Showing posts with label nabi. Show all posts
Showing posts with label nabi. Show all posts

cahaya rosululloh

Read More

three lion

Read More

ya rosulullah


Nabi bersabda "tidak beriman seseorang sehingga aku lebih di senanginya lebih dari kedua orang tua, anak, dan manusia semua" sedang nabi memperkenalkan nama beliau “saya Muhammad (orang yang dipuji) dan saya Makhi (orang yang melebur) yang dengan pelantaraanku Allah melebur kekufuran dan saya Khasyir (orang yang mengumpulkan)yang mengumpulkan manusia diatas telapakku dan saya ‘Aqib (orang yang mengganti para nabi). (jawahirul bukhori)

Nama beliau Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushoi bin Kilab bin Murroh bin Ka'ab bin Luai bin Gholib bin Fahrin (Quroisy) bin Malik bin Nadhor bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhor bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan terus sampai nabi Ismail (tujanuddarori)

'Athok bin yasar Ka'bil Akhbar berkata "ayahku mengajarku kitab taurat, seluruhnya dihatamkan kecuali selembar dari kitab taurat yang tidak diajarkannya, lalu selembar dari kitab taurat itu dimasukkan ke dalam peti, ketika ayahku wafat, maka peti itu saya buka, ternyata dalam lembaran kitab taurat itu terdapat keterangan tentang kelahiran nabi akhir zaman. Tempat lahirnya di mekkah dan hijrahnya di medinah serta pemerintahannya sampai ke negeri syam. Dia mengguntingrambutnya, dan berkain pada perutnya, dia nabi yang terbaik diantara para nabi, dan umatnyapun menjadi umat terbaik pula. Mereka bertakbir mengagungkan kebesaran Allah SWT setiap mendaki ketempat yang tinggi, mereka berbaris-baris ketika sholatnya, seperti halnya barisan mereka ketika berperang. Hati mereka bagaikan isi mushhaf, senantiasa mereka menyanjungkan puja puji kepada Allah SWT dalam kondisi susah dan kelaparan. Sepertiga dari umatnya masuk kesurga tanpa hisab dan sepertiga lagi umat yang berdosa lalu diampuninya, dan sepertiga lainnya umat berdosa dan kesalahan besar lalu Allah berfirman kepada malaikat "kalian periksalah mereka itu dan timbanglah amal mereka" kemudian malaikat melapor "ya Tuhan kami, kami mendapati mereka itu melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, dan kami dapatkan amal dosa mereka bagaikan gunung. Hanya saja mereka itu bersaksi bahwasanya tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah pesuruh Allah SWT", mendengar laporan malaikat tersebut, lalu Allah berfirman "demi kemulyaanKu dan keagunganKu, Aku tidak menyamakan orang yang mempunyai pemgakuan murni terhadap wujudKu dengan orang yang mendustakan kepadaKu, masukkan lah mereka itu ke surga dengan rahmatKu"

Nabi bersabda "sesungguhnya orang quraisy (nabi Muhammad) ketika masih berbentuk nur diharibaan Allah AzzawaJalla, kira-kira dua ribu tahun lagi sebelum Allah menjadikan nabi Adam, nur tersebut telah bertasbih kepada Allah SWT dan dengan tasbihnya itu ikut pula malaikat bertasbih kepadaNya. Ketika Allah menjadikan nabi Adam, maka Allah menitipkan nur tersebut pada tanah liat kejadiannya" kemudian nabi bersabda lagi "kemudian Allah menurunkan saya dibumi pada tulang belakang nabi Adam, dan saya diikutkan bahtera nabi Nuh, yang saya pada saat itu berada didalam sulbinya (tulang rusuknya), lalu saya diletakkan pula didalam sulbi nabi Ibrohim ketika dilemparkan kedalam ganasnya api raja namrud, senantiasa Allah 'AzzawaJalla memindahkan saya dari sulbi-sulbi yang suci ke rahim-rahim yang bersih lagi yang megah, sehingga Allah melahirkan saya ke haribaan bapak ibu saya yang keduanya belum pernah melakukan perzinaan sama sekali"

Disaat-saat malaikat Jibril telah mengumandangkan seruannya tentang kelahiran nur Muhammad itu, maka bergoncanglah arsy karena marasa gembira dengan berita yang menyenangkan itu, dan bertambah-tambah takutlah kursi Allah dan bertambah tenang pulalah memuliakannya, dan langit penuh dengan cahaya sedangkan para malaikat bergemuruh mengucapkan tahlil dan pujian serta bacaan istighfar (maha suci Allah dan segala puji bagi Allah, dan tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya melainkan Allah, maha agung Allah) Ibunya senantiasa melihat bermacam-macam tanda kemegahannya serta keutamaanya, sehingga anak dalam kandungan cukup sempurna masanya, lalu ketika ibunya telah merasakan dirinya akan bersalin dengan izin Tuhan pencipta makhluk, maka lahirlah Muhammad saw yang menjadi kekasih Allah dalam keadaan bersujud sebagai pernyataan bersyukur dan penyampai puji sedangkan raut mukanya bagaikan bulan purnama yang mencapai puncaknya.

Nabi Muhammad saw diangkat menjadi pesuruh Allah di negeri tihamah (mekkah) ketika masa menjelang kiamat, yang pada tulang belakannya terdapat tanda berupa cap kenabian, jika dalam perjalanan dinaungi dengan awan tebal dan perintahnya dipatuhi pula oleh awan, pelipisnya cemerlang bercahaya yang rambutnya hitam pekat, hidungnya mancung berdiri tegak bagaikan huruf alif, mulutnya bulat seperti huruf mim, keningnyamelengkung bagaikan nun, pendengarannya dapat mendengar gerit qalam di lauh makhfudz, penglihatannya tembus pandang sampai kepetaka langit ketujuh, dua tapak kakinya di cium onta lalu hilanglah rasa sakit yang di derita unta itu, binatang dhob (sejenis biawak) beriman kepadanya, dan pohon-pohon kayu memberikan salam kepadanya dan batu-batu mengucapkan sesuatu kepadanya dan batang kurma meratapinya, bagaikan ratapan orang yang sedih merintih karena cintanya kepada nabi, dua tangannya kelihatan berkahnya pada makanan dan minuman, hatinya tiada lalai dan tiada tidur akan tetapi senantiasa berhidmad dan mengingati Allah, jika disakiti maka ia mengampuni dan tidak membalas, jika dimusuhi ia diam dan tidak menjawab, ketika isro' derajatnya diangkat sampai kesuatu tempat tertinggi yang belum pernah ditempuh oleh malaikat sebelumnya dan sesudahnya, didalam serombongan malaikat derajatnya dapat melebihi dari lainnya (diba')

Sesungguhnya Allah berfirman dihari kiamat kepada lauh mahfdz "ya lauh, bagaimanakah amanah yang Kuberikan kepadamu?" lauh mahfudz menjawab "saya telah mewakilkan dan menyerahkannya kepada Isrofil" Allah berfirman "ya Isrofil, apa yang kamu perbuat dengan amanahKu" Isrofil menjawab "saya sudah menyerahkan kepada Mikail" Mikail kepada Jibril, kemudian Allah berfirman "Apa yang kamu lakukan dengan amanatKu?" Jibril menjawab "wahai TuhanKu, saya sudah menyerahkannya kepada kekasih Mu Muhammad" Allah berfirman "datangkanlah kekasihku Muhammad dengan buroq" maka Jibril datang dan berkata "ya Muhammad, mohon menghadap kehadirat Allah" kemudian Allah berfirman "wahai kekasihKu, apakah Jibril telah menyampaikan amanatKu? nabi menjawab "benar" Allah berfirman "apa yang kamu perbuat dengannya?" nabi menjawab "TuhanKu, saya telah menyampakannya kepada umatku" Allah berfirman "ya malaikat-malaikatKu datangkan umat kekasihku Muhammad sehingga Aku bertanya kepada mereka tentang amanahku", maka nabi berkata "umatku adalah orang yang lemah yang tidak mampu menghadap kehadiratMu" kemudian nabi berkata "wahai Tuhanku, berilah saya izin sehingga saya pergi kepada nabi adam as" maka Allah mengizinkan kemudian nabi pergi kepada nabi Adan dan berkata "wahai Adam, engkau adalah bapak dari para manusia dan saya adalah nabi mereka, apabila mereka tertimpa sakit (siksa) maka kita akan menjadi susah, maka ambillah sebagian dosa umatku dan saya sebagian yang lain sehingga mereka selamat dari pertanyaan dan hisab" maka nabi Adam berkata "wahai Muhammad, saya susah terhadap diriku maka saya tidak kuasa" kemudian Muhammad saw kembali dan sampai dibawah arsy, dan beliau sujud dan menangis dengan sejadi-jadinya dan merendah (mengharap) kepada Allah seraya berdoa "wahai Tuhanku, saya tidak memohon untuk diriku dan bukan untuk fatimah anakku dan bukan untuk hasan dan husein tetapi saya memohon untuk umatku" Allah berfirman "wahai Muhammad, angkatlah kepalamu dan mintalah maka Aku akan mengabulkan, berilah syafaat (pertolongan) maka akan diterima syafaatmu, Aku memberi umatmu apa yang kamu ridlo dan diatas apa yang Aku ridloi.(durrotunnashihin)

