Showing posts with label istilah. Show all posts
Showing posts with label istilah. Show all posts

Phrasal verbs

Binti iliya faridah
         S1 psikologi / smt 1
         20121663018
Phrasal verbs
1. ask around   : meminta orang banyak pertanyaan yang sama
2. blow up   : meledak
3. break down   : berhenti berfungsi / rusak
4. break in   : kekuatan masuk ke bangunan
5. break up   : mengakhiri hubungan
6. break out   : melarikan diri
7. break off   : putus hubungan
8. call around   : telepon yang berbeda banyak tempat / orang
9. call down   : menegur / membentak
10. call for   : mampir / menjemput
11. call off   : membatalkan menelpon
12. calm down   : bersantai setelah marah
13. carry on   : melanjutkan
14. carry out   : menjalankan / melaksanakan tugas hingga berhasil
15. catch up   : sampai ke titik yang sama seperti orang lain
16. check in   : tiba dan mendaftar di sebuah hotel atau bandara
17. check out   : meninggalkan sebuah hotel
18. cheer up   : menjadi lebih bahagia
19. chip in    : membantu
20. come along   : membuat kemajuan
21. come apart   : terpisah
22. come forward   : relawan untuk tugas atau untuk memberikan bukti
23. cut in    : mengganggu
24. dress up   : memakai pakaian bagus
25. drop back   : bergerak kembali dalam posisi / group
26. drop out   : keluar
27. eat out    : makan
28. end up    : akhirnya mencapai / lakukan / memutuskan
29. fall apart   : pecah menjadi potongan-potongan
30. fall behind   : tertinggal
31. fall down   : jatuh
32. fall out   : Rontok (Rambut,gigi) menjadi longgar dan tidak terikat
33. find out   : mengetahui / menemukan
34. figure out   : memahami /. Mencari tahu / mengetahui / menetapkan
35. fold back   : membalikkan
36. fold away   : lipatan yang dapat dilipat
37. follow through  : melakasanakan / meneruskan
38. get along   : bergaul / saling menyukai
39. get around   : bepergian / memiliki mobilitas
40. get away   : lolos / pergi berlibur
41. get back    : kembali
42. get into   : memasuki
43. get together   : berkumpul / bertemu (biasanya untuk alasan sosial)
44. get through   : melewati
45. get up     : berdiri / bangun
46. give in    : menyerah / enggan berhenti berkelahi atau berdebat
47. give up   : berhenti berusaha / menyerah
48. give out   : membagikan (dokumen, catatan, dll)
49. go ahead   : mulai / maju / lanjutkan
50. go back   : kembali ke tempat
51. go out    : keluar
52. go over   : mengunjungi seseorang di dekatnya
53. go up    : naik
54. grow apart   : renggang
55. grow back   : tumbuh kembali
56. grow up   : menjadi dewasa
57. hang in   : menggantung di
58. hang on   : mengampai
59. hang out   : menggantung / menghabiskan waktu santai (informal)
60. hang up   : menggantung / mengakhiri panggilan telepon
61. hold on   : bertahan / menunggu waktu yang singkat
62. keep away   : menghindari
63. keep on   : melanjutkan
64. leave out   : melewatkan / membiarkan / meniadakan
65. look out   : hati-hati, waspada, dan memperhatikan
66. look up   : mendongak / melihat keatas / menengadah
67. make up   : menyusun / membuat
68. mop up   : membersihkan mengadakan pembersihan
69. pass away   : mati / meninggal
70. pay down   : membayar uang muka
71. pay off   : pembayaran gaji
72. pass out   : lemah
73. pay for    : dihukum karena melakukan sesuatu yang buruk / membayar untuksesuatu
74. pull out   : penarikan
75. pick up   : menjemput / mengambil
76. put down   : menghentikan
77. put off    : menunda
78. run across   : menemukan secara kebetulan
79. run into   : bersomplok / bertemu
80. run over   : menjalankan / mengendarai
81. run away   : melarikan diri / meninggalkan tiba-tiba
82. run out   : habis
83. shop around   : membandingkan harga / melihat-lihat
84. show off   : memameran / bertindak ekstra khusus bagi orang-orang menonton (biasanya dgn sombong)
85. show up   : tiba
86. shut up   : diam / berhenti bicara
87. sleep over   : tidur diatas / tinggal di suatu tempat untuk malam (informal)
88. take off   : mencopot / mulai terbang
89. take over   : mengambil alih
90. think back   : berfikir / mengingat
91. think over   : mempertimbangkan dengan cermat sebelum memutuskan
92. throw back   : melemparkan kembali
93. throw away   : lemparan yang tak berarti
94. turn on   : menyalakan (lampu, barang elektronik)
95. turn off   : mematikan (lampu, barang elektronik)
96. turn down   : mengecilkan volume suara atau kecepatan
97. turn up   : muncul tiba-tiba
98. wake up   : bangun
99. walk out   : pemogokan
100. walk over   : kemenangan yang mudah
101. warm up   : berlatih
102. wear off   : luntur / berangsung hilang
103. wipe away   : menyeka
104. wipe off   : menyeka
105. wipe out   : menyapu bersih / memusnahkan / menghapuskan
106. work out   : berhasil / sukses

Read More

bahasa Arab

Istilah “bahasa” dalam bahasa Indonesia sama “lughatul” (لغة ) dalam bahasa Arab, dalam bahasa Inggris disebut “language” dalam bahasa Jerman “Sprach”, dalam bahasa Jerman“space”, dalam bahasa Prancis “Langul”, dalam bahasa Belanda “teal”, dalam bahasa Jepang “Kakogo”, dan dalam bahasa Sansakerta disebut “Bhasa” (Asadullah, 1995:4).
Dalam kamus bahasa Indonesia disebutkan arti bahasa yaitu antara lain:
a. Sistem buyi berartukulasi (yang dihasilkan alat-alat ucap) yang bersifat sewenag-wenang dan konfersional yang dipakai sebagai alat komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran.
b. Perkataan-perkataan yang dipakai oleh suatu bangsa (suku/ bangsa/bangsa, negara dan daerah).
c. Percakapan (perkataan) yang baik sopan santun, tingkah laku yang baik budinya (Poerwadarminta, 1998:66).

