasan emosi (EQ)
SA yang disebut sebagai Self Awareness atau perasaan seseorang untuk mengetahui perasaan dirinya
SM berupa Self Management atau kemampuan menangani emosi sendiri
M atau Motivation berupa kemampuan menggunakan hasrat setiap saat membangkitkan semangat dan tenaga
E atau Emphaty berupa kemampuan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain
RM atau Relationship management atau kemampuan menangani emosi dengan baik
Studi di Amerika Serikat menghasilkan pernyataan bahwa kecerdasan emosi tidak begitu jauh bedanya dengan studi Goleman yang menyebutkan bahwa upaya memndengarkan baik komunikasi yang dilakukan secara lisan, dapat beradaptasi dengan baik, kreatif, mempunyai ketahanan mental tinggi menghadapi kegagalan, kepercayaan diri, motivasi serta kerjasama dalam tim yang solid
Dengan demikian kecerdasan emosional membentuk indicator self awareness yang menjelaskan pengenalan diri yang baik tentang perilaku yang terbentuk antara lain dengan kepercayaan diri yang kuat seperti percaya diri tinggi berupa tidak minder atau takut saat berhadapan dengan orang lain, mampu bersosialisai dengan baik atau mudah menyapa dan mengenal orang lain, berkomunikasi yang assertive dan selalu mengedepankan orang lain atau mudah menolong.
No Komponen perilaku Total
1. Penggenalan diri (Self Awareness atau SA) 2
2. Kemampuan menangani emosi sendiri (Self Management atau SM) 2
3. Motivation atau motivasi (M) 2
4. Emphaty (E) 2
5. Kemampuan menangani emosi dengan baik (RM) 2



Pernyataan yang dituangkan melalui dimensi kecerdasan emosi
SA Fav: Saya suka diri saya yang apa adanya
Un:Saya khawatir terhadap masa depan saya sendiri
SM Fav: Saya tidak mudah marah saat saya dihina orang
Un: Saya tidak pernah senang mengantri
M Fav: Saya pantang menyerah saat menghadapi kesulitan
Un: Saya mudah menyerah saat menghadapi kesulitan
E Fav: Saya mempunyai banyak teman dekat yang beragam kepribadian
Un: Sulit bagi saya memahami pemikiran dan ide orang lain
RM Fav: Saya mudah menenangkan diri saat berada dalam perkelahian dengan orang lain
Un:Saya merasa tertekan saat berada ditenngah – tengah orang banyak

Read More

real knowledge

Read More

TAWAKAL


Tawakal memiliki 4 macam, pertama tawakal kepada makhluk, kedua tawakal kepada harta benda, ketiga tawakal kepada diri, keempat tawakal kepada Tuhan, contoh tawakal kedada makhluk seperti selama masih ada dia kita tidak susah, tawakal kepada harta seperti selama masih memiliki harta banyak maka tidak ada sesuatu yang menyusahkan, tawakal kepada diri seperti selama saya sehat saya tetap bisa bekerja, ketiga tawakal ini adalah tawakal orang bodoh sedang tawakal kepada Tuhan seperti saya tidak perduli saya fakir atau kaya karena Allah yang mengatur segalanya.

Nabi bersabda "tidaklah berhenti seorang yang meminta kepada manusia sehingga datang hari kiamat tidak ada daging di wajahnya", nabi juga bersabda "meminta adalah perkara tercela dan tidaklah diperbolehkan perkara tercela selain meminta", nabi juga bersabda "meminta adalah pekerjaan yang terakhir". (durrotunnashihin)

Allah berfirman "Setiap yang hidup di dunia dijamin Allah atas rezekinya" Allah juga berfirman "Demi Allah yang menguasai langit dan bumi, bahwa urusan rezeki dan sebagainya, itu pasti benar-benar terjadi seperti pastinya engkau berucap"

Hasan basri berkata "Allah melaknat orang-orang yang tidak yakin kalau Tuhan telah bersumpah menjamin rezekinya kepadanya" katanya lagi "dan tatkala turun ayat ini (ayat tersebut diatas), maka malaikat-malaikat berkata "celakalah anak cucu adam, membuat murka Allah, sehingga Allah bersumpah untuk menjamin rezeki mereka"

Nabi bersabda "barangsiapa yang menginginkan jadi orang kuat, hendaklah bertawakal kepada Allah, beliau juga bersabda "barangsiapa yang ingin jadi orang yang paling kaya, maka hendaklah ia lebih percaya kepada kekuasaan Allah daripada kekuatan dirinya sendiri" dalam hadits yang lain nabi bersabda " bagaimana kalau engkau panjang umur dan hidup diantara orang-orang yang sudah menimbun rezeki untuk satu tahun karena lemah keyakinannya"

Abu Muthi bertanya kepada Hatim Al Asom "wahai Hatim, ku dengar-dengar engkau mengarungi padang sahara yang sulitnya bukan main dan bahayanya tak terbatas itu tanpa membawa bekal apa-apa, apakah itu benar?" Hatim menjawab "Siapa bilang? aku tetap membawa bekal" kembali bertanya "cobalah terangkan kepadaku, bekal apa saja yang engkau persiapkan dan engkau bawa dalam menghadapi gurun sahara yang membahayakan itu?" jawabnya "bekal yang ku bawa yaitu keyakinan bahwa dunia dan akhirat, dunia dan seisinya, akhirat dan seisinya adalah Allah yang menguasai" kata hatim, "lalu?" terus Hatim " bekal kedua ialah keyakinan bahw segala makhluk termasuk diriku adalah termasuk hamba-hamba Allah" Abu Muthi berkata "dan bekal ketiga, aopa?" Hatim menjawab " bekal ketiga yang ku bawa adalah berkeyakinan bahwa urusan rezeki dan semua penyebabnya ada pada kekuasaan Allah", kemudian?", " bekal keempat ialah keyakinanku bahwa segala yang dikehendaki Allah pastilah terjadi, karena Allah yang maha pemiliknya" jawab Hatim.

Suatu hari Harom bin Hayyam datang berjumpa Oes Al Qorany, mereka berdua berbincang-bincang soal jaminan Allah atas hamba-hambanya "wahai Al Qorany, bagaimana agar daku percaya sepenuhnya adanya jaminan Allah. Padahal tanpa usaha, tak mungkin kita bisa hidup?" tanya Harom, "puasakanlah hatimu terhadap apa yang telah diberikan Allah kepadamu dengan bersyukur. Tentramkan dan tenangkan jiwamu atas rezeki yang telah dijamin Allah, sehingga lahiriahmu dan batiniayah kosong oleh keduaniaan dan bisa sepenuhnya beribadah kepada Allah" jawab Al qorany, "terus aku harus berada dimana?", "di negeri syam", "bagaimanakah keadaanku kelak disana" Harom ragu, "celakalah orang yang jiwanya lemah yang sudah dikotori oleh kebimbangan atas jaminan Allah, tiada guna nasehat terhadap orang ini " kata Al Qorany dalam hati.(godaan ibadah)

Rosulullah saw melewati bangkai kambing yang telah dibuang oleh pemiliknya, lalu beliau bersabda " demi Dzat yang jiwaku berada dalam kekuasaanNya, sungguh dunia itu lebih hina atas Allah dari pada bangkai ini pada pemiliknya"

Allah berfirman "tiadalah terjadi barang sesuatu malapetaka, melainkan dengan izin llah. Dan siapa yang percaya kepada Allah, akan dipimpin Allah hatinya (menuju kebenaran), dan Allah itu maha tahu terhadap sesuatu" (Ilmu & ma'rifat)

Pada suatu hari ketika matahari bersinar dengan sangat teriknya, Al Junayd berjalan melewati sebuah hutan dengan ditemani seorang muridnya, saking panasnya cuaca, tiba-tiba hidung muridnya mengeluarkan darah, sehingga karena tidak tahan merasakan hawa yang begitu panas, muridnyapun mengeluh "alangkah panasnya cuaca hari ini", mendengar keluhan tersebut Al Junayd menjadi berang "mengapa engkau mengeluhkan keadaan yang telah ditentukan Tuhan? menyingkirlah kau dariku, tak perlu lagi menemaniku"

Diriwayatkan bahwa pada suatu ketika, ada seorang sufi yang merasa sangat lapar, sehingga terlintas dalam pikirannya untuk memohon kepada Allah SWT agar diberi makanann, namun pada saat bersamaan terdengarlah suara dari hati kecilnya yang menyatakan bahwa keinginan semacam ini bukan perbuatan mutawakkil (orang yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan) maka mendengar suara itu ia segera membatalkan keinginannya, lantaran ia menyadari, jika ia memohon makanan pada Tuhan, maka ia berarti melakukan usaha yang menunjukkasn rasa tidak puasnya terhadap ketentuanNya" (Sufi Al-Junayd)