Nabi bersabda "pada hari kiamat orang-orang mukmin berkumpul, mereka berkata "seandainya kita mohon syafaat kepada Tuhan" maka bereka sama datang kepada Adam dan berkata "engkau adalah ayah semua manusia, Allah menjadikan engkau dengan tanganNya, Allah malaikat bersujud kepada engkau, mengajarkan berbagai nama, maka mohonkanlah syafaat bagi kami kepada Tuhan sehingga Dia memberi pertolongan/keringanan kepada kami ditempat ini" Adam menjawab "aku tidak sanggup melakukan hal itu" ia menyebutkan dosanya dan malu "datanglah kepada Nuh, sesungguhnya ia adalah rosul yang pertama, Allah telah mengutusnya kepada segenap penduduk bumi", lalu mereka mendatanginya kemudian berkata "aku tidak sanggup melakukan hal itu" dan ia menyebutkan permintaannya yang disampaikan kepada Tuhan tentang sesuatu yang ia tidak ketahui dan ia malu "maka datanglah kepada kekasih Allah (Ibrohim)", kemudian mereka datang kepadanya, ia menjawab "aku tidak sanggup melakukan hal itu, datanglkah kepada Musa, hamba yang diajak bicara oleh Allah dan telah diberi kitab Taurat", kemudian mereka mendatanginya, maka Musa menjawab "aku tidak sanggup melakukan hal itu" ia mengatakan bahwa ia telah membunuh seseorang yang tidak pernah membunuh orang lain, ia sangat malu kepada Tuhannya lalu berkata "datanglah kepada Isa, hamba Allah dan rosulNya, kalimah dan ruhNya", kemudian mereka mendatanginya, maka isa menjawab "aku tidak sanggup melakukan hal itu, datanglah kepada Muhammad saw, hamba yang telah diampuni llah dosanya yang telah lalu dan yang akan datang", lalu mereka mendatangiku, maka aku pergi dan mohon perkenan Tuhanku lalu Dia mengizinkan. Ketika aku melihat Tuhanku, aku bersujud kepadaNya dan Dia mempersilahkan aku sesuai dsengan yang dikehendakiNya kemudian diserukan "angkatlah kepadamu, mintalah pasti kamu akan diberi dan sampaikan pasti akan didengar, mohonlah syafaat pasti engkau diberi", aku mengangkat kepala lalu aku memujiNya dengan suatu pujian yang telah diajarkan, kemudian aku memohon syafaat dan sungguh Dia meletakkan batas untukku, maka aku memasukkan mereka kedalam surga, kemudian aku kembali kepadaNya, maka ketika aku melihat Tuhanku lalu (aku bersujud seperti semula) aku mohon syafaat, sungguh Dia memberi batas bagiku, maka aku memasukkan mereka kedalam surga, kemudian aku datang untuk yang ketiga dan keempat kalinya, maka aku berkata "tidak ada yang tersisa tinggal di neraka kecuali orang-orang yang dicegah oleh Al Qur'an dan baginya harus kekal di dalamnya"(40 hadits qudsi)

Abiu Huroiroh bertanya "ya rosulullah, siapa menusia yang lebih berhak dengan syafaatmu di hari kiamat? , nabi menjawab "demi Allah ya abu huroiroh, benar-benar aku menyangka bahwa tidak ada seorangpun yang bertanya kepadaku tentang hadits ini lebih dahulu darimu karena aku melihatmu lebih menjaga atas hadits, manusia yang lebih berhak dengan syafaatku di hari kiamat adalah orang yang mengucapkan tiada Tuhan yang berhak disembah dengan haq selain Allah dengan ikhlas dari hatinya"(abijamroh)
Read More

kemakmuran

Read More

Jafar ibn Muhammad

He was a master in exegesis of the Quran, a scholar of jurisprudence , and one of the greatest scholars qualified to give legal decisionsin Madinah . Jafar acquired both the external religious knowledge, as well as the internal confirmation of its reality in the heart. The latter was reflected in his many visions and miraculous powers , too numerous to tell.

I have discovered—and exaggeration is not in my nature—

That He who is my sustenance will come to me.

I run to Him, and my quest for Him is agony for me.

Were I to sit still, He would come to me without distress.

—Urwa ibn Adhina [1]




The son of Imam Muhammad al-Baqir , son of al-Imam Zain al-Abidin, son of Husayn , son of Ali ibn Abi Talib , ibn Muhammad was born on the eighth of Ramadanin the year 83 AH/702 CE. His motherwas the daughter of al-Qasim, great granddaughter of Abu Bakr as-Siddiq .

He spent his life in worship and acts of piety for the sake of God. He rejected all positions of fame in favor of isolation from the mundane world. One of his contemporaries, Umar ibn Abil-Muqdam, said, “When I look at Jafar ibn Muhammad I see the lineage and the secret of the Prophet Muhammad united in him.”





Jafar ibn Muhammad received from the Prophet two lines of inheritance: the secret of the Prophet through Ali and through Abu Bakr .

In him the two lineages met and for that reason he was called “Inheritor of the Prophetic Station and of the Truthful Station .”

In him was reflected the light of the knowledge of Truth and Reality. That light shone forth and that knowledge was spread widely through him during his lifetime.

Jafar (as) narrated from his father, Muhammad al-Baqir, that a man came to his grandfather, Zain al-Abidin , and said:

“Tell me about Abu Bakr!” He said, “You mean as-Siddiq?”



The man said, “How do you call him as-Siddiq when he is against you, the family of the Prophet ?” He replied, “Woe to you. The Prophet r called him ‘as-Siddiq’ and God accepted his title of as-Siddiq. If you want to come to me, keep the love of Abu Bakr and Umar in your heart.”

Jafar (as) said:

The best intercession that I hope for is the intercession of Abu Bakr as-Siddiq .”

The following invocation is reported from Jafar as-Sadiq :

O God, You are my witness that I love Abu Bakr and I love Umar and if what I am saying is not true may God cut me off from the intercession of Muhammad .

He took the knowledge of the Traditions from two sources: from his father, through Ali t, and from his maternal grandfather, al-Qasim . Then he increased his knowledge of the Traditions by sitting with Urwa, Aata, Nafi,and Zuhri. The two Sufyans, Sufyan al-Thawri and Sufyan bin Ayinah, Imam Malik, Imam Abu Hanifa, and al-Qattan all narrated Traditions through him, as did many others from later scholars of the Traditions.

Once, someone complained to Mansur, the governor of Madinah, about Jafar (as). They brought him before Mansur and asked the man who had complained, “Do you swear that Jafar did as you say?” He said, “I swear that he did that.” Jafar (as) said, “Let him swear that I did what he accused me of and let him swear that God punish him if he is lying.” The man insisted on his complaint, and Jafar (as) insisted that he take the oath. Finally, the man accepted to take the oath. No sooner were the words of the oath out of his mouth than he fell down dead.

Once he heard that Hakim ibn al-Abbas al-Kalbicrucified his own uncle Zaid on a date palm. He was so unhappy about this that he raised his hands and said, “O God send him one of your dogs to teach him a lesson.” Only a brief time passed before a lion in the desert ate Hakim. Imam at-Tabarinarrates that Wahb said:

I heard Layth ibn Saad say, “I went on pilgrimage in the year 113 AH/731 CE. After I performed the afternoon prayer, I was reading some verses of the Holy Quran when I saw someone sitting beside me invoking God saying, ‘Ya Allah, Ya Allah...’ repeatedly until he lost his breath. He then continued by saying, ‘Ya Hayy, Ya Hayy...’ until his breath was again lost. He then raised his hands and said, ‘O God, I have the desire to eat grapes, O God give me some. And my robe is becoming so old and tattered. Please, O God, grant me a new one.’

“He had hardly finished his words before a basket of grapes appeared in front of him while at that time there were no grapes in season. Beside the basket of grapes there appeared two cloaks more beautiful than I had ever seen before.

I said, ‘O my partner let me share with you.’ He said, ‘How are you a partner?’ I replied, ‘You were praying and I was saying ‘amin’.’ Then Imam Jafar (as) said, ‘Then come and eat with me,’ and he gave me one of the two cloaks .

Then he walked off until he met a man who said, ‘O son of the Prophet , cover me because I have nothing but these tattered garments to cover me.’ He immediately gave him the cloak that he had just received. I asked that man, ‘Who is that?’ He replied, ‘That is the great imam, Jafar as-Sadiq .’ I ran after him to find him but he had disappeared.”

This is only a sample of the many anecdotes and stories of the miraculous powers of Jafar as-Sadiq . From his knowledge he said to Sufyan al-Thawri , “If God bestows on you a favor, and you wish to keep that favor, then you must praise and thank Him excessively, because He said,

” He also said, “If the door of provision is closed for you, then make a great deal of begging for forgiveness because God said, ‘Seek forgiveness of your Lord, certainly Your Lord is oft-Forgiving.’ (11:52)”And he said to Sufyan,

“If you are upset by the tyranny of a Sultan or other oppression that you witness, say: ‘There is no change and no power except with God,’ (18:39)

because it is the key to relief and one of the treasures of Paradise.”
From His Sayings

The letter of the Arabic alphabet, nun ,(Ù†) at the beginning of Surah Qalam (Chapter 68 of Quran) represents the light of pre-Eternity , out of which God created all creations, and which is Muhammad .