Jika kita teliti dalam buku bahasa Arab beberapa definisi yang diperoleh, misalnya bahasa adalah suara yang digunakan oleh setiap bangsa untuk menggunakan (mengekpresikan) maksud tujuan mereka.
Dengan demikian, maka bahasalah yang mengenal individu-individu dalam masyarakat manusia, bahasalah yang menyatakan cita-cita dan tujuan mereka dalam hidup, kemudian bahasa itu merupakan faktor efektif dalam perkembangan dan kemajuan suatu masyarakat karena bahasa itu dadalah cermin yang bersih yang mana menentukan gambar sebenarnya mengenai kehidupan manusia. Dengan kata lain bahwa bahasa atau melalui bahasa kita dapat mengetahui tingkat alam, pikiran suatu umat atau bahasa, dnegn bangsa kita dapat mengetahui tingkat kebudayaan suatu masyarakat atau bangsa.


2. Bahasa Arab
a. Pengertian Bahasa Arab
Al-Ghalayaini memberi definisi bahasa Arab sebagai berikut:
اللغة العربية هي الكلمات التي يعبر بها العرب عن اعرا ضهم.
Artinya : Bahasa Arab adalah ungkapan yang telah dipergunakan oleh bangsa Arab untuk menyatakan maksud dan tujuan mereka (Mustafa Al-Ghalani, 1978:7).
Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa bahasa Arab yang dipergunakan oleh orang Arab yang terpelajar, pembicaraan resmi, dalam diskusi tulisan-tulisan buku dan bahasa hubungan internasional.
Berkaitan dengan pengertian di atas, Depag Binbaga Islam (1994:1), menyatakan bahwa:
Pengajaran bahasa Arab adalah suatu proses belajar mengajar (pengajaran) yang berfungsi membimbing anak didik untuk menuju kepada aaspek kehidupan yang lebih yang dihadapi seseorang sehingga dalam pengungkapan, perasaan dan keinginan yang tertentu dengan bahasa Arab Fusha baik secara aktif maupun pasif.
Dari definisi pengajaran Bahasa Arab di atas, dapat disimpulkan bahwa pengajaran bahasa Arab adalah suatu proses pendidikan yang diarahkan untuk mendorong membimbing mengembangkan dan membina kemampuan berbahasa Arab, baik aktif maupun pasif serta menumbuhkan sikap positif terhadap bahasa Arab dalam hal ini dalam bahasa Arab Fusha.
Kemampuan bahasa arab aktif yaitu kemampuan berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulisan, seperti membuat karangan. Sedangkan kemampuan bahasa arab pasif adalah kemampuan untuk memahami pembicaraan orang lain dan kemampuan memahami bacaan. Kemampuan berbahasa arab secara positif terhadap Bahasa Arab tersebut sangat penting, karena dapat membantu memahami sumber ajaran agama Islam yaitu Al-Qur’an dan al-Hadits, kitab-kitab Bahasa Arab yang berkenaan dengan ajaran agama Islam.

b. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab
Secara etomologi istilah metodologi berasal dari bahasa yunani, yakni dari kata metodos yang berarti cara atau jalan, dan logos artinya ilmu. Sedangkan secara sistematik, metodologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang cara-cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan dengan hasil yang efektif dan efisien. Metodologi searti dengan kata metodik (methodentic) yaitu suatu penyelidikan yang sistematis dan formulasi metode yang akan digunakan dalam penelitian. Dengan kata lain metodologi adalah: ilmu tentang metode-metode yang mengkaji/membahas mengenai bermacam-macam metode mengajar, tentang keunggulannnya, kelemahannya, lebih tepat/serasi untuk penyajian pelajaran apa, bagaimana penerapannya dan sebagainya (Yusuf dan Anwar, 1992:1-2)

Adapun ruang lingkup metodologi itu meliputi hal-hal sebagai berikut:
1). Telaah mengenai keterampilan-keterampilan berbahasa (membaca, menulis, menyimak) dan prosesdur mengajarkan.
2). Telaah mengenai persiapan mengenai rencana-rencana pengajaran, bahan-bahan, dan buku-buku teks, bagi keterampilan berhasa.
3). Evaluasi dan konparasi berbagai metode pengajaran bahasa untuk menyampaikan materi pengajaran hendaklah memiliki cara penyampaian (Tarigan , 1995: 150).
Read More