Allah berfirman dalam hadist qudsi "hamba-Ku, taatlah kepadaKu didalam apa yang telah Aku perintahkan kepadamu, dan janganlah memberitahukan kepadaKu doa yang baik bagi kamu" (Hakekat Ma'rifat)
Read More

maut


Ketika Allah menciptakan maut dan menyerahkannya pada malaikat maut, malaikat maut berkata "wahai Tuhanku, apakah maut itu?" maka Allah memerintahkan hijab untuk mambuka sehingga malaikat maut melihatnya, Allah berfirman kepada para malaikat "berhentilah dan lihatlah maut ini!" maka para malaikat berhenti semua, Allah berfirman "terbanglah maut kepada para malaikat dan bentanglah semua sayapmu dan bukalah semua matamu!" ketika maut terbang dan para malaikat melihatnya maka para malaikat jatuh pingsan selama 1000 tahun, ketika sadar mereka berkata "Tuhanku, apakah yang lebih agung dari pada makhluk ini? Allah berfirman "Akulah yang telah menciptakannya dan Aku lebih agung darinya dan sungguh setiap makhluk akan merasakan maut" kemudian Allah berfirman "ya Izroil, ambillah maut itu, sungguh Aku menyerahkannya padamu" maka malaikat maut berkata "wahai Tuhanku, bagaimana saya kuat mengambilnya sedang dia lebih agung dariku" maka Allah memberikan kekuatan kepadanya dan kemudian ia mengambilnya, maka maut menjadi tenang ditangan Izroil. Kemudian maut berkata " wahai Tuhanku, berilah saya izin sehingga saya mengundang sekali dalam beberapa langit" maka Allah memberikannya izin. Maut kemudian berkata dengan suara yang sangat keras "saya maut yang memisahkan antara setiap kekasih, saya maut yang memisahkan suami dan istri, saya maut yang memisahkan anak-anak dan ibu-ibu, saya maut yang memisahkan saudara laki-laki dan saudara perempuan, saya maut yang merusak rumah-rumah dan gedung-gedung, saya maut yang meramaikan kubur-kubur, saya maut yang mencari kalian dan menghampiri kalian walaupun dalam benteng dan tidak suatu makhlukpun kecuali merasakan aku" (daqoiqul akhbar)

Ketika Allah menciptakan langit dan bumi maka Allah menciptakan sangkakala yang memiliki 11 lubang dan diberikan kepada Isrofil yang diletakkan di mulutnya sedang ia melihat ke arsy menunggu datangnya perintah. Abu Huroiroh bertanya "apakah sangkakala itu" nabi menjawab "terompet besar dari cahaya, yang demi Dzat yang mengutusku jadi nabi, besar setiap lubangnya seperti luasnya langit dan bumi dan ditiup 3x, tiupan pertama untuk mengejutkan, tiupan kedua untuk membinasakan, tiupan ketiga untuk membangkitkan. Ketika Allah memerintahkan Isrofil untuk meniup yang pertama maka terkejutlah semua yang ada di langit dan di bumi karena takut sehingga ibu yang menyusuipun akan lupa terhadap susuannya, ketika Allah memerintahkan meniup yang kedua maka semua yang ada dilangit dan dibumi binasa kecuali Jibril, Mikail, Isrofil, Izroil, dan malaikat pembawa arsy, kemudian Allah memerintahkan Izroil untuk mencabut nyawa mereka, maka dicabutlah, kemudian Allah berfirman "ya malaikat maut siapakah yang masih hidup diantara makhlukKu?" Izroil menjawab "wahai Tuhanku, yang tersisa hanyalah hambamu yang lemah yaitu malaikat maut" Allah berfirman "ya malaikat maut, apakah kau tidak mendengar firmanku "bahwa setiap yang hidup akan merasakan mati" maka cabutlah nyawamu!" maka malaikat maut pergi ketempat antara surga dan neraka dan mencabutnyawanya, maka ia berteriak sangat keras yang apabila setiap makhluk hidup yang mendengarnya maka ia akan mati karena suara tersebut, ia berkata "apabila saya mengetahui sakitnya mati maka saya tidak akan mencabut nyawa orang beriman kecuali dengan perlahan" kemudian Izroil mati. Maka tidak ada satupun makhluk yang tersisa dan tetaplah seperti itu selama 40 tahun. Allah berfirman " wahai dunia yang hina, dimanakah para raja, dimanakah para anak raja, dimanakah para penguasa, dimanakah orang-orang yang memakan rizqiKu kemudian menyembah selain Aku?" tidak satupu yang dapat menjawab, maka Allah berfirman "bagi Allah yang tunggal dan kuat", kemudian Allah mengutus angin kencang yang diutus kepada kaum Ad, yang keluar dari lubang jarum, maka bumi menjadi rata sehingga tidak ditemukan gundukan atau lubang. Kemudian Allah memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, maka langit menurunkan huja seperti air mani lelaki selama 40 hari sehingga airnya setinggi 12 diro', maka para makhluk tumbuh seperti tumbuhnya tanaman sehingga sempurna jasadnya seperti sebelumnya, kemudian Allah menghidupkan malaikat pembawa arsy, kemudian menghidupkan malakiat Isrofil, Mikail, Izroil, Jibril, maka mereka hidup dengan izin Allah. Kemudian Allah memerintahkan Ridwan memberikan buroq, mahkota, perhiasan kemuliaan, selendang kemuliaan dan bendera" mereka berdiri diantara langit dan bumi dan Jibril berkata "wahai bumi dimana kuburan Muhammad saw?" bumi menjawab "demi Dzat yang mengutusmu dengan haq, Allah telah mengutus angin kencang dan menjadikanku hancur, saya tidak mengetahui dimana kuburan beliau" kemudian dari kubur nabi keluar tiang dari cahaya sampai kelangit, maka Jibril tahu bahwa itu adalah kubur Muhammad saw, maka mereka berangkat kesana dan berdiri. kemudian Jibril menangis, Isrofil, Izroil dan Mikail bertanya "mengapa kamu menangis?" Jibril menjawab "bagaimana saya tidak menangis, akan berdiri Muhammad saw dan akan bertanya kepadaku tentang umatnya dan saya tidak mengetahui dimana umatnya" kemudian bumi terbelah dan nabi Muhammad saw berdiri dan membersihkan kepala beliau dari debu, beliau melihat kekanan dan kekiri maka beliau tidak melihat seorangpun dan beliau melihat Jibril,Mikail, Isrofil, Izroil. Nabi bersabda "wahai Jibril hari apakah ini?" Jibril menjawab "ini hari susah dan sesal, ini hari kiamat dan hari syafaatmu" nabi bersabda "dimanakah umatku?" Jibril menjawab "saya berlindung kepada Allah, demi Dzat yang mengutusmu dengan haq menjadi nabi, tidak ada suatu makhluk yang bangkit sebelummu" kemudian Jibril memakaikan mahkota dikepalanya dan menghiasinya dengan perhiasaan dan menaikkannya ke buroq. Nabi berkata "wahai saudaraku Jibril, dimanakah sahabatku Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali? seketika itu mereka bangkit dengan izin Allah, malaikat memakaikan perhiasan dan menaikkannya ke buroq kemudian berdiri di sisi nabi. Maka nabi bersujud sambil menangis dan berkata "umatku, umatku" kemudian Allah memerintahkan Isrofil meniup sangkakala, dan ia meniupnya maka ruh-ruh keluar seperti lebah sehingga penuhlah antara langit dan bumi, dan ruh-ruh tersebut masuk ke jasad masing-masing. Kemudian para makhluk bangkit dan digiing ke makhsar dari golongan jin dan manusia kecuali para malaikat (durrotunnashihin).

Ketika Allah menciptakan surga dan neraka, Allah mengutus Jibril ke surga maka Dia berfirman "lihatlah surga dan apa yang telah aku sediakan bagi penghuninya didalamnya!" maka Jibril datang kesurga, melihatnya dan melihat apa yang telah disediakan Allah untuk penghuninya, kemudian Jibril kembali kepadaNya. Jibril berkata "demi kemulyaanMu, tidak ada seorangpun yang mendengar surga kecuali ia ingin mamasukinya" lalu Dia memerintahkannya, lalu surga dikelilingi dengan hal-hal yang tidak menyenangkan. Kemudian Dia berfirman "kembalilah kamu kesurga dan lihatlah apa yang saya sediakan untuk penghuninya didalamnya!" lalu Jibril kembali ke surga, tiba-tiba surga telah dikelilingi dengan hal-hal yang tidak menyenangkan, lalu Jibril kembali kepadaNya "demi kemulyaanMu, sungguh aku takut, tidak ada seorangpun yang memasukinya". Dia berfirman "pergilah kamu ke neraka dan lihatlah apa yang telah Aku sediakan untuk penghuninya di dalamnya!" maka tiba-tiba neraka itu tersusun sebagian atas sebagian yang lain. Lau Jibril kembali kepadaNya dan berkata "demi kemulyaanMu, tidak seorangpun yang mendengar neraka lalu ingin memasukinya" lalu Allah memerintahkannya, kemudian neraka dikelilingi hal-hal yang menyenangkan. Dia berfirman "kembalilah kepadanya!" maka Jibril kembali ke neraka, lalu ia berkata "sungguh saya khawatir seseorang tidak akan selamat darinya, kecuali memasukinya"(40 hadits qudsi)
Read More

Orang kafir itu dapat dibagi menjadi 4


Orang kafir itu dapat dibagi menjadi 4, yaitu: orang yang hati maupun lisannya tidak percaya seperti orang kafir, oarang yang hatinya percaya tetapi lisannya tidak mengakui seperti abu tholib paman nabi, oarang yang lisannya mengaku percaya tetapi hatinya tidak seperti orang munafiq, serta orang yang hati maupun lisan percaya tetapi tidak mentaati Allah seperti ibils

rukun islam dibagi 5 yaitu:



1. Syahadat dua

2. Sholat

3. Zakat

4. Puasa

5. Haji



syahadat dua merupakan syarat pertama kali dalam masuk islam karena disitu merupakan pernyataan akan keimanan dan berjanji untuk melaksanakan islam dengan sesungguhnya. Bagi orang luar islam yang masuk islam maka ia harus bersyahadat dua, sedang untuk orang Islam yang berdosa cukup di waktu sholat.