That is why He said in the same verse, “Truly you are of a sublime nature.” (68:4)—that is, you were privileged with that light from pre-Eternity.

God, Almighty and Exalted, told the lower world, ”Serve the one who serves Me and tire the one who serves you.”

Prayer is the pillar of every pious person. Pilgrimage is the sacred struggle of every weak one. The poor-due of the body is fasting. The one who asks for God’s blessings without performing good deeds is like one trying to shoot an arrow without a bow .

Open the door of provision by giving donations. Fence in your money with the payment of the poor-due.

The best is he who wastes not.

Planning is the foundation of your life. To act prudently is the basis of intellect.

Whoever makes his parents sad has denied their rights on him.

The jurists are the trustees of the Prophet r. If you find the jurists sticking to the company of the sultans, say to them, “This is forbidden,” as the jurist cannot express his honest opinion under the pressure of the sultan’s proximity.

No food is better than piety and there is nothing better than silence. No enemy is more powerful than ignorance. No illness is greater than lying.

If you see something you do not like in your brother, try to find from one to seventy excuses for him. If you cannot find an excuse, say, “There might be an excuse, but I do not know it.”

If you hear a word from a Muslim that is offensive, try to find a good meaning for it. If you do not find a good meaning for it, say to yourself, “I do not understand what he said,” in order to keep harmony between Muslims.

Jafar as-Sadiq t passed away in 148 AH/765 CE. He was buried in Jannat al-Baqi, in the same graveyard as that of his father, Muhammad al-Baqir t, his grandfather, Zain al-Abidin t, and the uncle of his grandfather, Hasan ibn Ali t.

http://nurmuhammad.com/GoldenChain/GS/NaqshbandiGoldenChainMain.htm
Read More

SYEKH ABDUL QODIR AL JAILANI



Muhyiddin Abu Muhammad Abdul Qadir Al-Jailani Qadasallahu Sirrahu, semoga Allah merahmatinya, adalah al-ghawts al-a’zham – manifestasi sifat Allah Yang Mahaagung, yang mendengar permohonan dan memberikan pertolongan, dan al-quthb al-a’zham – pusat dan ujung kembara ruhani, pemimpin ruhani dunia, sumber hikmah, perbendaharaan ilmu, teladan iman dan Islam, pewaris hakiki kesempurnaan Nabi Muhammad SAW. Ia termasuk insan kamil, pendiri Tarekat Qodiriyah, yang tersebar luas di dunia Islam dan telah menjaga makna tasawuf selama berabad-abad hingga kini.

Syekh lahir di al-Jil, termasuk dalam wilayah Iran, pada 470 Hijriah (1077-1078). Ibunya Ummul Khayr Fatimah binti Al-Syekh Abdullah Sumi – keturunan Rasulallah SAW melalui cucu terkasihnya, Sayyidina Husein RA – mengatakan, “Anakku, Abdul Qadir lahir di bulan Ramadhan. Di siang hari bulan Ramadhan. Bayiku tak pernah mau diberi makan.”

Berikut penuturan Syekh, seperti ditulis Syekh Tosun Bayrak dalam “Secret of The Secrets”.


Masa Kecil Syekh

Di waktu kecil, ada malaikat yang selalu datang kepadaku setiap hari dalam rupa pemuda tampan. Ia menemaniku ketika aku berjalan menuju madrasah dan membuat teman-temanku selalu mengutamakan diriku. Ia menemaniku seharian hingga aku pulang. Dalam sehari, aku peroleh ilmu lebih banyak daripada yang diperoleh teman-teman sebayaku selama satu minggu. Aku tak pernah mengenali pemuda itu.

Suatu hari, ketika aku bertanya kepadanya, ia menjawab, “Aku adalah malaikat yang diutus Allah. Dia mengutusku untuk melindungimu selama kau belajar.”

Setiap kali terlintas keinginan untuk bermain bersama teman-temanku, aku selalu mendengar bisikan, “Jangan bermain, tetapi datanglah kepadaku wahai hamba yang dirahmati.”

Karena takut, aku berlari ke dalam pelukan ibu. Kini, meski pun aku beribadah dan berkhalwat dengan khusyuk, aku tak pernah bisa mendengar suara itu sejelas dulu.


Masa Remaja Syekh

Pada suatu pagi di hari raya Idul Adha, aku pergi ke ladang untuk membantu bertani. Ketika berjalan di belakang keledai, tiba-tiba hewan itu menoleh dan memandangku, laluberkata, “Kau tercipta bukan untuk hal semacam ini.”

Mendengar hewan itu berkata-kata, aku sangat ketakutan. Aku segera berlari pulang dan naik ke atap rumah. Ketika memandang ke depan, kulihat dengan jelas para jamaah haji sedang wukuf di Arafah.

Kudatangi ibuku dan memohon kepadanya, “Izinkan aku menempuh jalan kebenaran. Biarkan aku pergi mencari ilmu bersama para orang-orang bijak dan orang-orang yang dekat kepada Allah.”

Ketika ibuku menanyakan alasan keinginanku yang tiba-tiba, ia menangis sedih. Namun, ia keluarkan 80 keping emas – harta satu-satunya warisan ayahku. Ia sisihkan 40 keping untuk saudaraku. Sedangkan 40 keping emas lainnya dijahitkan di bagian lengan mantelku. Ia memberiku izin untuk pergi seraya berwasiat, agar aku selalu bersikap jujur. Apa pun yang terjadi.

Sebelum berpisah, ibuku berkata, “Anakku, semoga Allah menjaga dan membimbingmu. Aku ikhlas melepas buah hatiku karena Allah. Aku sadar, aku takkan bertemu lagi denganmu hingga hari kiamat.”

Aku ikut kafilah kecil menuju Baghdad. Baru saja meninggalkan kota Hamadan, sekelompok perampok, yang terdiri dari 60 orang berkuda, menghadang kami. Mereka merampas semua harta milik anggta kafilah. Salah seorang perampok mendekatiku dan bertanya, “Anak muda, apa yang kau miliki?”

Kukatakan bahwa aku punya 40 keping emas.

Ia bertanya lagi, “Di mana?”

Kukatakan, “Di bawah ketiakku.”

Ia tetawa-tawa dan pergi meninggalkanku. Perampok lainnya menghampiriku dan menanyakan hal yang sama. Aku menjawab sejujurnya. Tetapi seperti kawannya, ia pun pergi sambil tertawa mengejek. Kedua perampok itu mungkin melaporkanku kepada pemimpinnya. Karena tak lama kemudian, pimpinan gerombolan itu memanggilku, agar mendekati mereka yang sedang membagi-bagikan hasil rampokan. Si pemimpin bertanya, “Apakah aku memiliki harta?”

Kujawab bahwa aku punya 40 keping emas yang dijahitkan di bagian lengan mantelku.

Ia ambil mantelku. Ia sobek. Dan ia temukan keeping-keping emas itu. Keheranan, ia bertanya, “Mengapa kau memberitahu kami, padahal hartamu itu aman tersembunyi?”

“Aku harus berkata jujur, karena telah berjanji kepafa ibuku untuk selalu bersikap jujur.”

Mendengar jawabanku, pemimpin perampok itu tersungkur menangis. Ia berkata, “Aku ingat janji kepada Dia yang telah menciptakanku. Selama ini aku telah merampas harta orang dan membunuh. Betapa besar bencana yang akan menimpaku!”

Anak buahnya yang menyaksikan kejadian itu berkata, “Kau memimpin kami dalam dosa. Kini, pimpinlah kami dalam tobat!”

Ke-60 orang itu memegang tanganku dan bertobat. Mereka adalah kelompok pertama yang memegang tanganku dan mendapat ampunan atas dosa-dosa mereka.
Read More

macam-macam sholawat


Sholawat Fatih


Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah atas Sayyidina Muuammad--pembuka hal-hal yang terkunci; penutup perkara-perkara yang sudah berlalu; penolong kebenaran dengan kebenaran; dan penunjuk jalan kepada jalan-Mu yang lurus. Semoga Allah senan-tiasa melimpahkan shalawat kepadanya, juga kepada keluarga dan para sahabatnya, sesuai dengan derajat dan kedudukannya yang tinggi." 

Penjelasan: 
Shalawat di atas berasal dari Sayyid Abu Al-Mukarim Syaikh Muhammad Syamsuddin bin Abi Al-Hasan Al-Bakri r.a. 
Di antara khasiat shalawat ini adalah, bahwa bagi siapa saja yang membacanya, walaupun hanya satu kali seumur hidupnya, ia tidak akan masuk neraka. Sebagian ulama Maroko mengatakan, bahwa shalawat ini turun ke atasnya dalam satu sahifah dari Allah. Ada pula yang mengatakan bahwa, satu kali shalawat ini menyamai sepuluh ribu-bahkan ada yang menyatakan pula enamratus ribu--shalawat lainnya. 

Barangsiapa yang men-dawam-kan (membiasakan secara rutin) membacanya selama empat puluh hari, Allah akan mengampuninya dari segala dosanya. Barangsiapa yang membacanya sebanyak seribu kali pada malam Kamis, Jumat atau Senin, ia akan berkumpul dengan Nabi Saw. Akan tetapi, sebelumnya hendaklah ia melakukan salat sunnah empat rakaat: Pada rakaat pertama ia membaca Surah Al-Fâtihah dan Al-Qadr. Pada rakaat kedua sesudah Al-Fâtihah ia membaca Surah Al-Zalzalah. Pada rakaat ketiga sesudah Al-Fâtihah ia membaca Surah Al-Kafirun. Pada rakaat keempat sesudah Al-Fâtihah ia membaca Surah Al-Mu'awwidzatayn (surah Al-Falaq dan Al-Nâs). 