AT Command

2.3.     AT Command
AT Command adalah semua perintah yang dikirimkan ke modem yang diawali dengan AT.[1] Kata AT berasal dari kata “attention” dikarenakan perintah AT dikirimkan lebih dulu atau di utamakan sebelum perintah lain untuk mendapat respon dari modem.[2]
AT Command diperkenalkan oleh Dennis Hayes pada tahun 1977 yang dikenal dengan “smart modem”.Modem bekerja pada baud rate 300 bps. Modem ini terdiri dari sederet instruksi yang mengatur komunikasi dan fitur-fitur di dalamnya. Salah satu contoh sederhana penggunaan AT Command misalnya komunikasi dua buah komputer menggunakan port COM (port R-232). AT Command mempunyai dua mode, yaitu mode data (data mode) dan mode perintah (command mode). Untuk berpindah dari mode data menuju mode perintah dipisahkan oleh tiga tanda plus dan jeda selama satu detik.
Dalam perkembangannya AT Command banyak diterapkan pada mobile handset (telepon sellular). Instruksi dasar AT Command digunakan hampir oleh semua merk telepon sellular. Namun demikian, ada beberapa instruksi yang ditambahkan sendiri pada handset tersebut oleh vendor pembuatnya.
Penggunaan AT Command pada handset telah mempermudah untuk mengetahui segala informasi yang terdapat pada handset tersebut. Dengan menggunkan instruksi tertentu kita akan dapat mengetahui merk, nomor IME dll. Selain itu dengan AT Command kita bisa menyetting instruksi atau mengaktifkan instruksi pada handset untuk melakukan fungsi tertentu, misalnya melakukan panggilan, mengirim sms, dsb.Pelu diketahui pula bahwa masing-masing vendor handset biasanya menyertakan AT Command yang mendukung produk tersebut.
Dibalik tampilan menu Message pada sebuah handphone sebenarnya ada AT Command yang bertugas mengirim atau menerima data dari atau ke SMSC.
AT Command yang berhubungan dengan SMS yang dipakai sebagai berikut:

Tabel 2.2 AT Command yang digunakan[3]
AT+CMGL

List SMS

Test command
AT+CMGL=?

Response
+CMGL: (list of supported s)
Parameter
0 ”REC UNREAD”: received unread messages (default)
1 ”REC READ”: received read messages
2 ”STO UNSENT”: stored unsent messages
3 ”STO SENT”: stored sent messages
4 ”ALL”: all messages
Write command
AT+CMGL
[=]

Parameter
See Test command

Response
If PDU mode (+CMGF=0) and command are successful:
+CMGL:,,[],
[
+CMGL: ,,[alpha],
[...]]
Parameter
The PDU begins with the service-center address (according to
GSM04.11), followed by the TPDU according to GSM03.40 in
hexadecimal format

Lanjutan Tabel 2.2 AT Command yang digunakan

AT+CMGR

Read in an SMS

Test command
AT+CMGR=?

Response
OK

Write command
AT+CMGR=

Parameter
Index of message in selected memory

Response
If PDU mode (+CMGF=0) and command are successful:
+CMGR: ,[],
Parameter
Siehe “AT+CMGL”
otherwise:
+CMS ERROR:

AT+CMGS

Send an SMS

Test command
AT+CMGS=?

Response
OK

Write command
If PDU mode (+CMGF=0)
+CMGS=PDU is given

Parameter
Length of PDU
See ”AT+CMGL”
Message reference
Response
If sending is successful:
+CMGS:
If sending is not successful:
+CMS ERROR:

AT+CMGD
Delete an SMS in the SMS memory
Test command
At+CMGD=?

Response
OK

Write command
AT+CMGD=

Parameter
Index of message in the selected memory
Response
OK/ERROR/+CMS ERROR


2.4  Dot Matrik Display
Dot matrik merupakan himpunan (array) dari titik-titik yang digunakan untuk menampilkan karakter, simbol, dan gambar. Display dot matrik adalah perangkat display yang dapat digunakan untuk menampilkan informasi yang memerlukan perangkat display sederhana dengan resolusi terbatas. Tampilan terdiri dari matrik lampu yang disusun dalam konfigurasi persegi yang mana dengan switching pada lampu yang dipilih, teks atau gambar sederhana dapat ditampilkan. Sebuah kontroler dot matrik mengubah instruksi dari procesor menjadi sinyal pada sebagian lampu dalam matrik sehingga tampilan yang diperlukan dapat dihasilkan.
Display dot matrik umum disebut juga LED display. Kebanyakan LED bekerja di daerah inframerah dan cahaya tampak, meskipun sekarang ada UV LEDs. LED merupakan medium penunjuk yang lebih dapat dihandalkan daripada sumber cahaya lainnya seperti lampu neon dan bola lampu pijar.
LED display mempunyai daya guna yang tinggi dan sangat cocok untuk berbagai aplikasi pengukuran. LED display dapat berupa display numerik atau display alpha numerik. Display numerik hanya menampilkan angka, sedangkan display alpha numerik dapat menampilkan angka dan huruf.
LED display dapat memiliki common anoda atau common katoda. Pada konfigurasi common anoda semua segment pada LED berbagi satu pin anoda. Dalam konfigurasi common katoda semua LED berbagi satu pin katoda. Common cathode adalah rangkaian standard dimana katodanya dihubungkan pada titik ‘umum’ pada rangkaian, biasanya ground.
Spesifikasi display yang perlu dipertimbangkan ketika mencari digital LED display adalah jumlah baris dan jumlah karakter tiap barisnya. Pilihan warna standard untuk LED adalah merah standard, kuning, merah dengan efisiensi tinggi, oranye, hijau, dan biru. Spesifikasi display lainnya yang perlu dipertimbangkan antara lain panjang gelombang warna, dan jarak pandang. Panjang gelombang dari display ditentukan oleh warna dari LED. Jarak pandang ditentukan oleh kebutuhan ukuran minimum dari objek yang harus dapat dilihat oleh pengguna. Sudut pandang pada sumbu x dan y juga perlu untuk dipertimbangkan. Sudut pandang dari display adalah sudut antara garis normal ke permukaan display dan sumbu visual/penglihatan pengguna.




[1] ..., www.cellular.co.za/glossary.htm
[2] ..., www.cellular.co.za/glossary.htm
[3] Manual AT Command Set for Seimens Mobile www.siemens.com/mobile
Read More

Pengertian,,,, tipe belajar

1. Pengertian Tipe

Tipe : sikap, gerak, gerik, lagak yang menandai ciri seseorang, atau gerakan tertentu yang diatur untuk menarik perhatian orang lain.