Diantara kita mungkin bertanya mengapa oarang telah sholat tetapi akhlaknya tidak sesuai dengan Al qur'an hadits apa sebabnya?, sholat yang sempurna apabila memenuhi syarat dan rukunnya, melakukan sunnah-sunnahnya, khusuk, benar gerakan dan bacaannya, dengan akhlak yang baik.

Zakat adalah alat memebersihkan diri (zakat fitrah) dan hartanya (zakat mal) yang dikeluarkan sesuai dengan waktu dan ukurannya.

Setiap mukallaf wajib melaksanakan puasa selama satu bulan pada bulan romadlon setiap tahunnya.Sedang untuk pergi haji dikhususkan untuk oarang yang mampu.

Tertipulah mukallaf yang meninggalkan perkara wajib disebabkan perkara sunnah, dan beruntunglah orang yang melengkapi perkara wajibnya dengan perkara sunnah.
Read More

Allah menghapus dosa-dosa hambanya

Read More

Syari'at, Thariqat, Haqiqat

Inilah jalan penghidup keyakinan syari'at, thariqat, haqiqat menuju kemuliaan dengarlah yang tersirat dalam gambaran yang tersurat dalam bisikan. Inilah gambaran dari jalan menuju akhirat, yakni melalui syari'at,
thariqat dan haqiqat.
Melalui jalan ini seseorang akan mudah mengawasi ketakwaannya dan menjauhi hawa nafsu. Tiga jalan ini secara bersama-sama menjadi sarana bagi orang-orang beriman menuju akhirat tanpa boleh meninggalkan salah satu dari tiga jalan ini.
 
Haqiqat tanpa syari'at menjadi batal, dan syari'at tanpa haqiqat menjadi kosong. Dapat dimisalkan di sini, bahwa apabila ada orang memerintahkan sahabatnya mendirikan shalat, maka ia akan menjawab: Mengapa harus shalat? Bukankah sejak zaman azali dia sudah ditetapkan takdirnya? Apabila ia telah ditetapkan sebagai orang yang beruntung, tentu ia akan masuk surga walaupun tidak shalat.
 
Sebaliknya, apabila ia telah ditetapkan sebagai orang yang celaka maka, ia akan masuk neraka, walaupun mendirikan shalat.Ini adalah contoh haqiqat tanpa syari'at.
 
Sedangkan syari'at tanpa haqiqat, adalah sifat orang yang beramal hanya untuk memperoleh surga. Ini adalah syari'at yang kosong, walaupun ia yakin. Bagi orang ini ada atau tidak ada syari'at sama saja keadaannya, karena masuk surga itu adalah semata-mata anugerah Allah. Syari'at adalah peraturan Allah yang telah ditetapkan melalui wahyu, berupa perintah dan larangan.
 
Thariqat adalah pelaksanaan dari peraturan dan hokum Allah (syari'at). Haqiqat adalah menyelami dan mendalami apa yang tersirat dan tersurat dalam syari'at, sebagai tugas menjalankan firman Allah.
Mendalami syari'at sebagai peraturan dan hukum Allah menjadi kewajiban umat Islam terutama yang berkaitan dengan ibadah mahdlah, ibadah yang berhubungan langsung dengan Allah SWT. Seperti dalam firman: Iyyâka Na'budu wa Iyyâka Nasta'în yang artinya: "Hanya kepada Engkau (Allah), aku beribadah, dan hanya kepada engkau aku memohon pertolongan." (QS. Al-Fâtihah:4-5).
 
Sedangkan yang dimaksud dengan menjaga haqiqat adalah usaha seorang hamba melepaskan dirinya dari kekuatan nya sendiri dengan kesadaran bahwa semua kemampuan dari perbuatan yang ada padanya, hanya akan terlaksana dengan pertolongan Allah semata.
 
Pada dasarnya kewajiban seorang mukmin adalah melaksanakan semua perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya, dengan tidak memikirkan bahwa amal perbuatannya itulah yang akan menyelamatkannya dari siksaan neraka, atau menjadikannya masuk surga. Atau ia beranggapan tanpa amal ia akan masuk neraka, atau beranggapan hanya dengan amal ia akan masuk surga.
 
Sebenarnya ia harus berpikir dan meyakini bahwa semua amalannya hanya semata-mata untuk melaksanakan perintah Allah dan mendapatkan keridhaan-Nya. Seperti firman Allah: "Fa'budillâh Mukhlishan Lahuddîn".
Apabila Allah Ta'ala menganugerahkan pahala atas amal perbuatannya hanyalah merupakan karunia Allah belaka. Demikian juga apabila menyiksanya, maka itu semua merupakan keadilan Allah jua, yang tidak perlu dipertanyakan pertanggungjawabannya.
 
Hasan Basri mengatakan bahwasannya ilmu haqiqat tidak memikirkan adanya pahala atau tidak dari suatu amal perbuatan. Akan tetapi tidak berarti meninggalkan amal perbuatan atau tidak beramal. 
Sayyidina Ali RA,mengatakan: Barangsiapa beranggapan, tanpa adanya perbuatan yang sungguh-sungguh, ia akan masuk surga, maka itu adalah hayalan, sedangkan orang yang beranggapan bahwa dengan amal yang sungguh-sungguh dan
bersusah payah ia akan masuk surga, maka hal itu sangat sia-sia. Orang pertama adalah mutamanni dan orang yang kedua adalah muta' anni.
 
Pernah dikisahkan bahwa ada seorang laki-laki Yahudi dari Bani Israil, ia telah beribadah selama tujuh puluh tahun. Pada suatu saat ia memohon kepada Allah agar dia ditetapkan berada bersama-sama para malaikat.
Maka Allah SWT, mengutus malaikat untuk menyampaikan kepadanya bahwa dengan ibadahnya yang sekian lama itu, tidak pantas baginya untuk masuk surga. Laki-laki ini mengatakan pula kepada malaikat itu setelah mendengar berita dari Allah SWT. "Kami diciptakan Allah di dunia ini hanya untuk beribadah kepada Allah, maka sepantasnyalah kami berkewajiban beribadah (tunduk) kepada-Nya."
 
Tatkala malaikat itu kembali melaporkan apa yang didengarnya dari hamba Allah tersebut, ia berkata: "Ya Allah, Engkau lebih mengetahui apa yang diucapkan oleh laki laki tersebut." Allah SWT pun berfirman. "Jika ia tidak berpaling dan tunduk beribadah kepada-Ku, maka dengan karunia dan kasih sayang-Ku, Aku tidak akan meninggalkannya. Saksikanlah olehmu, sesungguhnya Aku telah mengampuninya".
 
Syari'at
 
Ibarat bahtera itulah syari'at Ibarat samudera itulah thariqat Ibarat mutiara itulah haqiqat.
 
Ungkapan dari syair di atas menjelaskan kedudukan tia jalan menuju akhirat. Syari'at ibarat kapal, yakni sebagai instrumen mencapai tujuan. Thariqat ibarat lautan, yakni sebagai wadah yang mengantar ke tempat tujuan. Haqiqat ibarat mutiara yang sangat berharga dan banyak manfaatnya.
 
Untuk memperoleh mutiara haqiqat, manusia harus mengarungi lautan dengan ombak dan gelombang yang dahsyat. Sedangkan untuk mengarungi lautan itu, tidak ada jalan lain kecuali dengan kapal. Sebagian Ulama menerangkan tiga jalan ke akhirat itu ibarat buah pala atau buah kelapa. Syari'at ibarat kulitnya, thariqat isinya dan haqiqat ibarat minyaknya. Pengertiannya ialah, minyak tidak akan diperoleh tanpa memeras isinya, dan isi tidak akan diperoleh sebelum menguliti kulit atau sabutnya.
 