Sholawat Nariyah


Allohumma sholli ’sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taaamman ‘ala sayyidina Muhammadinilladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil qurobu wa tuqdho bihil hawaaiju wa tunalu bihir roghooibu wa husnul khowaatimu wa yustasqol ghomamu biwajhihil kariem wa ‘ala aalihi wa shohbihi fie kulli lamhatin wa nafasim bi’adadi kulli ma’lumin laka 

Artinya :Ya Alloh berilah sholawat dengan sholawat yang sempurna dan berilah salam dengan salam yang sempurna atas penghulu kami Muhammad yang dengannya terlepas segala ikatan, lenyap segala kesedihan, terpenuhi segala kebutuhan, tercapai segala kesenangan, semua diakhiri dengan kebaikan, hujan diturunkan, berkat dirinya yang pemtrah, juga atas keluarga dan sahabat-sahabatnya dalam setiap kedipan mata dan hembusan nafas sebanyak hitungan segala yang ada dalam pengetahuan-MU 

Sholawat Tafrijiyyah (sholawat memohon kelepasan dari kesusahan dan bencana) adalah antara sholawat yang terkenal diamalkan oleh para ulama kita. Sholawat ini juga dikenali sebagai Sholawat at-Tafrijiyyah al-Qurthubiyyah (dinisbahkan kepada Imam al-Qurthubi), dan ada juga ulama yang menisbahkannya kepada Imam 'Ali Zainal 'Abidin bin Imam al-Husain r.anhuma. Di negeri sebelah maghrib, ianya dikenali sebagai Sholawat an-Naariyah karena menjadi amalan mereka apabila ingin melaksanakan sesuatu hajat atau menolak sesuatu bencana, mereka akan berkumpul dan membaca sholawat ini 4444 kali lalu terkabul hajat mereka dan tertolak segala malapetaka secepat api yang menyambar atau membakar. Ianya juga dikenali sebagai Miftahul Kanzil Muhiith li naili muraadil 'abiid (kunci perbendaharaan yang meliputi untuk menyampaikan harapan si hamba). Sholawat ini empunyai keistimewaannya kerana selain sholawat ianya merupakan tawassul kepada Allah dengan Junjungan Nabi s.a.w. di mana kita menyebut nama dan dhamir Junjungan s.a.w. sebanyak 8 kali. 

Menurut Imam al-Qurthubi siapa yang melazimi akan sholawat ini setiap hari 41 kali atau 100 kali atau lebih, nescaya Allah melepaskan kedukaan, kebimbangan dan kesusahannya, menyingkap penderitaan dan segala bahaya, memudahkan segala urusannya, menerangi sirnya, meninggikan kedudukannya, memperbaikkan keadaannya, meluaskan rezekinya, membuka baginya segala pintu kebajikan, kata-katanya dituruti, diamankan dari bencana setiap waktu dan dari kelaparan serta kefakiran, dicintai oleh segala manusia, dimakbulkan permintaannya. Akan tetapi untuk mencapai segala ini, seseorang itu hendaklah mengamalkan sholawat ini dengan mudaawamah (istiqomah). 

Imam as-Sanusi berkata bahawa siapa yang melazimi membacanya 11 kali setiap hari, maka seakan-akan rezekinya turun langsung dari langit dan dikeluarkan oleh bumi. 

Imam ad-Dainuri berkata bahawa sesiapa yang membaca sholawat ini dan menjadikannya wirid setiap selepas sholat 11 kali, nescaya tidak berkeputusan rezekinya, tercapai martabat yang tinggi dan kekuasaan yang mencukupi. Sesiapa yang mendawamkannya selepas sholat Subuh setiap hari 41 kali, tercapai maksudnya. Sesiapa yang mendawamkannya 100 kali setiap hari, terhasil kehendaknya dan memperolehi kehormatan/kemuliaan melebihi kehendaknya. Sesiapa yang mendawamkannya setiap hari menurut bilangan para rasul (313 kali) untuk menyingkap segala rahsia, maka dia akan menyaksikan segala apa yang dikehendakinya. Sesiapa yang mendawamkannya 1000 kali sehari, maka baginya segala yang tidak dapat hendak diterang dengan kata-kata, tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar dan tidak pernah terbetik di hati manusia. 

Imam al-Qurthubi juga berpesan bahawa sesiapa yang berkehendak untuk menghasilkan hajatnya yang besar atau menolak bencana yang menimpa, maka bacalah sholawat ini sebagai tawassul dengan Junjungan Nabi yang empunya akhlak yang agung 4,444 kali, nescaya Allah ta`ala akan menyampaikan kemahuan dan harapan itu atas niat si pembaca. Ibnu Hajar al-'Asqalani telah menyebut akan kelebihan bilangan ini sebagai iksir fi sababit ta`siir (pati ubat sebagai penyebab berlakunya kesan). 

Menurut kata ulama, sholawat ini adalah merupakan satu perbendaharaan daripada khazanah-khazanah Allah, dan bersholawat dengannya merupakan kunci-kunci pembuka segala khazanah-khazanah Allah yang dibukakan Allah bagi sesiapa yang mendawaminya serta dengannya seseorang boleh sampai kepada apa yang dikehendaki Allah s.w.t. Oleh itu silalah ikhwah semua merujuk kepada para ulama kita (ingat bukan ulama mereka kerana karang semuanya akan dibid`ahsesatkan) dan melihat akan karangan-karangan terdahulu seperti "Afdhalush Sholawat 'ala Sayyidis Saadaat" karangan Syaikh Yusuf bin Ismail an-Nabhani, "Jawahirul Mawhub" dan "Lam`atul Awrad" kedua-duanya karangan Tok Syaikh Wan 'Ali Kutan al-Kelantani, "Khazinatul Asrar" shollu 'alan Nabiy. karangan Syaikh Muhammad Haqqi an-Naazili dan lain-lain lagi. Sesiapa yang tak ingin beramal dengannya, tak mengapa, amalkan sahaja apa yang kamu nak amal, jangan nak berbalah pulak dengan aku kerana aku sekadar menukil kata ulama. Daripada berbalah, elok kita perbanyakkan sholawat, 

Sholawat Nariyah, tidak ada dari isinya yg bertentangan dg syariah, makna kalimat : yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta”, adalah kiasan, bahwa beliau saw pembawa Alqur’an, pembawa hidayah, pembawa risalah, yg dg itu semualah terurai segala ikatan dosa dan sihir, hilang segala kesedihan yaitu dengan sakinah, khusyu dan selamat dari siksa neraka, dipenuhi segala kebutuhan oleh Allah swt, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik yaitu husnul khatimah dan sorga, 

ini adalah kiasan saja dari sastra balaghah arab dari cinta, sebagaimana pujian Abbas bin Abdulmuttalib ra kepada Nabi saw dihadapan beliau saw : “… dan engkau (wahai nabi saw) saat hari kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang benderang, dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu dan dalam tuntunan kemuliaan (Al Qur’an) kami terus mendalaminya” (Mustadrak ‘ala shahihain hadits no.5417), tentunya bumi dan langit tidak bercahaya terang yg terlihat mata, namun kiasan tentang kebangkitan risalah. Sebagaimana ucapan Abu Hurairah ra : “Wahai Rasulullah, bila kami dihadapanmu maka jiwa kami khusyu” (shahih Ibn Hibban hadits no.7387), “Wahai Rasulullah, bila kami melihat wajahmu maka jiwa kami khusyu” (Musnad Ahmad hadits no.8030) semua orang yg mengerti bahasa arab memahami ini, Cuma kalau mereka tak faham bahasa maka langsung memvonis musyrik, tentunya dari dangkalnya pemahaman atas tauhid, mengenai kalimat diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, adalah cermin dari bertawassul pada beliau saw para sahabat sebagaimana riwayat shahih Bukhari. mengenai bacaan 4444X atau lainnya itu adalah ucapan sebagian ulama, tidak wajib dipercayai dan tidak ada larangan untuk mengamalkannya, Sholawat ini bukan berasal dari Rasul saw, namun siapapun boleh membuat shalawat atas nabi saw, sayyidina Abubakar shiddiq ra membuat shalawat atas nabi saw, Sayyidina Ali bin abi thalib kw membuat shalawat, juga para Imam dan Muhadditsin, shalawat Imam Nawawi, Shalawat Imam Shazili, dan banyak lagi, bahkan banyak para muhadditsin yg membuat maulid, bukan hanya shalawat. 

Dalam kitab Khozinatul Asror (hlm. 179) dijelaskan, “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).” 

“Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam diyakini sebagai kunci gudang yang mumpuni:. .. Dan imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat (Fardhu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak akan putus, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.” 

Sholawat Nariyah adalah*sebuah sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah. Syekh yang satu ini hidup pada jaman Nabi Muhammad sehingga termasuk salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syekh Nariyah selalu melihat kerja keras nabi dalam menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga syekh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut sholawat dan syekh nariyah adalah salah satu penyusun sholawat nabi yang disebut sholawat nariyah. 