2. Pengertian Belajar

² Cronbach (1954) berpendapat : Learning is shown by a change in behaviour as result of experience ; belajar dapat dilakukan secara baik dengan jalan mengalami.

² Menurut Spears : Learning is to observe, to read, to imited, to try something themselves, to listen, to follow direction, dimana pengalaman itu dapat diperoleh dengan mempergunakan panca indra.

² Robert. M. Gagne dalam bukunya : The Conditioning of learning mengemukakan bahwa : Learning is a change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and wich is not simply ascribable to process of growth. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja. Gagne berkeyakinan, bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalam diri dan keduanya saling berinteraksi. Dalam teori psikologi konsep belajar Gagne ini dinamakan perpaduan antara aliran behaviorisme dan aliran instrumentalisme.

² Lester.D. Crow and Alice Crow mendefinisikan : Learning is the acuquisition of habits, knowledge and attitudes. Belajar adalah upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap-sikap.

² Hudgins Cs. (1982) berpendapat Hakekat belajar secara tradisional belajar dapat didefinisikan sebagai suatu perubahan dalam tingkah laku, yang mengakibatkan adanya pengalaman .

² Jung , (1968) mendefinisikan bahwa belajar adalah suatu proses dimana tingkah laku dari suatu organisme dimodifikasi oleh pengalaman.

² Ngalim Purwanto, (1992 : 84) mengemukakan belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku, yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.

Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah segenap rangkaian kegiatan atau aktivitas yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa penambahan pengetahuan atau kemahiran berdasarkan alat indera dan pengalamannya.Oleh sebab itu apabila setelah belajar peserta didik tidak ada perubahan tingkah laku yang positif dalam arti tidak memiliki kecakapan baru serta wawasan pengetahuannya tidak bertambah maka dapat dikatakan bahwa belajarnya belum sempurna.

Pada dasarnya prinsip belajar lebih dititikberatkan pada aktivitas peserta didik yang menjadi dasar proses pembelajaran baik dijenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), Sekolah lanjutan Tingkat Atas (SLTA) maupun Tingkat Perguruan Tinggi.

3. Pengertian Siswa / Peserta Didik

² A person registrered in an education and pursuing a course of study (Seseorang yang terdaftar pada sebuah lembaga pendidikan dan mengikuti suatu jalur studi). Asa S. Knowles, Editor-in-Chief, The International Encyclopedia of Higher Education, Volume 1, 1977.

² A student is a man or woman, who knows how tp read books. (Seorang peserta didik adalah seorang pria atau wanita yang mengetahui cara membaca buku-buku). The Future of The Indian University

² Peserta didik (siswa) adalah seseorang atau sekelompok orang yang bertindak sebagai pelaku pencari, penerima dan penyimpan isi pelajaran yang dibutuhkannya untuk mencapai tujuan (Aminuddin Rasyad, 2000 : 105)

² Peserta didik atau siswa atau murid atau terdidik.

Siapa dan bagaimana peserta didik itu ?

1) Peserta didik sebagai individu / pribadi ( manusia seutuhnya ) :

Individu ini diartikan "Seseorang yang tidak bergantung pada orang lain, dalam arti benar-benar seorang pribadi yang menentukan diri sendiri dan tidak dipaksa dari luar, juga mempunyai sifat dan keinginan sendiri ( Abu Ahmadi, 1991 ; 39 )

Untuk itu peserta didik harus dipandang secara filosofis, yaitu menerima kehadiran keakuannya, keindividuannya, sebagaimana mestinya ia ada ( eksistensinya ).

2) Peserta didik menurut tahap dan perkembangan umur

a. 0 - 7 tahun masa kanak-kanak

masa kanak-kanak adalah masa mulai bermain, berkawan, berkomunikasi dengan dunia luar.

b. 7 - 14 tahun masa sekolah

pada usia-usia 12 tahunan biasanya siswa memasuki masa kritis, dimana pendidik harus lebih memperhatikan dan memberi pengertian, serta bimbingan.

c. 14 - 21 tahun puberitas

masa puberitas terbagi tiga :

a) Masa pra puberitas : wanita 12 - 13 th Laki-laki 13 - 14 th

b) Masa puberitas : wanita 13 - 18 th Laki-laki 14 - 18 th

c) Masa adolesen : wanita 18 - 21 th Laki-laki 18 - 23 th

3) Peserta didik menurut status dan tingkat kemampuan.

Kata status disini diartikan dengan keadaan peserta didik dipandang secara umum dalam kemampuannya ( kecerdasannya ).

Kemampuan peserta didik dapat digolongkan 3 kelompok :

a. Peserta didik super normal

b. Peserta didik normal

c. Peserta didik sub normal

Untuk lebih rincinya lihat skema dibawah ini :

Genius IQ 140 keatas
Super normal Gifted IQ 130 - 140
Superior IQ 110 - 130
Normal dan Normal IQ 90 - 110
Derajat mental Sedikit di bawah
Normal Sub Normal /
Berdoline IQ 70 - 90
Debil IQ 50 - 70
Sub normal Insibil IQ 25 - 50
Idiot IQ 20 - 25

4. Pengertian Tipe Belajar Siswa

Dari pengertian-pengertian yang penulis uraikan di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tipe belajar siswa adalah suatu sikap atau lagak yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang sebagai pencari, penerima pelajaran yang dibutuhkannya, berdasarkan pengalaman yang dialaminya sendiri dengan mempergunakan alat indranya.

5. Pengertian Metodologi

Metodologi berasal dari bahasa Latin " Meta " dan " Hodos " meta artinya jauh (melampaui), Hodos artinya jalan (cara). Metodologi adalah ilmu mengenai cara-cara mencapai tujuan.