Agama ditegakkan di atas syari'at, karena syari'at adalah peraturan dan undang-undang yang bersumber kepada wahyu Allah. Perintah dan larangannya jelas dan dijalankan untuk kesejahteraan seluruh manusia.
Menurut Syaikh al-Hayyiny, syari'at dijalankan berdasarkan taklif (beban dan tanggungjawab) yang dipikul kepada orang yang telah mampu memikul beban atau tanggungjawab (mukallaf). Haqiqat adalah apa yang telah diperoleh sebagai ma'rifat.
 
Syari'at dikukuhkan oleh haqiqat dibuktikan oleh syari'at. Adapun syari'at adalah bukti pengabdian manusia yang diwujudkan berupa ibadah, melalui wahyu yang disampaikan kepada para Rasul. Haqiqat itu sendiri merupakan bukti dari penghambaan (ibadah)manusia terhadap Allah SWT, dengan tunduk kepada hokum syari' at tanpa perantaraan apapun.
 
Thariqat
 
Adalah thariqat itu suatu sikap hidup ,Orang yang teguh pada pegangan yang genap, Ia waspada dalam ibadah yang mantap, Bersikap wara' berperilaku dan sikap. Dengan riyadhah itulah jalan yang tetap.
Para Ulama berpendapat thariqat adalah jalan yang ditempuh dan sangat waspada dan berhati-hati ketika beramal ibadah. Seseorang tidak begitu saja melakukan rukhshah (ibadah yang meringankan) dalam menjalankan macam-macam ibadah. Walaupun ada kebolehan melakukan rukhshah, akan tetapi sangat berhati-hati melaksanakan amal ibadah. Diantara sikap hati-hati itu adalah
bersifat wara'.
 
Menurut al-Qusyairy, wara' artinya berusaha untuk tidak melakukan hal-hal yang bersifat syubhat (sesuatu yang diragukan halal haramnya). Bersikap wara' adalah suatu pilihan bagi ahli thariqat.
 
Imam al-Ghazaly membagi sifat wara' dalam empat tingkatan. Tingkat yang terendah adalah wara'ul 'adl (wara' orang yang adil) yakni meninggalkan suatu perbuatan sesuai dengan ajaran fiqh, seperti makan riba atau perjanjian-perjanjian yang meragukan dan amal yang dianggap bertentangan atau batal.
Tingkat agak ke atas adalah wara'ush shâlihîn (wara'orang-orang saleh). Yakni menjauhkan diri dari semua perkara subhat, seperti makanan yang tidak jelas asal usulnya, atau ragu atas suatu yang ada di tangan atau sedang dikerjakan, atau disimpan.
 
Tingkat yang atasnya lagi, adalah wara'ul muttaqqîn (wara' orang-orang yang takwa). Yakni meninggalkan perbuatan yang sebenarnya dibolehkan (mubah), karena kuatir kalau-kalau membahayakan, atau mengganggu keimanan, seperti bergaul dengan orang-orang yang membahayakan, orang-orang yang suka bermaksiat, memakai pakaian yang serupa dengan orang- orang yang berakhlak jelek, menyimpan barang-barang berbahaya atau diragukan kebaikannya. Contoh, sahabat Umar bin Khattab meninggalkan 9/10 (sembilan per sepuluh) dari hartanya yang halal karena kuatir berasal dari perilaku haram.
 
Tingkat yang tertinggi adalah, wara'ush shiddiqqîn (wara' orang-orang yang jujur). Yakni menghindari sesuatu walaupun tidak ada bahaya sedikitpun, umpamanya hal-hal yang mubah yang terasa syubhat.
Kisah-kisah berikut ini menunjukkan sifat-sifat orang yang wara'.
 
Pada masa Imam Ahmad bin Hambal, hiduplah seorang sufi bernama Bisyir al-Hafy. Ia mempunyai saudara perempuan yang bekerja memintal benang tenun. Biasanya pekerjaan itu dikerjakan di loteng rumahnya. Ia bertanya kepada Imam Ahmad, "Pada suatu malam ketika ia sedang memintal benang, cahaya obor lampu orang Thahiriyah (mungkin tetangga) masuk memancar ke loteng kami.
 
Apakah kami boleh memanfaatkan cahaya lampu obor tersebut untuk menyelesaikan pekerjaan kami?" Imam Ahmad menjawab "Sungguh dari dalam rumahmu telah ada cahaya orang yang sangat wara', maka janganlah engkau memintal benang dengan memanfaatkan cahaya obor itu".
Abu Hurairah mengatakan: "Pada suatu hari seorang saudaraku datang mengunjungiku. Untuk menyajikan makanan buat menghormatinya, saya belikan lauk seekor ikan panggang. Setelah selesai menyantap makanan itu, saya ingin membersihkan tangannya dari bau ikan baker itu. Dari dinding rumah tetangga, saya mengambil debu bersih untuk membersihkan dan menghilangkan bau amis dari tangannya. Akan tetapi saya belum minta izin tetangga tersebut untuk menghalalkan perbuatan saya itu. Saya menyesali atas perbuatan saya itu empat puluh tahun lamanya".
 
Dikisahkan juga bahwa ada seorang laki-laki mengontrak sebuah rumah. Ia ingin menghiasi ruangan rumah itu, lalu menuliskan khat-khat riq'i pada salah satu dindingnya. Ia berusaha menghilangkan debu-debu pada dinding rumah kontrakan itu. Karena ia merasa bahwa perbuatan itu baik dan tidak ada salahnya. Ketika ia sedang membersihkan debu-debu pada dinding rumah itu, didengarnya suara, "Hai orang yang menganggap remeh pada debu engkau, akan mengalami perhitungan amal yang sangat lama".
 
Imam Ahmad bin Hanbal pernah menggadaikan sebuah bejana tembaga kepada tukang sayur Makkah. Ketika hendak ditebusnya bejananya itu, si tukang sayur mengeluarkan dua buah bejana lalu ia berkata: "Ambillah salah satu, mana yang jadi milikmu". Imam Ahmad berkata, "Saya sendiri ragu, mana dari dua bejana itu yang menjadi milikku. Untuk itu ambil olehmu bejana dan uang tebusannya. Saya rela semua untukmu". Tukang sayur itu serta merta menunjukkan, mana bejana milik Imam Ahmad, lalu berkata: "Inilah milikmu". Imam Ahmad berkata, "Sesungguhnya aku hanya menguji kejujuranmu! Sudah, saya tidak akan membawanya lagi," sambil berjalan meninggalkan tukang sayur itu.
 
Diriwayatkan bahwasannya Ibnu al-Mubarak pulang pergi dari Marwan ke Syam untuk mengembalikan setangkai pena, yang belum sempat dikembalikan kepada pemiliknya.
Hasan al-Bashry pernah menanyakan kepada seorang putera sahabat Ali bin Abi Thalib, ketika itu sedang bersandar di Ka'bah sambil memberi pelajaran. Hasan al-Bashry bertanya: "Apakah yang membuat agama menjadi kuat?" Dijawabnya: "yang menguatkan agama adalah sifat wara'". "Apa yang merusak agama?" "yang merusak agama adalah tamak". Jawaban itu mengagumkan Hasan al-Basry, lalu ia berkata "Dengan sifat wara' yang ikhlas lebih baik dari seribu kali shalat dan puasa".
 
Itulah beberapa kisah yang menghiasi akhlak para sufy masa lampau. Sifat yang mengagumkan yang melekat dalam hidup mereka. Demikian juga sifat mulia para sahabat tabi'in dan tabi'it-tabi'in. Kata wa-azimatun, menurut lughat, artinya cita-cita yang kuat. Maksudnya penuh kesungguhan dan sabar menghadapi bermacam-macam masalah hidup, akan tetapi kuat menghadapinya dan
mampu mengendalikan hawa nafsu.
 
Demikian juga melatih diri dengan riyadlah yang dapat memperkuat ibadah dan melakukan ketaatan. Umpamanya riyadlah mengendalikan keinginan yang mubah, seperti puasa makan, minum, tidur, menahan lapar seperti puasa, sunnat, atau meninggalkan hal-hal yang kurang berguna bagi kemantapan dan konsentrasi jiwa kaum sufi.
Nabi SAW bersabda: "Cukuplah kiranya bagi manusia beberapa suapan untuk menegakkan tulang punggungnya. Apabila ingin lebih dari itu, hendaklah ia membagi perutnya; sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum, dan sepertiga lagi untuk bernafas".
 
Dalam hadits lain Nabi SAW bersabda: "Bukankah manusia itu tertelungkup dalam neraka, tidak lain karena buah omongan lisannya. Sedangkan usia manusia itu adalah modal pokok perdagangannya. Apabila disia-siakan dengan makhluk perbuatan yang tidak berguna, maka sungguh ia telah merusaknya dengan kesia-siaan".
Oleh karena itu mengamalkan ilmu thariqat sama dengan menghindari segala macam perbuatan mubah, seperti telah dicontohkan di atas. Itulah jalan suci akan mengantarkan manusia kepada ketaatan dan kebahagiaan.
 