Suatu malam syekh nariyah membaca sholawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad dan minta dimasukan surga pertama kali bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan. Ada seseorang sahabat yang cemburu dan lantas minta didoakan yang sama seperti syekh nariyah. Namun nabi mengatakan tidak bisa karena syekh nariyah sudah minta terlebih dahulu. 

Mengapa sahabat itu ditolak nabi? dan justru syekh nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui mengenai amalan yang setiap malam diamalkan oleh syekh nariyah yaitu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan nabinya. Orang yang mendoakan Nabi Muhammad pada hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabiNya sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dengan keberkahan yang sangat kuat. 

Jadi nabi berperan sebagai wasilah yang bisa melancarkan doa umat yang bersholawat kepadanya. Inilah salah satu rahasia doa/sholawat yang tidak banyak orang tahu sehingga banyak yang bertanya kenapa nabi malah didoakan umatnya? untuk itulah jika kita berdoa kepada Allah jangan lupa terlebih dahulu bersholawat kepada Nabi SAW karena doa kita akan lebih terkabul daripada tidak berwasilah melalui bersholawat. 

Inilah riwayat singkat sholawat nariyah. Hingga kini banyak orang yang mengamalkan sholawat ini, tak lain karena meniru yang dilakukan syekh nariyah. Dan ada baiknya sholawat ini dibaca 4444 kali karena syekh nariyah memperoleh karomah setelah membaca 4444 kali. Jadi jumlah amalan itu tak lebih dari itba’ (mengikuti) ajaran syekh. 

Agar bermanfaat, membacanya harus disertai keyakinan yang kuat, sebab Allah itu berada dalam prasangka hambanya. Inilah pentingnya punya pemikiran yang positif agar doa kita pun terkabul. Meski kita berdoa tapi tidak yakin (pikiran negatif) maka bisa dipastikan doanya tertolak. 

Dalam kitab terjemahan Afdhal al Salawat ‘ala Sayyid as Sadat karangan Yusuf bin Ismail an Nabhani (diterjemahkan oleh Muzammal Noer dengan judul Bershalawat untuk mendapat keberkahan hidup, dengan penerbit Mitra Pustaka, Cetakan I Desember 2003 hal 302), Imam Ad Dinawari berkata : Siapa saja membaca shalawat setiap selesai sholat sebanyak 11 kali dan ia menjadikannya sebagai bacaan rutin maka rizkinya tidak akan pernah putus dan ia mendapatkan derajat yang tinggi. 

Diriwayatkan juga Rasulullah di alam barzakh mendengar bacaan shalawat dan salam dan dia akan menjawabnya sesuai jawaban yang terkait dari salam dan shalawat tadi. Seperti tersebut dalam hadits, beliau bersabda: Hidupku, juga matiku, lebih baik dari kalian. Kalian membicarakan dan juga dibicarakan, amal­amal kalian disampaikan kepadaku, jika saya tahu amal itu baik, aku memujii Allah, tetapi kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah. Hadits riwayat al-Hafizh Ismail al­Qadhi, dalam bab Shalawat ‘ala an-Nary. Imam Haitami menyebutkan dalam kitab Majma' az-Zawaid, ia menganggap shahih hadits di atas. 

Hal ini jelas bahwa Rasulullah memintakan ampun umatnya di alam barzakh. Istighfar adalah doa, dan doa untuk umatnya pasti bermanfaat. Ada lagi hadits lain: Rasulullah bersabda: Tidak seorang pun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah akan menyampaikan kepada ruhku sehingga aku bisa mennjawab salam itu. (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah. Ada di kitab Imam an-Nawawi, dan sanadnya shahih). 

Rasulullah SAW juga pernah bersabda: Siapa membaca shalawat untukku, Allah akan membalasnya 10 kebaikan, diampuni 10 dosanya, dan ditambah 10 derajat baginya




Sholawat Thibbil Qulub


Allahuma shalli alaa sayyidinaa Muhammadin thibbil quluubi wa dawaa-iha wa ‘aafiyatil abdaani wa syifaa-ihaa wa nuuril ab-shaari wa dliyaa-ihaa wa quutil aj-saadi wal ar-waahi wa ghidaa-ihaa wa’alaa aalihii wa shohbihii wa saliim. 

Artinya : “Ya Allah, anugerahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yaitu kesucian hati dan penyembuhnya. Kesehatan badan dan kesembuhannya. Cahaya pengelihatan serta sinarnya, penjamin jasmani dan rohani akan kebutuhannya. Anugerahkanlah pula kepada keluarga dan para sahabatnya serta berikanlah pula keselamatan.” 

Fadhilah :
Shalawat ini bila diamalkan secara istiqomah (ajeg, terus menerus) insyaAllah akan diselamatkan dari berbagai macam penyakit, baik penyakit lahiriah maupun batiniah. 

Tentu saja disamping itu juga terdapat manfaat-manfaat yang lain, sebagaimana keterangan dari banyak hadist Nabi SAW yang menerangkan keutamaan dari membaca shalawat akan memberikan berbagai macam kebaikan & manfaat. 

Tatacara :

  1. Bacalah minimal setiap pagi dan petang, sebanyak hitungan semampu anda.
  2. Bila sedang diberi ujian sakit bacalah sebanyak 100 kali. Lalu tiupkan dikedua telapak tangan kemudian usapkan kebagian tubuh yang sakit.
  3. Bila untuk menyembuhkan orang lain, caranya sama. Pembacaan boleh dilakukan sedirian atau secara berjamaah. Boleh juga dengan menggunakan media air putih atau air zam-zam. Dibacakan sebanyak 7 kali atau 100 kali. Minumkan kepada si sakit. Lakukan beberapa kali, jangan bosan atau berputus asa dari rahmat pertolongan Allah.

Sholawat Munjiyat


“ALLAAHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLAATAN TUNJIINAA BIHAA MIN JAMII ‘IL AHWAALI WAL AAFAATI WATAQDHI LANAA BIHAA JAMII ‘ALHAAJAATI WATU THOHHIRUNAA BIHAA MIN JAMII ‘ISSAYYI-AATI, WATAR FA ‘UNAA BIHA ‘INDAKA A’LADDAROJAATI WATUBALLIGHUNAA BIHAA AQSHOL GHOOYAATI MINJAMII ‘IL KHOIROOTI FIL HAYAATI WABA’DAL MAMAATI INNAKA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR” 

Artinya : “Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang dengan rahmat itu Engkau akan menyelamatkan kita dari semua keadaan yang mendebarkan dan dari semua cobaan yang dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan kepada kita hajat, Yang dengan rahmat itu Engkau akan membersihkan kita dari semua keburukan/kesalahan. Yang dengan rahmat itu Engkau akan mengangkat kita kepada setinggi-tinggi derajat.Yang dengan rahmat itu pula Engkau akan menyampaikan kita kepada sesempurna-sempurnanya semua maksud dari semua kebaikan pada waktu hidup dan setelah mati, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” 

KHASIAT DAN KEUTAMAAN SHOLAWAT MUNJIYAT
Sholawat Munjiyat artinya shalawat penyelamat. Sholawat ini mengandung khasiat yang sangat besar dan sudah masyhur dan sudah pernah dipraktekkan oleh Syech Musa Al Dlarir. Beliau mendapat Sholawat itu dari Nabi SAW, dalam mimpinya. Pada suatu hari Syech Musa pergi naik kapal bersama orang banyak tiba-tiba ada angin yang hebat hingga kapal nyaris tenggelam karena diterpa ombak yang begitu dasyat. Para awak kapal dan penumpangnya bingung dan berfikir bagaimana supaya dapat selamat.

Dalam keadaan seperti itu Syech Musa terasa ngantuk berat sampai tidak bisa ditahan hingga tertidur, dalam tidurnya Syech Musa bertemu Nabi SAW. dan diberi amalan Sholawat Munjiyat dan berharap diajarkan kepada penunpang kapal untuk membaca 1000 kali. Setelah Syech Musa terjaga dari tidurnya menceritakan hal mimpinya kepada para penumpang kapal dan mengajari Sholawat tersebut. Kemudian secara bersama membaca Sholawat Munjiyat yang diajarkan tadi, belum sampai 1000 kali, baru kira-kira 300 kali karena pertolongan Allah, angin makin lama makin reda sehingga kapal tidak tenggelam dan penumpang di beri keselamatan oleh Allaw SWT, berkat fadhilah sholawat munjiyat.

* Dibaca 41 kali di saat lahirnya seorang anak ,insya Allah anak itu kelak akan jadi orang besar lagi shaleh, tatat kepada Allah dan RasulNya, patuh kepada nasehat orang tua / guru serta menjadi anak yang berguna bagi agama nusa dan bangsa.

* Dibaca 40 kali setelah sholat fardlu ,akan dapat menghilangkan kesusahan, mempermudah semua pekerjaan dan urusan, membuka dan meluaskan rezeki, menerangkan hati, meninggikan pangkat dan derajat, dan membuka pintu kebaikan dan dapat menolak atau menghindar bencana ,musibah dalam bentuk apa pun.

* Jika hajat anda ingin lekas di kabulkan , tapi syaratnya harus yakin banget, baca 11 kali setelah sholat fardlu dan pada tengah malamnya dirikan sholat hajat 2 rakaat, lalu membaca sholawat munjiyat 1000 kali ( ini cara pamungkasnya biar cepat di kabulkan) ini cocok untuk hajat yang yang sangat mendesak dan urgen misalnya ingin dapat jodoh atau yang lainnya. 