6. Pengertian Mengajar

² Arifin (1978) mendefinisikan bahwa mengajar adalah " . suatu rangkaian kegiatan penyampaian bahan pelajaran kepada murid agar dapat menerima, menanggapi, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran itu ".

² Tyson dan Caroll (1970) mengemukakan bahwa mengajar ialah . a way working with students ... A process of interaction . the teacher does something to student, the students do something in return. Dari definisi itu tergambar bahwa mengajar adalah sebuah cara dan sebuah proses hubungan timbal balik antara siswa dan guru yang sama-sama aktif melakukan kegiatan.

² Nasution (1986) berpendapat bahwa mengajar adalah " . suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak, sehingga terjadi proses belajar".

² Tardif (1989) mendefinisikan, mengajar adalah . any action performed by an individual (the teacher) with the intention of facilitating learning in another individual (the learner), yang berarti mengajar adalah perbuatan yang dilakukan seseorang (dalam hal ini pendidik) dengan tujuan membantu atau memudahkan orang lain (dalam hal ini peserta didik) melakukan kegiatan belajar.

² Biggs (1991), seorang pakar psikologi membagi konsep mengajar menjadi tiga macam pengertian yaitu :

a. Pengertian Kuantitatif dimana mengajar diartikan sebagai the transmission of knowledge, yakni penularan pengetahuan. Dalam hal ini guru hanya perlu menguasai pengetahuan bidang studinya dan menyampaikan kepada siswa dengan sebai-baiknya. Masalah berhasil atau tidaknya siswa bukan tanggung jawab pengajar.

b. Pengertian institusional yaitu mengajar berarti . the efficient orchestration of teaching skills, yakni penataan segala kemampuan mengajar secara efisien. Dalam hal ini guru dituntut untuk selalu siap mengadaptasikan berbagai teknik mengajar terhadap siswa yang memiliki berbagai macam tipe belajar serta berbeda bakat , kemampuan dan kebutuhannya.

c. Pengertian kualitatif dimana mengajar diartikan sebagai the facilitation of learning, yaitu upaya membantu memudahkan kegiatan belajar siswa mencari makna dan pemahamannya sendiri.

Dari definisi-definisi mengajar dari para pakar di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa mengajar adalah suatu aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga terjadi proses belajar dan tujuan pengajaran tercaqpai.

7. Pengertian Metodologi Mengajar

Dari definisi-definisi metodologi dan mengajar yang telah diuraikan di atas, maka penulis mengambil kesimpulan bahwa pengertian metodolgi mengajar adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai.

Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik, maka perlu mengetahui, mempelajari beberapa metode mengajar, serta dipraktekkan pada saat mengajar.

B. Metode Mengajar

Beberapa metode mengajar yang dapat divariasikan oleh pendidik diantaranya :

1. Metode Ceramah (Preaching Method)

Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.

Beberapa kelemahan metode ceramah adalah :

a. Membuat siswa pasif

b. Mengandung unsur paksaan kepada siswa

c. Mengandung daya kritis siswa ( Daradjat, 1985)

d. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya.

e. Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik.

f. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).

g. Bila terlalu lama membosankan.(Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

Beberapa kelebihan metode ceramah adalah :

a. Guru mudah menguasai kelas.

b. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar

c. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.

d. Mudah dilaksanakan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

2. Metode diskusi ( Discussion method )

Muhibbin Syah ( 2000 ), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ).

Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk :

a. Mendorong siswa berpikir kritis.

b. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.

c. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah bersama.

d. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama.

Kelebihan metode diskusi sebagai berikut :

a. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan

b. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik.

c. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

Kelemahan metode diskusi sebagai berikut :

a. tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar.

b. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.

c. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.

d. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

3. Metode demontrasi ( Demonstration method )

Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Muhibbin Syah ( 2000).

Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Syaiful Bahri Djamarah, ( 2000).

Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi adalah :

a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan .

b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.

c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa (Daradjat, 1985)

Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut :

a. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atu kerja suatu benda.

b. Memudahkan berbagai jenis penjelasan .

c. Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melaui pengamatan dan contoh konkret, drngan menghadirkan obyek sebenarnya (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).

Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut :

a. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan.

b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan

c. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).

4. Metode ceramah plus

Metode ceramah plus adalah metode mengajar yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah gabung dengan metode lainnya.Dalam hal ini penulis akan menguraikan tiga macam metode ceramah plus yaitu :

a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas (CPTT).

Metode ini adalah metode mengajar gabungan antara ceramah dengan tanya jawab dan pemberian tugas.

Metode campuran ini idealnya dilakukan secar tertib, yaitu :

1). Penyampaian materi oleh guru.

2). Pemberian peluang bertanya jawab antara guru dan siswa.

3). Pemberian tugas kepada siswa.

b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT)

Metode ini dilakukan secara tertib sesuai dengan urutan pengkombinasiannya, yaitu pertama guru menguraikan materi pelajaran, kemudian mengadakan diskusi, dan akhirnya memberi tugas.

c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)

Metode ini dalah merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan materi pelajaran dengan kegiatan memperagakan dan latihan (drill)

5. Metode resitasi ( Recitation method )

Metode resitasi adalah suatu metode mengajar dimana siswa diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri.

Kelebihan metode resitasi sebagai berikut :

a. Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.

b. Anak didik berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

Kelemahan metode resitasi sebagai berikut :

a. Terkadang anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan temennya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.

b. Terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.

c. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

6. Metode percobaan ( Experimental method )

Metode percobaan adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Syaiful Bahri Djamarah, (2000)

Metode percobaan adalah suatu metode mengajar yang menggunakan tertentu dan dilakukan lebih dari satu kali. Misalnya di Laboratorium.