Haqiqat
 
Haqiqat adalah akhir perjalanan mencapai tujuan ,Menyaksikan cahaya nan gemerlapan, Dari ma'rifatullah yang penuh harapan. Untuk menempuh jalan menuju akhirat haqiqat adalah tonggak terakhir. Dalam haqiqat itulah manusia yang mencari dapat menemukan ma'rifatullâh. Ia menemukan hakikat yang tajalli dari kebesaran Allah Penguasa langit dan bumi. Menurut Imam al-Ghazaly, tajalli adalah rahasia Allah berupa cahaya yang mampu membuka seluruh rahasia dan ilmu.
 
Tajalli akan membuka rahasia yang tidak dapat dipandang oleh mata kepala. Mata hati manusia menjadi terang, sehingga dapat memandang dengan jelas semua yang tertutup rapat dari penglihatan lahiriah manusia.
Al-Qusyairi membedakan antara syari'at dan haqiqat sebagai berikut: Haqiqat adalah penyaksian manusia tentang rahasia-rahasia ketuhanan dengan mata hatinya.
Syari'at adalah kepastian hukum dalam ubudiyah, sebagai kewajiban hamba kepada Al-Khaliq.
 
Syari'at ditunjukkan dalam bentuk kaifiyah lahiriyah antara manusia dengan Allah SWT . Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa, perumpamaan syari'at adalah ibarat kapal, thariqat ibarat lautan, dan haqiqat ibarat mutiara. Seperti pada bunyi syair, "Barangsiapa yang ingin mendapatkan mutiara di dalam lautan, maka ia harus mengarungi lautan dengan menumpang kapal (ilmu syari'at), kemudian ia harus pula menyelam untuk mendapatkan perbendaharaan yang berada di kedalaman laut, yakni bernama mutiara (ilmu haqiqat)".
 
Para penuntut ilmu tasawuf tidak akan mencapai kehidupan yang hakiki, kecuali telah menempuh tingkatan hidup ruhani yang tiga tersebut. Menuju kesempurnaan hidup ruhani dan jasmani yang hakiki menuju hidup akhirat yang sempurna, tiga jalan itu hendaklah ditempuh bersama-sama dan bertahap. Apabila tahap-tahap itu tidak ditempuh maka penuntut tasawuf atau mereka yang berminat mencari hidup ruhani yang tentram, tidak akan mendapatkan mutiara yang sangat mahal harganya itu.
 
Wajib Bersyari'at
 
Thariqat dan haqiqat bergantung kepada syari'at. Dua tahapan itu tidak akan berhasil ditempuh oleh para penuntut, kecuali melalui syari'at. Dasar pokok ilmu syari'at adalah wahyu Allah yang tertulis jelas dalam Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Sebab ibadah mahdlah dan ghairu mahdlah serta ibadah muamalah tercantum dengan jelas dalam ilmu syari'at.
 
Siapa pun tidak boleh menganggap dirinya terlepas dari syari'at, walaupun ia ulama sufi yang besar dan piawai, atau wali sekalipun. Orang yang menganggap dirinya tidak memerlukan syari'at untuk mencapai thariqat sangat tersesat dan menyesatkan. Karena syari'at itu seluruhnya bermuatan ibadah dan muamalah, maka menjadi satu paduan dengan thariqat dan haqiqat. Ibadah seperti itu tidak gugur kewajibannya walaupun seseorang telah mencapai tingkat wali.
 
Bahkan ibadah syari'atnya wajib melebihi tingkat ibadah manusia biasa. Umpamanya mutu ibadah seorang waliyullah melebihi mutu ibadah orang-orang awam. Sebagaimana Rasulullah SAW, ketika mendirikan shalat dengan penuh kekhusyuan dan begitu lama berdiri, ruku'dan sujudnya, sehingga dua kakinya menjadi membengkak, karena dikerjakan dengan penuh kecintaan dan ketulusan.
Ketika Nabi SAW ditanya berkaitan dengan ibadahnya yang begitu hebat dan sungguh-sungguh, beliau menjawab: "Mengapa saya tidak menjadi hamba yang bersyukur?" Karena ibadah itu termasuk salah satu cara untuk mensyukuri nikmat Allah dan semua anugerah-Nya.
 
Maka para shufiyah atau waliyullah sekalipun tetap berkewajiban melaksanakan ibadah syari'at yang ditaklifkan kepada setiap muslimin dan muslimat. Oleh karena itu wajib bagi penuntut kehidupan akhirat dan para penuntut ilmu-ilmu Islam secara intensif mempelajari ilmu syari'at. Sebab semua ilmu yang berkaitan erat dengan kehidupan dunia dan akhirat, bergantung erat kepada ilmu syari'at. Ilmu tasawuf dengan pendekatan kebatinan (ruhaniyah) tetap bergantung erat dengan syari'at. Tanpa syari'at semua ilmu dan keyakinan ruhaniyah tidak ada artinya.
 
Hati para shufiyah akan cemerlang sinarnya dalam menempuh kehidupan ruhaniyah yang tinggi, hanya akan diperoleh dengan ilmu syari'at. Demikian juga kemaksiatan batin dan pencegahannya sudah tercantum dari teladan Nabi SAW, semuanya tercantum dalam ilmu syari'at.
 
Ilmu tasawuf, adalah bahagian dari akhlak mahmudah, hanya akan diperoleh dari uswah hasanah-nya Nabi Muhammad SAW. Cahaya yang bersinar dari kehidupan Nabi SAW adalah pokok dasar bagi pengembangan ilmu tasawuf atau dasar pribadi bagi para penuntut ilmu tasawuf.
Menurut tuntunan Nabi SAW, hati adalah ukuran pertama penuntut ilmu tasawuf. Dengan kesucian hati dan ketulusannya melahirkan akhlak mahmudah dan mencegah akhlak mazmumah, seperti yang diajarkan dalam sunnah Nabi SAW, sebagian dari ilmu syari'at.
 
Dengan pengertian lain, hati manusia shufiyah itu akan ditempati oleh thariqat yang berdasarkan syari'at.
Ma'rifatullah Para ulama tasawuf dan kaum shufiyah menempuh beberapa cara untuk mecapai tingkat tertinggi dalam shufiyah, atau ma'rifatullah. Untuk mencapai ma'rifatullah ini setiap penuntut shufiyah menempuh jalan yang tidak sama. Ma'rifatullah adalah tingkat telah mencapai thariqat al-haqiqah. Akan tetapi tidak berarti thariqat menuju ma'rifatullah itu harus secara khusyusiah, lalu menempatkan diri hanya dalam ibadah batiniyah belaka. Akan tetapi untuk mencapai tingkat thariqat ma'rifatullah itu, para penuntut dapat juga mencapai melalui berguru langsung dengan para syaikh yang mursyid.
 
Para syaikh yang mursyid, biasanya suka memberi pelajaran dan pendidikan kepada masyarakat untuk memberi petunjuk kaifiyat ibadah dan tauhid Uluhiyah yang bersih dan uswah hasanah Nabi SAW.
 
Imam al-Ghazaly berkata: "Barangsiapa berilmu dan beramal serta mengajarkan ilmunya, maka ia termasuk orang yang mendapat predikat orang mulla di kerajaan langit. Ia telah berma'rifat kepada Allah. Ia adalah ibarat matahari yang menyinari dirinya sendiri, atau laksana minyak misik yang harum yang menyebarkan keharuman disekitarnya, sedangkan ia sendiri berada dalam keharuman".
 
Ketika seorang guru (da'i) sedang asyik mengajarkan ia berada dalam suasana yang agung dan suci. Oleh karena itu seorang da'i atau guru yang sedang mengajar Al Islam, hendaklah selalu menjaga kesucian dan adab-adabnya. Ada pula yang menempuh jalan zikrullah dengan mewiridkan zikir-zikir yang ma'tsur atau amalan yang bernilai ibadah, seperti membaca Al-Qur'an, bertahmid, tasbih dan tahlil. Cara ini dijalankan oleh penuntut ilmu mutajarridah (konsentrasi diri untuk semata-mata beribadah), termasuk jalan yang ditempuh oleh orang-orang saleh.
 
Cara lain lagi yang ditempuh ialah dengan menghidmatkan diri kepada ulama Fiqh, atau ulama tasawuf atau ulama Islam umumnya. Cara berguru, belajar dan mengajar seperti ini sangat penting dan lebih utama dari shalat sunnat. Karena perbuatan atau amal seperti itu termasuk maslahah mursalah (kepentingan umum), karena juga bernilai ibadah.
Sayyid Abdul Qadir Jailany RA, berkata: "Saya tidak akan mencapai ma'rifatullah dengan hanya qiyamullail, atau berpuasa sepanjang hari. Akan tetapi sampainya saya kepada ma'rifatullah, adalah juga dengan amalan maslahah mursalah, seperti bermurah hati dan menyantuni semua orang, tasamuh dan tawadlu'.
 