Shalawat Tausi’ul Arzaaq Watahsinul Akhlaq


ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHALAATAN TUWASSI’U BIHAA ‘ALAINAL ARZAAQA WA TUHASSINU BIHAA LANAL AKHLAAQA WA’ALAA AALIHI WASHAHBIHI WASALLIM. 

Artinya : “Ya Allah, semoga Engkau berkenan melimpahkan kesejahteraan atas penghulu kita Nabi Muhammad dengan shalawat yang dapat melapangkan rezki bagi kami dan menjadikan baiknya akhlak kami dan curahkanlah pula kesejahteraan atas keluarga dan sahabat-sahabatnya serta berikanlah keselamatan”. 

FADLILAHNYA :
Salawat tersebut dinamakan Salawat tausi’ul arzaaq watahsinul akhlaq. Adapun fadlilah dan khasiatnya jika dibaca terus menerus niscaya diluaskan rezkinya dan diberi akhlak yang baik. Cara mengamalkannya adalah dibaca setiap seusai shalat fardlu sebanyak 11 (sebelas) kali. Para pengamal salawat ini banyak berserita bahwa mereka benar-benar telah memperoleh dan merasakan atsarnya (efek yang timbul). Dan kami juga mengamalkan shalawat ini sebagai tambahan wirid setelah bacaam wirid shalat.


Sholawat Badawiyah


ALLAAHUMMA SHALLI WA SALLIM WABAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA WA MAULAANAA MUHAMMADIN SYAJARATIL ASHLINNURAANIYYAH. WA LAM’ATIL QABDLATIRRAHMAANIYYATI. WA AFDLALIL KHALIIQATIL INSAANIYYATI WA MA’DANIL ASRAARIRABBAA NIYYATI. WA KHAZAA INIL’ULUUMIL ISHTHIFAA IYYATI. SHAAHIBIL QABDLATIL ASHLIYYATI WAL BAHJATIS SANIYYATI WARRUTBATIL ‘ALIYAATI. MAN INDARAJATIN ABIYYUUNA TAHTA LIWAA IHI. FAHUM MINHU WAILAIHI. WA SHAALI WA SHAHBIHII ‘ADADA MAA KHALAQTA WA RAZAQTA. WA AMATTA WA AHYAITA ILAA YAUMI TUB’ATSU MAN AFNAITA WA SALLIM TASLIIMAN KATSIIRAN ILAAYAUMIDDIIN WAL HAMDU LILAAHI RABBIL ‘AALAMIINA.

Artinya : “Ya Allah, curahkan kesejahteraan dan keselamatan serta barokah atas junjungan dan tuan kami Muhammad tumbuhan yang berasal dari cahaya kemilauan genggaman (Allah) yang bersifat belas kasih dan seutama-utama makhluk manusia, semulia-mulia rupa jasad dan pusat segala rahasia ke Tuhanan dan penyiapan segala ilmu terpilih, pemilik genggaman keaslian, kemilaian yang indah dan derajat yang luhur, yang semua Nabi berteduh di bawah panjinya, maka para Nabi bersumber dari padanya dan akan kembali kepadanya pula. Dan limpahkanlah pula kesejahteraan, keselamatan dan barokah atasnya dan segenap keluarga serta sahabat-sahabatnya sebanayak ciptaan dan rezki-Mu, yang Engkau matikan dan Engkau hidupkan hingga hari dibangkinkan segala yang telah Engkau binasakan. Dan berilah keselamatan dan kesejahteraan sebanyak-banyaknya hingga hari kiamat; dan segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam”.


Sholawat Ibrahimiyyah


Shalawat Ibrahimiyyah Allahumma shalli’ala Sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aali Sayyidina Muhammadin kama shalaita ‘alaa Sayyidina Ibrahiima wa ‘alaa aali Sayyidinaa Ibraahiima. Wa baarik ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aali Sayyidinaa Muhammadin ka-mabaarakta ‘alaa Sayyidinaa Ibraahiima wa ‘alaa aali Sayyidinaa Ibraahiima fil-alamiina. Innaka hamiidun majiid.

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad saw, dan kepada keluarganya, sebagaimana Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim a.s. dan keluarganya. Berikanlah keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad saw, dan keluarganya, sebagaimana Engkau limpahkan berkah kepada Nabi Ibrahim a.s. dan keluarganya di seluruh alam. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.

Keutamaan & fadhilahnya Imam Nawawi r.a mengatakan bahwa shalawat Ibrahimiyyah adalah shalawat yang paling utama dan dibaca dalam shalat

diambil dari kampungsholawat.net

Read More

SHOLAWAT NARIYAH


Semoga keselamatan atas kalian (1)

dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang (2 )



Ya Allah berilah rahmat dan salam yang sempurna (3) kepada jujunganku (4) nabi Muhammad (5) yang lantaran beliau (6) teruraikan segala kekufuran (7), terbebaskan dari segala kesedihan (8), terpenuhi segala kebutuhan (9), tercapai segala yang disenangi (10), dan akhir yang baik (11), dan lantaran beliau yang mulia (12) siraman hujan di siramkan (13) dan juga kepada keluarga dan para sahabatnya (14) di setiap saat dan setiap hembusan nafas dengan jumlah hitungan segala yang Engkau ketahui(15)





(1) Nabi bersabda “barangsiapa megawali kalam sebelum salam maka janganlah menjawab kalian salam tersebut”

(2) Nabi bersabda “setiap yang baik yang tidak diawali dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, maka tidak akan barokah

(3) Allah berfirman “sesungguhnya Allah dan Malaikatnya bersholawat untuk nabi, hai orang-orang yang beriman bersholawatlah kalian untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”

(4) 3 perkara yang timbangannya di sisi Allah tidak lebih berat dari pada sayap nyamuk: 1. sholat tanpa merendah dan khusuk 2. dzikir dengan hati yang lupa 3. sholawat kepada nabi tanpa penghormatan dan niat

(5) Nabi besabda “barangsiapa yang disebut namaku kepadanya, lalu ia tidak mau bersholawat kepadaku, maka ia sungguh celaka”

(6) Nabi bersabda “ketika nabi Adam mengakui kesalahannya maka beliau berdoa “wahai Tuhanku, saya memohon kepada Engkau dengan haqnya Muhammad agar mengampuniku” maka Allah berfirman “ya Adam, bagaimana kau tahu mengenai Muhammad padahal Aku belum menciptakannya?” nabi Adam menjawab “ wahai Tuhanku, karena Engkau menciptakan saya dengan kekuasaanMu dan meniupkan ruh kepadaku, saya mengangkat kepalaku dan melihat di tiang arsy tertulis Tiada tuhan selain Allah Muhammad itu utusan Allah, dan saya tahu bahwa tidaklah Engkau menempatkan disamping namaMu kecuali ia yang paling Engkau cintai” Allah berfirman “benar kamu ya Adam, sesungguhnya ia adalah makhluk yang paling Aku cintai, apabila kamu memintaku dengan haqnya dia maka Aku benar-benar mengampunimu dan apabila tidak ada Muhammad maka Aku tidak akan menciptakanmu”

Dari Utsman bin Hanif, sesungguhnya seorang laki-laki buta datang kepada nabi dan berkata “mohon nabi berdoa kepada Allah agar menyembuhkan diriku” nabi menjawab “jika ingin berdoa berdoalah, jika ingin bersabar bersabarlah karena itu lebih baik untukmu” nabi berkata “berdoalah kamu kepada Allah” Utsman berkata bahwa nabi memerintahkannya untuk berwudlu maka iapun berwudlu dengan bagus dan berdoa “ ya Allah, sesungguhnya saya memeohon kepadaMu dan saya menghadap kepadaMu dengan pelantaraan nabiMu Muhammad nabi yang memiliki sifaf kasih sayang, sesungguhnya saya menghadap dengan pelantaraan beliau kepada Tuhanku dalam hajatku ini agar Engkau mengabulkannya untukku, ya Allah terimalah syafaat beliau dalam masalahku”

(7) Nabi bersabda “saya Muhammad (orang yang dipuji) dan saya Makhi (orang yang melebur) yang dengan pelantaraanku Allah melebur kekufuran dan saya Khasyir (orang yang mengumpulkan)yang mengumpulkan manusia diatas telapakku dan saya ‘Aqib (orang yang mengganti para nabi)

Dari Ibnu Abbas “ ….rosulullah itu lebih pemurah dari pada angin yang dilepaskan)

(8) Allah berfirman “rosul-rosul itu membawa berita gembira dan membawa peringatan…”

Nabi bersabda “ barangsiapa membaca sholawat kepadaku 10x di waktu pagi dan 10x di waktu sore maka Allah akan memberikan keamanan dari kaget yang besar di hari kiamat, dan ia akan bersama orang-orang yang di beri ni’mat oleh Allah dari golongan nabiyyin dan Shiddiqin”

(9) Nabi besabda “ tidaklah dari doa kecuali antaranya dan antara langit ada penutup sehingga di bacakan sholawat kepadaku, lalu ketika dibacakan sholawat kepadaku maka terbuikalah penutup itu dan diangkat doa tersebut”