Kelebihan metode percobaan sebagai berikut :

a. Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku.

b. Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi.

c. Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.

Kekurangan metode percobaan sebagai berikut :

a. Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan ekperimen.

b. Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik harus menanti untuk melanjutkan pelajaran.

c. Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi.

7. Metode Karya Wisata ( Study tour method )

Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian dibukukan.

Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut :

a. Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.

b. Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.

c. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak.

Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut :

a. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.

b. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.

c. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama, sedangkan unsur studinya terabaikan.

d. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan.

e. Biayanya cukup mahal.

f. Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.

8. Metode latihan keterampilan ( Drill method )

Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar , dimana siswa diajak ke tempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat sesuatu, bagaimana cara menggunakannya, untuk apa dibuat, apa manfaatnya dan sebagainya. Contoh latihan keterampilan membuat tas dari mute/pernik-pernik.

Kelebihan metode latihan keterampilan sebagai berikut :

a. Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.

b. Dapat untuk memperoleh kecakapan mental, seperti dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda/simbol, dan sebagainya.

c. Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.

Kekurangan metode latihan keterampilan sebagai berikut :

a. Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari pengertian.

b. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.

c. Kadang-kadang latihan tyang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan.

d. Dapat menimbulkan verbalisme.

9. Metode mengajar beregu ( Team teaching method )

Metode mengajar beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas. Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya, setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiap siswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut.

10. Metode mengajar sesama teman ( Peer teaching method )

Metode mengajar sesama teman adalah suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri

11. Metode pemecahan masalah ( Problem solving method )

Metode ini adalah suatu metode mengajar yang mana siswanya diberi soal-soal, lalu diminta pemecahannya.

12. Metode perancangan ( projeck method )

yaitu suatu metode mengajar dimana pendidik harus merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.

Kelebihan metode perancangan sebagai berikut :

a. Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyuluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.

b. Melalui metode ini, anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Kekurangan metode perancangan sebagai berikut :

a. Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini.

b. Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini.

c. Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan.

d. Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.

13. Metode Bagian ( Teileren method )

yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian, misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentu saja berkaitan dengan masalahnya.

14. Metode Global (Ganze method )

yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisari dari materi tersebut.

C. Perbandingan Ciri Khas Metode Mengajar

Metode Sifat Materi Tujuan Keunggulan Kelemahan

CeramahDemonstrasiDiskusi Informatif, faktualPrinsipal,faktual,keterampilanPrinsipal, konseptual, keterampilan Pemahaman PengetahuanPemahaman aplikasiPemahamanAnalisis, sintesis,Evaluasi, aplikasi Lebih banyak materi yang tersajiSiswa berpengalamanDan berkesan mendalam.Siswa aktif, berani dan kritis Siswa pasifLebih banyak alat dan biayaMemboroskan waktuDidominasiSiswa yangpintar

Metode mengajar yang dimiliki pendidik usahakan divariasikan, agar siswa-siswi dalam kelas yang tipe belajarnya pasti beragam itu dapat menerima, mencerna, menguasai materi yang diberikan oleh pendidik seefisien dan seefektif mungkin. Bagaimana agar yang kita harapkan itu menjadi kenyataan ? Salah satu solusinya adalah pendidik disamping menguasai beberapa metode mengajar, harus tahu juga tipe belajar para siswanya. Supaya sinkron antara metode mengajar pendidik dengan tipe belajar peserta didik. Artinya metode yang digunakan dalam megajar telah disesuaikan dengan tipe belajar peserta didik. Misal tipe belajar siswa visual, maka akan lebih mudah dicerna oleh siswa apabila guru mengajar dengan slide, makalah, atau digambarkan langsung di papan tulis. Untuk itu mari kita lihat beberpa tipe belajar siswa .

D. Beberapa Tipe Belajar Siswa

Mengetahui tipe belajar siswa membantu guru untuk dapat mendekati semua atau hampir semua murid hanya dengan menyampaikan informasi dengan gaya yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan tipe belajar siswa.

Beberapa Tipe Belajar Siswa Sebagai Berikut :

1. Tipe Belajar Visual.

Bagi siswa yang bertipe belajar visual, yang mememgang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis.

Ciri-ciri Tipe Belajar Visual :

² Bicara agak cepat

² Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi

² Tidak mudah terganggu oleh keributan

² Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar

² Lebih suka membaca dari pada dibacakan

² Pembaca cepat dan tekun

² Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata

² Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato

² Lebih suka musik dari pada seni

² Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya

² Mengingat dengan Asosiasi Visual

2. Tipe Belajar Auditif.

Siswa yang bertipe auditif mengandalakan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Karena akan sia-sialah guru yang menerangkan kepada siswa tuli, walaupun guru tersebut menerangkan dengan lantang , jelas dan dengan intonasi yang tepat.

Ciri-ciri Tipe Belajar Auditif :

² Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri

² Penampilan rapi

² Mudah terganggu oleh keributan

² Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat

² Senang membaca dengan keras dan mendengarkan

² Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca

² Biasanya ia pembicara yang fasih

² Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya

² Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik

² Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual, seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain

² Berbicara dalam irama yang terpola

² Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara

3. Tipe Belajar Kinestetik.

Siswa yang bertipe belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.

Ciri-ciri Tipe Belajar Kinestetik :

² Berbicara perlahan

² Penampilan rapi

² Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan

² Belajar melalui memanipulasi dan praktek

² Menghafal dengan cara berjalan dan melihat

² Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca

² Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita

² Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca

² Menyukai permainan yang menyibukkan

² Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu

² Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi

4. Tipe Belajar Taktil.

Taktil artinya rabaan atau sentuhan. Siswa yang seperti ini penyerapan hasil pendidikannya melaui alat peraba yaitu tangan atau kulit.