Ada juga yang beribadah untuk membantu dan menggembirakan orang lain. Termasuk berusaha mencari nafkah, seperti mencari kayu bakar di hutan, lalu dijual dan hasilnya disedekahkan bagi kepentingan umum. Cara-cara seperti ini merupakan ibadah, selain banyak manfaatnya, juga akan mencapai ma'rifatullah karena akan memperoleh do'anya masyarakat umum dan kaum dhu'afa".
 
wassalam, arief hamdani
 
1.Tasawuf adalah spesifikasi dari ajaran islam dalam bidang irfan, seperti bidang-bidang lain yg terspesialisasi seperti ilmu tafsir, ilmu hadits, balaghah, nahwu sharaf dll. Menafikkan cabang-cabang ini berarti menafikan "keagungan" ajaran islam. Mengapa islam dapat diterima oleh semua "kasta" dalam masyarakat manusia, karena kebenaran dan keagungan islam bukanlah monopoli ahli dalil.
 
2. Menggeneralisir dan menjustifikasi masalah besar (Tasawuf), dg mengajukan kasus kecil (penyimpangan dalam praktek tasawuf), adalah cara berfikir yg tidak adil.
 
3. Berikut saya suguhkan DIALOG AHLI HADIST dan AHLI IRFAN, yg keduanya diakui dalam bidangnya oleh dunia islam, Syaikh Ibnu Taymiyah dan Ibnu Athaillah Al Sakandary:
 
http://www.at-tauhid.com/athaillah.html
Saduran  
Dialog Ibn Athaillah Al Sakandari (w. 709 H) dengan Ibn Taymiyah (w. 728 H)
 
 
 
 
DIALOG AHLI HADIST DAN AHLI IRFAN
 
Bismillahi ar rahmani ar rahiim
 
Abu Fadl Ibn Athaillah Al Sakandari (wafat 709), salah seorang imam sufi terkemuka yang juga dikenal sebagai seorang muhaddits, muballigh sekaligus ahli fiqih maliki, adalah penulsi karya-karya berikut: Al Hikam, Miftah ul Falah, Al Qasdul al Mujarrad fi Ma¡Ã‡rifat al ism al-Mufrad, Taj al-Arus al-Hawi li tadhhib al-nufus, Unwan al-Taufiq fi al Adad al-Thariq, sebuah biografi: Al-Lataif fi manaqib Abi al Abbas al Mursi wa sayykhihi Abi al Hasan, dan lain-lain. Beliau adalah murid Abu al Abbas Al-Musrsi (wafat 686) dan generasi penerus kedua dari pendiri tarekat Sadziliyah: Imam Abu Al Hasan Al Sadzili.
 
Ibn Athaillah adalah salah seorang yang membantah Ibn Taymiyah atas serangannya yang berlebihan terhadap kaum sufi yang tidak sefaham dengannya. Ibn Athaillah tak pernah menyebut Ibn Taymiyah dalam setiap karyanya, namun jelaslah bahwa yang disinggungnya adalah Ibn Taymiyah saat ia mengatakan dalam Lata¡Ã‡if: sebagai "cendekiawan ilmu lahiriyah".1 Halaman berikut ini merupakan terjemahan Inggris pertama atas dialog bersejarah antara kedua tokoh tersebut.
 
Naskah Dialog
Dari Usul al-Wusul karya Muhammad Zaki Ibrahim Ibn Katsir, Ibn Al Athir, dan penulis biografi serta kamus biografi, kami memperoleh naskah dialog bersejarah yang otentik.2 Naskah tersebut memberikan ilham tentang etika berdebat di antara kaum terpelajar. Di samping itu, ia juga merekam kontroversi antara pribadi yang bepengaruh dalam tsawuf: Syaikh Ahmad Ibn Athaillah Al Sakandari, dan tokoh yang tak kalah pentingnya dalam gerkan "Salafi": Syaikh Ahmad Ibn Abd Al Halim Ibn Taymiyah selama era Mamluk di Mesir yang berada dibawah pemerintahan Sulthan Muhammad Ibn Qalawun (Al Malik Al Nasir).
 
Kesaksian Ibn Taymiyah kepada Ibn Athaillah
Syaikh Ibn Taymiyah ditahan di Alexandria. Ketika sultan memberikan ampunan, ia kembali ke Kairo. Menjelang malam, ia menuju masjid Al Ahzar untuk sholat maghrib yang diimami Syaikh ibn Athaillah. Selepas shalat, Ibn Athailah terkejut menemukan Ibn Taymiyah sedang berdoa dibelakangnya. Dengan senyuman, sang syaikh sufi menyambut ramah kedatangan Ibn Taymiyah di Kairo seraya berkata: Assalamualaykum, selanjutnya ia memulai pembicaraan dengan tamu cendekianya ini.
 
Ibn Athaillah: "Biasanya saya sholat di masjid Imam Husein dan sholat isya di sini. Tapi lihatlah bagaimana ketentuan Allah berlaku! Allah menakdirkan sayalah orang pertama yang harus menyambut anda (setelah kepulangan anda ke Kairo). Ungkapkanlah kepadaku wahai faqih, apakah anda menyalahkanku atas apa yang telah terjadi?"
 
Ibn Taymiyah: "Aku tahu, anda tidak bermaksud buruk terhadapku, tapi perbedaan pandangan diantara kita tetap ada. Sejak hari ini, dalam kasus apapun, aku tidak mempersalahkan dan membebaskan dari kesalahan, siapapun yang berbuat buruk terhadapku"
 
Ibn Athaillah: Apa yang anda ketahui tentang aku, syaik Ibn Taymiyah?
 
Ibn Taymiyah: Aku tahu anda adalah seorang yg saleh, berpengetahuan luas, dan senantiasa berbicara benar dan tulus. Aku bersumpah tidak ada orang selain anda, baik di Mesir maupun Syria yang lebih mencintai Allah ataupun mampu meniadakan diri di (hadapan) Allah atau lebih patuh atas perintahNya dan menjauhi laranganNya. Tapi bagaimanapun juga kita memiliki perbedaan pandangan. Apa yang anda ketahui tentang saya? Apakah anda saya sesat dengan menolak kebenaran (praktik) meminta bantuan seseorang untuk memohon pertolongan Allah (istighatsah)?
 
Ibn Athaillah: Tentu saja, rekanku, anda tahu bahwa istighatsah atau memohon pertolongan sama dengan tawasul atau mengambil wasilah (perantara) dan meminta syafaat; dan bahwa rasulullah saw, adalah seorang yang kita harapkan bantuannya karena beliaulah perantara kita dan yang syafaatnya kita harapkan.
 
Ibn Taymiyah: Mengenai hal ini saya berpegang pada sunnah rasul yang ditetapkan dalam syariat. Dalam hadits berbunyi sebagai: Aku telah dianugerahkan kekuatan syafaat. Dalam ayat al qur’an Juga disebutkan::"Mudah-mudahan Allah akan menaikkan kamu (wahai nabi) ke tempat yang terpuji (q.s. Al Isra : 79). Yang dimaksud dengan tempat terpuji adalah syafaat. Lebih jauh lagi, saat ibunda khalifah Ali wafat, rasulullah berdoa pada Allah di kuburnya: "Ya Allah Yang Maha Hidup dan Tak pernah mati, Yang Menghidupkan dan Mematikan, ampuni dosa-dosa ibunda saya Fatimah binti Asad, lapangkan kubur yang akan dimasukinya dengan syafaatku, utusanMu, dan para nabi sebelumku. Karena Engkaulah Yang Maha Pengasih dan Maha Pengampun".
 
Inilah syafaat yang dimiliki rasulullah saw. Sementara mencari pertolongan dari selain Allah, merupakan suatu bentuk kemusyrikan; rasulullah sendiri melarang sepupunya, Abdullah bin Abbas, memohon pertolongan dari selain Allah.
 