Nabi bersabda “perbanyaklah membaca sholawat kepadaku karena sesungguhnya bacaan sholawat kalian itu ampunan bagi dosa-dosa kalian, carilah kepunyaanku lantaran dan derajat yang tinggi karena sesungguhnya lantaranku disisi Tuhanku itu pertolongan untuk kalian”

(10) Nabi bersabda “barangsiapa lupa membaca sholawat kepadaku maka benar-benar ia lupa jalan ke surga"

Nabi bersabda “barangsiapa membaca sholawat kepadaku di quburku maka sebab sholawat tersebut Allah menyerahkan ke malaikat yang menyerahkan sholawat kepadaku dan di cukupi perkara dunia dan akhiratnya dan saya baginya adalah penolong dan saksi di hari kiamat”

(11) Nabi besabda “barangsiapa membaca sholawat kepadaku sekali maka Allah memberikan rahmat kepadanya dan para malaikatnya memintakan rahmat kepada Allah 20 kali dan ia tidak akan mati sampai di gembirakan dengan surga

(12) nabi bersabda “ barangsiapa membacakan (menulis) sholawat kepadaku di kitab maka tidak akan berhenti para malaikat memintakan ampun untuknya selama masih tetap namaku di kitab tersebut”

nabi bersabda “jadikanlah lantaran denganku kalian semua dan dengan ahli baitku kepada Allah karena tidak akan ditolak orang yang menjadikan aku lantaran dan dengan ahli baitku kepada Allah”

(13) Nabi bersabda “lantaran mereka kalian diberi hujan, dan lantaran mereka kalian diberi rizqi, sebagian mereka adalah ashab alkahfi

Allah berfirman “dan tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam”

(14) Nabi bersabda “ ya Allah berilah rahmat atas Abi Aufa”

Nabi bersabda “bacalah sholawat kepada para nabi Allah dan para rosulNya karena sesungguhnya Allah telah mengutus mereka seperti mengutusku

telah di tanya nabi “siapakah keluarga Muhammad?” nabi menjawab ”setiap orang yang bertaqwa”

(15) Nabi sedang duduk dimasjid kemudian masuk seorang pemuda , maka nabi mengagungkannya dan mendudukkannya di samping beliau diatas Abu Bakar kemudian nabi memberi penjelasan dan bersabda “sesungguhnya saya mendudukkan pemuda ini lebih tinggi dari mu karena tidak ada di dunia yang lebih banyak bersholawat kepadaku darinya dan dia berkata setiap pagi dan petang “ya Allah berilah rahmat kepada jujunganku Muhammad sebanyak jumlah makhluk yang bersholawat kepadanya, ya Allah berilah rahmat kepada jujunganku Muhammad sebanyak jumlah makhluk yang tidak bersholawat kepadanya, ya Allah berilah rahmat kepada jujunganku Muhammad sebagaimana Engkau senang bersholawat kepadanya, ya Allah berilah rahmat kepada jujunganku Muhammad sebagaimana yang Engkau perintahkan untuk bersholawat kepadanya” karena inilah ia saya mendudukkannya lebih tinggi dibandingmu Abu Bakar.”

(16) Nabi bersabda “tidaklah duduk suatu kaum di suatu majlis kemudian berpisah tanpa membaca sholawat kepadaku kecuali mereka berpisah dengan bau yang lebih tidak mengenakkan daripada bangkai”



Demikianlah Allah memulyakan nabinya lalu bagaiamana kita tidak memulyakannya dengan banyak memuji, berterima kasih dan memintakan rohmat kepada Allah untuk beliau?



Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad!!! (16)
Read More

d balik gunung uhud

Ketika kita pergi ke Madinah, yuhibbu wa yuhibbhum - kita mencintai Nabi (s) dan Nabi (s) mencintai kita. Mengapa? Ketika Allah menciptakan bumi, Dia meletakkan gunung-gunung untuk menstabilkannya, tetapi bumi masih suka bergerak atau bergoyang padahal Allah menjadikan gunung-gunung itu sebagai pasak yang kuat. Kemudian Allah menciptakan Uhud, sebuah gunung yang berasal dari Surga, dan barulah bumi menjadi stabil. Gunung Uhud lebih berat daripada semua gunung di bumi, begitulah yang dikatakan oleh banyak tafsir. Dan melihat gunung Uhud adalah ibadah karena itu akan mengingatkan kita bahwa Gunung Uhud pernah datang dan menyembunyikan Nabi (s) di sebuah gua dari orang-orang yang ingin membunuhnya. Ada gua lainnya yang tidak diketahui oleh banyak orang, ada gua lain di bagian bawah, kebanyakan orang pergi ke atas, tetapi orang-orang Pakistan pintar. Kami mempunyai seorang teman Pakistan di Madinah, ia membawa saya ke sana. Jadi kami pergi ke lembah dan kami mengunjungi gua ini, ia berkata bahwa Gunung Uhud mengambil Nabi (s) melalui gua ini lalu ke atas menuju sisi lainnya. Di gua ini kalian dapat melihat suatu bentuk kepala Nabi (s) di mana beliau berbaring di tanah, dan sampai sekarang gua itu masih mengeluarkan wangi amber yang luar biasa. Kalau kita masukkan kepala kita ke tempat di mana Nabi (s) meletakkan kepalanya, wangi itu akan melekat hingga 40 hari, walaupun kalian mandi, ia tidak hilang. Kalian juga dapat melihat jejak tangan `Ali (r) pada dinding gua. (MSH, 6 Ags 2012)

http://www.facebook.com/groups/50217946081/
Read More

Biografi Al Alamah Al arifbillah Almusnid Al Habib Umar Bin Hafidz


Al-Habib ‘Umar bin Hafiz

Beliau adalah al-Habib ‘Umar putera dari Muhammad putera dari Salim putera dari Hafiz putera dari Abd-Allah putera dari Abi Bakr putera dari‘Aidarous putera dari al-Hussain putera dari al-Shaikh Abi Bakr putera dari Salim putera dari ‘Abd-Allah putera dari ‘Abd-al-Rahman putera dari ‘Abd-Allah putera dari al-Shaikh ‘Abd-al-Rahman al-Saqqaf putera dari Muhammad Maula al-Daweela putera dari ‘Ali putera dari ‘Alawi putera dari al-Faqih al-Muqaddam Muhammad putera dari ‘Ali putera dari Muhammad Sahib al-Mirbat putera dari ‘Ali Khali‘ Qasam putera dari ‘Alawi putera dari Muhammad putera dari ‘Alawi putera dari ‘Ubaidallah putera dari al-Imam al-Muhajir to Allah Ahmad putera dari ‘Isa putera dari Muhammad putera dari ‘Ali al-‘Uraidi putera dari Ja’far al-Sadiq putera dari Muhammad al-Baqir putera dari ‘Ali Zain al-‘Abidin putera dari Hussain sang cucu laki-laki, putera dari pasangan ‘Ali putera dari Abu Talib dan Fatimah al-Zahra puteri dari Rasul Muhammad s.a.w.

Beliau terlahir di Tarim, Hadramaut, salah satu kota tertua di Yaman yang menjadi sangat terkenal di seluruh dunia dengan berlimpahnya para ilmuwan dan para alim ulama yang dihasilkan kota ini selama berabad-abad. Beliau dibesarkan di dalam keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam dan kejujuran moral dengan ayahnya yang adalah seorang pejuang martir yang terkenal, Sang Intelektual, Sang Da’i Besar, Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Shaikh Abu Bakr bin Salim. Ayahnya adalah salah seorang ulama intelektual Islam yang mengabdikan hidup mereka demi penyebaran agama Islam dan pengajaran Hukum Suci serta aturan-aturan mulia dalam Islam. Beliau secara tragis diculik oleh kelompok komunis dan diperkirakan telah meninggal, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya. Demikian pula kedua kakek beliau, al-Habib Salim bin Hafiz dan al-Habib Hafiz bin Abd-Allah yang merupakan para intelektual Islam yang sangat dihormati kaum ulama dan intelektual Muslim pada masanya. Allah seakan menyiapkan kondisi-kondisi yang sesuai bagi al-Habib ‘Umar dalam hal hubungannya dengan para intelektual muslim disekitarnya serta kemuliaan yang muncul dari keluarganya sendiri dan dari lingkungan serta masyarakat dimana ia dibesarkan.

Beliau telah mampu menghafal Al Qur’an pada usia yang sangat muda dan ia juga menghafal berbagai teks inti dalam fiqh, hadith, Bahasa Arab dan berbagai ilmu-ilmu keagamaan yang membuatnya termasuk dalam lingkaran keilmuan yang dipegang teguh oleh begitu banyaknya ulama-ulama tradisional seperti Muhammad bin ‘Alawi bin Shihab dan al-Shaikh Fadl Baa Fadl serta para ulama lain yang mengajar di Ribat, Tarim yang terkenal itu. Maka beliau pun mempelajari berbagai ilmu termasuk ilmu-ilmu spiritual keagamaan dari ayahnya yang meninggal syahid, al-Habib Muhammad bin Salim, yang darinya didapatkan cinta dan perhatiannya yang mendalam pada da’wah dan bimbingan atau tuntunan keagamaan dengan cara Allah s.w.t. Ayahnya begitu memperhatikan sang ‘Umar kecil yang selalu berada di sisi ayahnya di dalam lingkaran ilmu dan dhikr.