Contoh : mengatur ruang ibadah, menentukan buah-buahan yang rusak (busuk)

5. Tipe Belajar Olfaktoris.

Keberhasilan siswa yang bertipe olfaktoris , tergantung pada alat indra pencium, tipe siswa ini akan sangat cepat menyesuaikan dirinya dengan suasana bau lingkungan.

Siswa tipe ini akan cocok bila bekerja di : laboratorium

6. Tipe Belajar Gustative.

Siswa yang bertipe gustative ( kemampuan mencicipi ) adalah mereka yang mencirikan belajarnya lebih mengandalkan kecapan lidah. Mereka akan lebih cepat memahami apa yang dipelajarinya melalui indra kecapnya.

7. Tipe Belajar Kombinatif.

Siswa bertipe kombinatif adalah siswa yang dapat dan mampu mengikuti pelajaran dengan menggunakan lebih dari satu alat indra.Ia dapat menerima pelajaran dangan mata dan telinga sekaligus ketika belajar.

Karena banyak ragam tipe belajar siswa, maka kita sebagai pendidik hendaknya mengenali betul anak didik kita dan hendaknya pendidik memiliki berbagai metode mengajar, agar siswa dapat menerima atau mengerti apa yang disampaikan oleh gurunya dengan seefektif dan seefisien mungkin.

F. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa

a. Faktor internal (faktor dari dalam diri siswa), yaitu kondisi/keadaan jasmani dan rohani siswa

b. Faktor ekstenal (faktor dari luar siswa), yaitu kondisi lingkungan disekitar siswa.

c. Faktor pendekatan belajar (approach to learning), yaitu jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.

Untuk memperjelas uraian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa, perhatikan bagan di bawah ini :

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Belajar

Ragam Faktor dan Elemennya

Internal Siswa Eksternal Siswa Pendekatan Belajar Siswa

1. Aspek Fisiologis :- Tonus Jasmani- Mata dan telinga2. Aspek Psikologis- intelegensi- sikap- minat- bakat- motivasi 1. Lingkungan Sosial- keluarga- guru dan staf- masyarakat- teman2. Lingkungan Nonsosial- rumah- sekolah- peralatan- alam 1. Pendekatan Tinggi- speculative- achieving2. Pendekatan Sedang- analitical- deep3. Pendekatan Rendah- reproductive- surface

G. Hubungan Metodologi Mengajar Dengan Tipe Belajar

Beberapa metode mengajar yang telah penulis uraikan di atas sebaiknya dikuasai dan divariasikan oleh pendidik, dengan tujuan pada saat mengajar dipraktekkan langsung, agar siswa yang terdiri dari bebrapa tipe belajar tersebut dapat menyimak, menerima, mencerna dan mengerti, sehingga peserta didik dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti adanya perubahan tingkah laku yang positif yaitu dari tidak tahu menjadi tahu, wawasannya lebih luas, tutur katanya lebih sopan serta gaya hidupnyapun lebih intelek.

Metode mengajar jelas erat hubungannya dengan tipe belajar peserta didik, karena dalam proses belajar mengajar yang baik adalah apabila terjadi interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Untuk itu maka pendidik harus dapat menciptakan situasi yang nyaman, membangkitkan semangat belajar, menggairahkan dan membuat siswa antusias untuk belajar. Sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Bagaimana cara menciptakannya ?. Perhatikan tipe belajar terbanyak dari siswa yang kita ajar. Jika tipe belajar tebanyak adalah bertipe belajar auditif, maka kita akan tepat jika menggunakan metode ceramah atau mendengarkan kaset, tetapi diselingi juga dengan menunjukkan gambarnya (demonstrasi), dapat juga dengan memutarkan filmnya agar siswa dapat melihat (visual) dengan jelas apa yang terjadi. Dengan harapan peserta didik dalam kelas yang tipe belajarnya beragam itu, dapat menyimak, memperhatikan , sehingga terjadilah proses belajar mengajar dan terdapat interaksi dari keduanya.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh di bahwa ini :

seorang peserta didik baru saja menerima sebuah bingkisan hadiah berupa kotak, setelah peserta didik membukanya, ternyata kotak itu berisi rumah boneka Barbie dalam keadaan terurai terdiri dari 25 bagian yang terpisah-pisah dilengkapi dengan buku petunjuk setebal 20 halaman untuk membantu peserta didik dalam merangkai rumah Barbie tersebut.

¨ Bagaimana peserta didik mengatasi hal ini ?

¨ Apakah peserta didik membaca buku tersebut serta bingung dan tidak jelas sampai ia melihat ilustrasinya dan mulai menyambung bagian-bagiannya ?

¨ Ataukah sebaliknya, peserta didik merasa bingung dengan rangkaian bagian-bagian itu ? Tetapi setelah peserta didik membaca buku petunjuknya semuanya menjadi sangat jelas?

v Jika peserta didik membaca ilustrasi dan akhirnya menjadi jelas bagi peserta didik, maka kemungkinan besar peserta didik tergolong pelajar Visual.

v Karena pendidik tahu tipe belajar siswa yaitu bertipe belajar visual, maka alangkah baiknya pendidik menjelaskan materi dengan metode ceramah, dengan menggunakan slide atau dengan menggunakan modul.

v Jika peserta didik tidak dapat menyelesaikan dalam merangkai bagian-bagian tersebut melalui buku petunjuk ataupun melalui gambarnya, kemudian peserta didik menelpon temennya yang membaerikan hadiah tadi dan menjelaskannya melalui telepon bagaimana cara merankainya dan akhirnya menjadi jelas, maka ini berindikasi bahwa peserta didik tergolong pelajar auditif.

v Karena peserta didiknya bertipe belajar auditif, maka sebaiknya pendidik pada saat mengajar menggunakan metode ceramah, memutarakan kaset, atau divariasikan antara metode ceramah dengan tanya jawab.

v Jika terlihat peserta didik dalam memulai penyelesaian dengan bagian-bagian tersebut secara fisik, mungkin peserta didik tergolong pelajar taktil. Dalam hal ini pendidik harus banyak menggunakan metode demonstrasi disamping metode ceramah atau divariasikan dengan metode latihan keterampilan.
Read More

Produksi.