Ibn Athaillah: Semoga Allah mengaruniakanmu keberhasilan, wahai faqih! Maksud dari saran rasulullah kepada sepupunya Ibn Abbas, adalah agar ia mendekatkan diri kepada Allah tidak melalui kekerabatannya dengan rasul melainkan dengan ilmu pengetahuan. Sedangkan mengenai pemahaman anda tentang istighosah sebagai mencari bantuan kepada selain Allah, yang termasuk perbuatan musyrik, saya ingin bertanya kepada anda:
Adakah muslim yang beriman pada Allah dan rasulNya yang berpendapat ada selain Allah yang memiliki kekuasaaan atas segala kejadian dan mampu menjalankan apa yang telah ditetapkanNya berkenaan dengan dirinya sendiri? Adakah mukmin sejati yang meyakini ada yang dapat memberikan pahala atas kebaikan dan menghukum atas perbuatan buruk, selain dari Allah?
Disamping itu, seharusnya kita sadar bahwa ada berbagai ekspresi yang tak bisa dimaknai sebatas harfiah belaka. Ini bukan saja dikhawatirkan akan membawa kepada kemusyrikan, tapi juga untuk mencegah sarana kemusyrikan. Sebab, siapapun yang meminta pertolongan rasul berarti mengharapkan anugerah syafaat yang dimiliknya dari Allah, sebagaimana jika anda mengatakan:"Makanan ini memuaskan seleraku". Apakah dengan demikian makanan itu sendiri yang memuaskan selera anda? Ataukah disebabkan Allah yang memberikan kepuasan melalui makanan?
Sedangkan pernyataan anda bahwa Allah melarang muslim untuk mendatangi seseorang selain DiriNya guna mendapat pertolongan, pernahkah anda melihat seorang muslim memohon pertolongan kepada selain Allah? Ayat Al quran yang anda rujuk, berkenaan dengan kaum musyrikin dan mereka yang memohon pada dewa dan berpaling dari Allah. Sedangkan satu-satunya jalan bagi kaum muslim yang meminta pertolongan rasul adalah dalam rangaka bertawasul atau mengambil perantara, atas keutamaan (hak) rasul yang diterimanya dari Allah (bihaqqihi inda Allah) dan tashaffu atau memohon bantuan dengan syafaat yang telah Allah anugerahkan kepada rasulNya.
Sementara itu, jika anda berpendapat bahwa istighosah atau memohon pertolongan itu dilarang syariat karena mengarah pada kemusyrikan, maka kita seharusnya mengharamkan anggur karena dapat dijadikan minuman keras, dan mengebiri laki-laki yang tidak menikah untuk mencegah zina¡Ã‰
 
Kedua syaikh tertawa atas komentar terakhir ini. Lalu Ibn Athaillah melanjutkan:¡Ã‰Saya kenal betul dengan segala inklusifitas dan gambaran mengenai sekolah fiqih yang didirikan oleh syaikh anda, Imam Ahmad, dan saya tahu betapa luasnya teori fiqih serta mendalamnya "prinsip-prinsip agar terhindar dari godaan syaitan" yang anda miliki, sebagaimana juga tanggung jawab moral yang anda pikul selaku seorang ahli fiqih. Namun saya juga menyadari bahwa anda dituntut menelisik di balik kata-kata untuk menemukan makna yang seringkali terselubung dibalik kondisi harfiahnya. Bagi sufi, makna laksana ruh, sementara kata-kata adalah jasadnya. Anda harus menembus ke dalam jasad fisik ini untuk meraih hakikat yang mendalam.
Kini anda telah memperoleh dasar bagi pernyataan anda terhadap karya Ibn Arabi, Fususul Hikam. Naskah tersebut telah dikotori oleh musuhnya bukan saja dengan kata-kata yang tak pernah diucapkannya, juga pernyataan-pernyataan yang tidak dimaksudkannya (memberikan contoh tokoh islam). Ketika syaikh al islam Al Izz ibn Abd Salam memahami apa yang sebenarnya diucapan dan dianalisa oleh Ibn Arabi, menangkap dan mengerti makna sebenarnya dibalik ungkapan simbolisnya, ia segera memohon ampun kepada Allah atas pendapatnya sebelumnya & menokohkan Muhyiddin Ibn Arabi sebagai Imam Islam.
Sedangkan mengenai pernyataan al Sadzili yang memojokkan Ibn Arabi, perlu anda ketahui, ucapan tersebut tidak keluar dari mulutnya, melainkan dari salah seorang murid Sadziliyah. Lebih jauh lagi, pernyataan itu dikeluarkan saat para murid membicarakan sebagian pengikut Sadziliyah. Dengan demikian, pernyataan itu diambil dalam konteks yang tak pernah dimaksudkan oleh sang pembicaranya sendiri. "Apa pendapat anda mengenai khalifah Sayyidina Ali bin Abi Thalib?"
 
Ibn Taymiyah: Dalam salah satu haditsnya, rasul saw bersabda:"Saya adalah kota ilmu dan Ali lah pintunya". Sayyidina Ali adalah merupakan seorang mujahid yang tak pernah keluar dari pertempuran kecuali dengan membawa kemenagan. Siapa lagi ulama atau fuqaha sesudahnya yang mampu berjuang demi Allah menggunakan lidah, pena dan pedang sekaligus?. Dialah sahabat rasul yang paling sempurna-semoga Allah membalas kebaikannya. Ucapannya bagaikan cahaya lampu yang menerangi sepanjang hidupku setelah al quran dan sunnah. Duhai! Seseorang yang meski sedikit perbekalannya namun panjang perjuangannya.
 
Ibn Athaillah: Sekarang, apakah Imam Ali meminta agar orang-orang berpihak padanya dalam suatu faksi? Sementara faksi ini mengklaim bahwa malaikat jibril melakukan kesalahan dengan menyampaikan wahyu kepda muhammad saw, bukannya kepada Ali! Atau pernahkah ia meminta mereka untuk menyatakan bahwa Allah menitis ke dalam tubuhnya dan sang imam menjadi tuhan? Ataukah ia tidak menentang dan memberantas mereka dengan memberikan fatwa (ketentuan hukum) bahwa mereka harus dibunuh dimanapun mereka ditemukan?
 
Ibn Tayniyah: Berdasarkan fatwa ini saya memerangi mereka di pegunungan Syria selama lebih dari 10 tahun.
 
Ibn Athaillah: Dan Imam Ahmad- semoga Allah meridoinya-mempertanyakan perbuatan sebagian pengikutnya yang berpatroli, memecahkan tong-tong anggur (di toko-toko penganut kristen atau dimanapun mereka temukan), menumpahkan isinya di lantai, memukuli gadis para penyanyi, dan menyerang msayarakat di jalan. Meskipun sang Imam tak memberikan fatwa bahwa mereka harus mengecam dan menghardik orang-orang tersebut.
Konsekuensinya para pengikutnya ini dicambuk, dilempar ke penjara dan diarak di punggung keledai dengan menghadap ekornya. Apakah Imam Ahmad bertanggung jawab atas perbuatan buruk yang kini kembali dilakukan pengikut Hanbali, dengan dalih melarang benda atau hal-hal yang diharamkan?
Dengan demikian, Syaikh Muhyidin Ibn Arabi tidak bersalah atas pelanggaran yang dilakukan para pengikutnya yang melepaskan diri dari ketentuan hukum dan moral yang telah ditetapkan agama serta melakukan pebuatan yang dilarang agama. Apakahanda tidak memahami hal ini?
 
Ibn Taymiyah: "Tapi bagaimana pendirian mereka di hdapan Allah? Di antara kalian, para sufi, ada yang menegaskan bahwa ketika rasulullah saw memberitakan khabar gembira pada kaum miskin bahwa mereka akan memasuki surga sebelum kaum kaya, selanjutnya kauk miskin tersebut tenggelam dalam luapan kegembiraan dan mulai merobek-robek jubah mereka; saat itu malaikat jibril turun dari surga dan mewahyukan kepada rasul bahwa Allah akan memilih di antara jubah-jubah yang robek itu; selanjutnya malaikat jibril mengangkat satu dari jubah dan menggantungkannya di singgasana Allah. berdasarkan ini, kaum sufi mengenakan jubah kasar dan menyebut dirinya fuqara atau kaum "papa".
 
Ibn Athaillah: "Tidak semua sufi mengenakan jubah dan pakaian kasar.
Lihatlah apa yang saya kenakan; apakah anda tidak setuju dengan penampilan saya?
 
Ibn Taymiyah: "tapi anda adalah ulama syariat dan mengajar di Al Ahzar."
 
Ibn Athaillah:"Al Ghazali adalah seorang imam syariat maupun tasawuf.
Ia mengamalkan fiqih, sunnah, dan syariat dengan semangat seorang sufi. Dan dengan cara ini , ia mampu menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama. Kita tahu bahwa dalam tasawuf, noda tidak memiliki tempat dalam agama dan bahwa kesucian merupakan ciri dari kebenaran. Sufi yang tulus dan sejati harus menyuburkan hatinya dengan kebenaran yang ditanamkan ahli sunnah.
Dua abad yang lalu muncul fenomena sufi gadungan yang anda sendiri telah mengecam dan menolaknya. Dimana sebagian orang mengurangi kewajiban beribadah dan peraturan keagamaan, melonggarkan berpuasa dan melecehkan pengamalan sholat wajib lima kali sehari. Ditunggangi kemalasan dan ketidakpedulian, mereka telah mengklaim telah bebas dari belenggu kewajiban beribadah. Begitu brutalnya tindakan mereka hingga Imam Qusyairi sendiri mengeluarkan kecaman dalam bukunya ar Risalah.
Di sini, ia juga menerangkan secara rinci jalan yang benar menuju Allah, yakni berpegang teguh pada Al Quran dan Sunnah. Imam tasawuf juga berkeinginan mengantarkan manusia pada kebenaran sejati, yang tidak hanya diperoleh melalui bukti rasional yang dapat diterima akal manusia yang dapat membedakan yang benar dan salah, melainkan juga melalui penyucian hati dan pelenyapan ego yang dapat dicapai dengan mengamalkan laku spiritual. Kelompok diatas selanjutnya tersingkir lantaran sebagai hamba Allah sejati, seseorang tidak akan menyibukkan diriya kecuali demi kecintaannya pada Allah dan rasulNYA. Inilah posisi mulia yang menybabkan seorang menjadi hamba yang shaleh, sehat dan sentosa. Inilah jalan guna membersihkan manusia dari hal-hal yang dapat menodai manusia, semacam cinta harta, dan ambisi akan kedudukan tertentu. Meskipun demikian, kita harus berusaha di jalan Allah agar memperoleh ketentraman beribadah. Sahabatku yang cendekia, menerjemahkan naskah secara harfiah terkadang menyebabkan kekeliruan.
Penafsiran harfiahlah yang mendasari penilaian anda terhadap Ibn Arabi, salah seorang imam kami yang terkenal akan kesalehannya. Anda tentunya mengerti bahwa Ibn Arabi menulis dengan gaya simbolis;
sedangkan para sufi adalah orang-orang ahli dalam menggunakan bahasa simbolis yang mengandung makna lebih dalam dan gaya hiperbola yang menunjukkan tingginya kepekaan spiritual serta kata-kata yang menghantarkan rahasia mengenai fenomena yang tak tampak.
 