Namun secara tragis, ketika al-Habib ‘Umar sedang menemani ayahnya untuk sholat Jum‘ah, ayahnya diculik oleh golongan komunis, dan sang ‘Umar kecil sendirian pulang ke rumahnya dengan masih membawa syal milik ayahnya, dan sejak saat itu ayahnya tidak pernah terlihat lagi. Ini menyebabkan ‘Umar muda menganggap bahwa tanggung jawab untuk meneruskan pekerjaan yang dilakukan ayahnya dalam bidang Da‘wah sama seperti seakan-akan syal sang ayah menjadi bendera yang diberikan padanya di masa kecil sebelum beliau mati syahid. Sejak itu, dengan sang bendera dikibarkannya tinggi-tinggi, ia memulai, secara bersemangat, perjalanan penuh perjuangan, mengumpulkan orang-orang, membentuk Majelis-majelis dan da’wah. Perjuangan dan usahanya yang keras demi melanjutkan pekerjaan ayahnya mulai membuahkan hasil. Kelas-kelas mulai dibuka bagi anak muda maupun orang tua di mesjid-mesjid setempat dimana ditawarkan berbagai kesempatan untuk menghafal Al Qur’an dan untuk belajar ilmu-ilmu tradisional.

Ia sesungguhnya telah benar-benar memahami Kitab Suci sehingga ia telah diberikan sesuatu yang khusus dari Allah meskipun usianya masih muda. Namun hal ini mulai mengakibatkan kekhawatiran akan keselamatannya dan akhirnya diputuskan beliau dikirim ke kota al-Bayda’ yang terletak di tempat yang disebut Yaman Utara yang menjadikannya jauh dari jangkauan mereka yang ingin mencelakai sang sayyid muda.

Disana dimulai babak penting baru dalam perkembangan beliau. Masuk sekolah Ribat di al-Bayda’ ia mulai belajar ilmu-ilmu tradisional dibawah bimbingan ahli dari yang Mulia al-Habib Muhammad bin ‘Abd-Allah al-Haddar, semoga Allah mengampuninya, dan juga dibawah bimbingan ulama mazhab Shafi‘i al-Habib Zain bin Sumait, semoga Allah melindunginya. Janji beliau terpenuhi ketika akhirnya ia ditunjuk sebagai seorang guru tak lama sesudahnya. Ia juga terus melanjutkan perjuangannya yang melelahkan dalam bidang Da‘wah.

Kali ini tempatnya adalah al-Bayda’ dan kota-kota serta desa-desa disekitarnya. Tiada satu pun yang terlewat dalam usahanya untuk mengenalkan kembali cinta kasih Allah dan Rasul-Nya s.a.w pada hati mereka seluruhnya. Kelas-kelas dan majelis didirikan, pengajaran dimulai dan orang-orang dibimbing. Usaha beliau yang demikian gigih menyebabkannya kekurangan tidur dan istirahat mulai menunjukkan hasil yang besar bagi mereka tersentuh dengan ajarannya, terutama para pemuda yang sebelumnya telah terjerumus dalam kehidupan yang kosong dan dangkal, namun kini telah mengalami perubahan mendalam hingga mereka sadar bahwa hidup memiliki tujuan, mereka bangga dengan indentitas baru mereka sebagai orang Islam, mengenakan sorban/selendang Islam dan mulai memusatkan perhatian mereka untuk meraih sifat-sifat luhur dan mulia dari Sang Rasul Pesuruh Allah s.a.w.

Sejak saat itu, sekelompok besar orang-orang yang telah dipengaruhi beliau mulai berkumpul mengelilingi beliau dan membantunya dalam perjuangan da‘wah maupun keteguhan beliau dalam mengajar di berbagai kota besar maupun kecil di Yaman Utara. Pada masa ini, beliau mulai mengunjungi banyak kota-kota maupun masyarakat diseluruh Yaman, mulai dari kota Ta’iz di utara, untuk belajar ilmu dari mufti Ta‘iz al-Habib Ibrahim bin Aqil bin Yahya yang mulai menunjukkan pada beliau perhatian dan cinta yang besar sebagaimana ia mendapatkan perlakuan yang sama dari Shaikh al-Habib Muhammad al-Haddar sehingga ia memberikan puterinya untuk dinikahi setelah menyaksikan bahwa dalam diri beliau terdapat sifat-sifat kejujuran dan kepintaran yang agung.

Tak lama setelah itu, beliau melakukan perjalanan melelahkan demi melakukan ibadah Haji di Mekkah dan untuk mengunjungi makam Rasul s.a.w di Madinah. Dalam perjalanannya ke Hijaz, beliau diberkahi kesempatan untuk mempelajari beberapa kitab dari para ulama terkenal disana, terutama dari al-Habib ‘Abdul Qadir bin Ahmad al-Saqqaf yang menyaksikan bahwa di dalam diri ‘Umar muda, terdapat semangat pemuda yang penuh cinta kepada Allah dan Rasul-Nya s.a.w dan sungguh-sungguh tenggelam dalam penyebaran ilmu dan keadilan terhadap sesama umat manusia sehingga beliau dicintai al-Habib Abdul Qadir salah seorang guru besarnya. Begitu pula beliau diberkahi untuk menerima ilmu dan bimbingan dari kedua pilar keadilan di Hijaz, yakni al-Habib Ahmed Mashur al-Haddad dan al-Habib ‘Attas al-Habashi.

Sejak itulah nama al-Habib Umar bin Hafiz mulai tersebar luas terutama dikarenakan kegigihan usaha beliau dalam menyerukan agama Islam dan memperbaharui ajaran-ajaran awal yang tradisional. Namun kepopuleran dan ketenaran yang besar ini tidak sedikitpun mengurangi usaha pengajaran beliau, bahkan sebaliknya, ini menjadikannya mendapatkan sumber tambahan dimana tujuan-tujuan mulia lainnya dapat dipertahankan. Tiada waktu yang terbuang sia-sia, setiap saat dipenuhi dengan mengingat Allah dalam berbagai manifestasinya, dan dalam berbagai situasi dan lokasi yang berbeda. Perhatiannya yang mendalam terhadap membangun keimanan terutama pada mereka yang berada didekatnya, telah menjadi salah satu dari perilaku beliau yang paling terlihat jelas sehingga membuat nama beliau tersebar luas bahkan hingga sampai ke Dunia Barat.

Negara Oman akan menjadi fase berikutnya dalam pergerakan menuju pembaharuan abad ke-15. Setelah menyambut baik undangan dari sekelompok Muslim yang memiliki hasrat dan keinginan menggebu untuk menerima manfaat dari ajarannya, beliau meninggalkan tanah kelahirannya dan tidak kembali hingga beberapa tahun kemudian. Bibit-bibit pengajaran dan kemuliaan juga ditanamkan di kota Shihr di Yaman timur, kota pertama yang disinggahinya ketika kembali ke Hadramaut, Yaman. Disana ajaran-ajaran beliau mulai tertanam dan diabadikan dengan pembangunan Ribat al-Mustafa. Ini merupakan titik balik utama dan dapat memberi tanda lebih dari satu jalan, dalam hal melengkapi aspek teoritis dari usaha ini dan menciptakan bukti-bukti kongkrit yang dapat mewakili pengajaran-pengajaran di masa depan.

Kepulangannya ke Tarim menjadi tanda sebuah perubahan mendasar dari tahun-tahun yang ia habiskan untuk belajar, mengajar, membangun mental agamis orang-orang disekelilingnya, menyebarkan seruan dan menyerukan yang benar serta melarang yang salah. Dar-al-Mustafa menjadi hadiah beliau bagi dunia, dan di pesantren itu pulalah dunia diserukan. Dalam waktu yang dapat dikatakan demikian singkat, penduduk Tarim akan menyaksikan berkumpulnya pada murid dari berbagai daerah yang jauh bersatu di satu kota yang hampir terlupakan ketika masih dikuasai para pembangkang komunis. Murid-murid dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Kepulauan Comoro, Tanzania, Kenya, Mesir, Inggris, Pakistan, Amerika Serikat dan Kanada, juga negara-negara Arab lain dan negara bagian di Arab akan diawasi secara langsung oleh Habib Umar. Mereka ini akan menjadi perwakilan dan penerus dari apa yang kini telah menjadi perjuangan asli demi memperbaharui ajaran Islam tradisional di abad ke-15 setelah hari kebangkitan. Berdirinya berbagai institusi Islami serupa di Yaman dan di negara-negara lain dibawah manajemen al-Habib Umar akan menjadi sebuah tonggak utama dalam penyebaran Ilmu dan perilaku mulia serta menyediakan kesempatan bagi orang-orang awam yang kesempatan tersebut dahulunya telah dirampas dari mereka.

Habib ‘Umar kini tinggal di Tarim, Yaman dimana beliau mengawasi perkembangan di Dar al-Mustafa dan berbagai sekolah lain yang telah dibangun dibawah manajemen beliau. Beliau masih memegang peran aktif dalam penyebaran agama Islam, sedemikian aktifnya sehingga beliau meluangkan hampir sepanjang tahunnya mengunjungi berbagai negara di seluruh dunia demi melakukan kegiatan-kegiatan mulianya.
http://naqshbandiyun.blogspot.com/2009/09/biografi-al-alamah-al-arifbillah.html
Read More