Ibn Taymiyah: "Argumentasi tersebut justru ditujukan untuk anda.
Karena saat Imam al-Qusyairi melihat pengikutnya melenceng dari jalan Allah, ia segera mengambil langkah untuk membenahi mereka. Sementara apa yang dilakukan para syaikh sufi sekarang? Saya meminta para sufi untuk mengikuti jalur sunnah dari para leluhur kami (salafi) yang saleh dan terkemuka: para sahabat yang zuhud, generasi sebelum mereka dan generasi sesudahnya yang mengikuti langkah mereka. Siapapun yang menempuh jalan ini, saya berikan penghargaan setinggi-tingginya dan menempatkan sebagai imam agama. Namun bagi mereka yang melakukan pembaruan yang tidak berdasar dan menyisipkan gagasan kemusyrikan seperti filososf Yunani dan pengikut Budha, atau yang beranggapan bahwa manusia menempati Allah (hulul) atau menyatu denganNya (ittihad), atau teori yang menyatakan bahwa seluruh penampakan adalah satu adanya/kesatuan wujud (wahdatul wujud) ataupun hal-hal lain yang diperintahkan syaikh anda: semuanya jelas perilaku ateis dan kafir".
 
Ibn Athaillah: "Ibn Arabi adalah salah seorang ulama terhebat yang mengenyam pendidikan di Dawud al Zahiri seperti Ibn Hazm al Andalusi, seorang yang pahamnya selaras dengan metodologi anda tentang hokum islam, wahai penganut Hanbali! Tetapi meskipun Ibn Arabi seorang Zahiri (menerjemahkan hukum islam secara lahiriah), metode yang ia terapkan untuk memahami hakekat adalah dengan menelisik apa yang tersembunyi, mencari makna spiritual (thariq al bathin), guna mensucikan bathin (thathhir al bathin). Meskipun demikian tidak seluruh pengikut mengartikan sama sama apa-apa yang tersembunyi. Agara
anda tidak keliru atau lupa, ulangilah bacaan anda mengenai Ibn Arabi dengan pemahaman baru akan simbol-simbol dan gagasannya. Anda akan menemukannya sangat mirip dengan al-Qusyairi. Ia telah menempuh jalan tasawuf di bawah payung al-quran dan sunnah, sama seperti hujjatul Islam Al Ghazali, yang mengusung perdebatan mengenai perbedaan mendasar mengenai iman dan isu-isu ibadah namun menilai usaha ini kurang menguntungkan dan berfaedah. Ia mengajak orang untuk memahami bahwa mencintai Allah adalah cara yang patut ditempuh seorang hamba Allah berdasarkan keyakinan.
Apakah anda setuju wahai faqih? Atau anda lebih suka melihat perselisihan di antara para ulama? Imam Malik r.a. telah mengingatkan mengenai perselisihan semacam ini dan memberikan nasehat:"Setiap kali seseorang berdebat mengenai iman, maka kepercayaannya akan berkurang."
Sejalan dengan ucapan itu, Al Ghazali berpendapat: Cara tercepat untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah melalui hati, bukan jasad. Bukan berarti hati dalam bentuk fisik yang dapat melihat, mendengar atau merasakan secara gamblang. Melainkan, dengan menyimpan dalam benak, rahasia terdalam dari Allah Yang Maha Agung dan Besar, yang tidak dapat dilihat atau diraba. Sesungguhnya ahli sunnahlah yang menobatkan syaikh sufi, Al Ghazali, sebagai Hujjatul Islam, dan tak seorangpun yang menyangkal pandangannya bahkan seorang cendekia secara berlebihan berpendapat bahwa ihya ulumuddin nyaris setara dengan Al Quran. Dalam pandangan Ibn Arabi dan Ibn Al Farid, taklif atau kepatuhan beragama laksana ibadah yang mihrab atau sajadahnya menandai aspek bathin, bukan semata-mata ritual lahiriah saja. Karena apalah arti duduk berdirinya anda dalam sholat sementara hati anda dikuasai selain Allah. Allah memuji hambaNya dalam Al Quran:"(Yaitu) orang-orang yang
khusyuk dalam sholatnya"; dan Ia mengutuk dalam firmanNya: "(Yaitu) orang-orang yang lalai dalam sholatnya". Inilah yang dimaksudkan oleh Ibn Arabi saat mengatakan: "Ibadah bagaikan mihrab bagi hati, yakni aspek bathin, bukan lahirnya".
Seorang muslim takkan bisa mencapai keyakinan mengenai isi Al Quran, baik dengan ilmu atau pembuktian itu sendiri, hingga ia membersihkan hatinya dari segala yang dapat mengalihkan dan berusaha untuk khusyuk.
Dengan demikian Allah akan mencurahkan ilmu ke dalam hatinya, dan dari sana akan muncul semangatnya. Sufi sejati tak mencukupi dirinya dengan meminta sedekah. Seseorang yang tulus adalah ia yang menyuburkan diri di (hadapan) Allah dengan mematuhiNya. Barangkali yang menyebabkan para ahli fiqih mengecam Ibn Arabi adalah karena kritik beliau terhdap keasyikan mereka dalam berargumentasi dan berdebat seputar masalah iman, hukum kasus-kasus yang terjadi (aktual) dan kasus-kasus yang
baru dihipotesakan (dibayangkan padahal belum terjadi). Ibn Arabi mengkritik demikian karena ia melihat betapa sering hal tersebut dapat mengalihkan mereka dari kejernihan hati. Ia menjuluki mereka sebagai "ahli fiqih basa-basi wanita". Semoga Allah mengeluarkanmu karena telah menjadi salah satu dari mereka! Pernahkan anda membaca pernyataan Ibn Arabi bahwa:"Siapa saja yang membangun keyakinannya semata-mata berdasarkab bukti-bukti yang tampak dan argumen deduktif, maka ia membangun keyakinan dengan dasar yang tak bisa diandalkan. Karena ia akan selalu dipengaruhi oleh sangahan-sangahan balik yang konstan. Keyakinan bukan berasal dari alasan logis melainkan tercurah
dari lubuk hati." "Adakah pernyataan yang seindah ini?"
 
Ibn Taymiyah:"Anda telah berbicara dengan baik, andaikan saja gurumu seperti yang anda katakan, maka ia sangat jauh dari kafir. Tapi menurutku apa yang telah ia ucapkan tidak mendukung pandangan yang telah anda kemukakan."
 
*Diterjemahkan oleh Leinovar dari On Tasawuf Ibn Atha'illah
Al-Sakandari: The Debate with Ibn Taymiyah, dalam Syaikh M. Hisyam Kabbani's The repudiation of "Salafi" Innovations (Kazi, 1996) h. 367-379.
 
Foot Note:
1. Ibn Atha'illah, Lata'if al minan fi manaqib Abi al Abbas. Pada bagian Lata'if al-minan wa al akhlaq, karya Sya'rani (Kairo, 1357) 2:17-18.
2. Lihat Ibn Al Imad, Shadharat al dzahab (1350/1931) 6:20; Al Zirikly, al A'lam (1405/1984) 1:221; Ibn Hajar, al Dhurrar al Kamina (1348/1929) 1:148-273; Al Maqrizi, Kitab al Suluk (1934-1958) 2:40-94; Ibn Kathir, al Bidayah wa al Nihayah (1351/1932) 14:45; Subki, Tabaqat al Shafi'iyyah (1324/1906) 5:177. dan 9:23; Suyuti, Husn al Muhadara fi Akhbar misr wa al qahira (1299/) 1:301; Al Dawadari, al Durr al fakhir fi sirat Al Malik Al Nasir (1960) hal 200; Al Yafi'I, Mi'rat Al Janan (1337/1918) 4:246; Sya'rani, Al Tabaqat al Kubra (1355/1936) 2:19; Al Nabhani, jami' karamat al awliya (1381/1962) 2:25.
3. dst masih banyak lagi foot note yg tidak ditulis ulang di sini……..maaf


Read More