Menurut Sofyan Assauri, produksi didefinisikan sebagai berikut :
“Produksi adalah segala kegiatan dalam menciptakan dan menambah kegunaan (utility) sesuatu barang atau jasa, untuk kegiatan mana dibutuhkan faktor-faktor produksi dalam ilmu ekonomi berupa tanah, tenaga kerja, dan skill (organization, managerial, dan skills) 8)




Sedangkan ahli lain mendefiniskan produksi sebagai berikut :
“Produksi adalah segala kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan atau menambah guna atas suatu benda, atau segala kegiatan yang ditujukan untuk memuaskan orang lain melalui pertukaran.” 9)
Menurut Murti Sumarti dan Jhon Soeprihanto memberikan pengertian produksi sebagai berikut :
“Produksi adalah semua kegiatan dalam menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa, dimana untuk kegiatan tersebut diperlukan faktor-faktor produksi.” 10)
Dari pengertian tentang definisi produksi diatas, maka dapat diartikan bahwa produksi merupakan suatu kegiatan untuk mentransformasikan faktor-faktor produksi, sehingga dapat meningkatkan atau menambah faidah bentuk, waktu dan tempat suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia yang diperoleh melalui pertukaran.

2.2. Luas Produksi.
2.2.1. Pengertian Luas Produksi.
Pada umumnya tujuan perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang maksimal. Di satu sisi sumber daya yang dimiliki oleh suatu perusahaan terbatas. Dengan demikian seorang manajer perlu merencanakan dan menghitung dengan cermat mutu dan kuantitas produk yang diproduksi dan dipasarkan, sehingga diperoleh keuntungan yang maksimal.
“Luas produksi adalah jumlah atau volume produksi yang seharusnya diproduksi oleh suatu perusahaan dalam periode tertentu.”11)
Luas produksi yang terlalu besar dapat berakibat pengeluaran biaya yang terlalu besar, pemakaian bahan baku yang besar pula dan akhirnya memberikan akibat akan merosotnya harga jual. Sedangkan luas produksi yang terlalu kecil mengakibatkan perusahaan tersebut tidak mampu memenuhi permintaan pasar atau pelanggan, sehingga pelanggan tersebut pindah ke produk perusahaan lain yang menjadi pesaing perusahaan tersebut.

2.2.2. Faktor Penentuan Luas Produksi.
Suatu perusahaan memerlukan sumber daya yang akan dipergunakan untuk produksi barang. Sumber daya tersebut berupa bahan mentah, bahan pembantu, mesin-mesin, peralatan lain, tenaga kerja, modal dan tanah. Selain sumber daya tersebut jumlah permintaan merupakan penentu luas produksi yang paling menguntungkan.
Luas produksi optimal suatu perusahaan akan terpenuhi oleh beberapa faktor : 12)
1. Tersedianya bahan dasar.
2. Tersedianya kapasitas mesin-mesin yang dimiliki.
3. Tersedianya tenaga kerja.
4. Besarnya permintaan akan hasil produksi.
5. Tersedianya faktor-faktor produksi yang lain.
Luas produksi bukan satu-satunya yang menentukan luas perusahaan, sebab untuk mengukur luas perusahaan harus berdasarkan pada :13)
1. Bahan dasar yang dipergunakan.
2. Bahan yang dihasilkan.
3. Mesin/peralatan yang digunakan.
4. Jumlah tenaga kerja yang digunakan.


Luas perusahaan tidak selalu sama ukurannya dengan luas produksi. Perbedaan lain diantara keduanya yaitu luas perusahaan ditentukan oleh batas waktu dalam jangka panjang, sedangkan luas produksi ditentukan oleh batas waktu jangka pendek. Luas perusahaan relatif tetap, sedangkan luas produksi berubah-ubah setiap waktu.

2.3. Upaya Peningkatan Mutu Produksi.
Sadar akan pentingnya produk yang bermutu, maka perusahaan harus berorentasi pada penciptaan produk yang bermutu. Akan tetapi, perlu ditegaskan bahwa bermutu atau tidaknya produk suatu perusahaan bukan ditetapkan atau di nilai oleh perusahaan, namun produk yang bermutu atau tidak bermutu dinilai oleh konsumen. Untuk itu, dalam usaha menghasilkan produk yang bermutu harus mengacu pada keinginan konsumen.
Adapun beberapa strategi yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan mutu produk perusahaan, sebagai berikut :14)
a. Menetapkan tujuan yang jelas.
b. Memprakarsai atau menentukan kembali budaya organisasi.
c. Mengembangkan komunikasi yang jelas.
d. Melembagakan komunikasi efektif dan konsisten.
e. Melembagakan pendidikan dan pelatihan.
f. Mendorong perbaikan terus menerus.

Untuk mencapai produk yang bermutu, maka langkah awal perusahaan yang harus ditempuh pertama kali harus menetapkan tujuan yang jelas dan spesifik serta didasarkan atas tuntutan pelanggan atau konsumen. Apabila tujuan telah ditetapkan, maka seluruh sumber daya yang ada pada perusahaan dapat diarahkan untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.
Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan oleh perusahaan guna mencapai hasil produk yang bermutu yaitu penetapan budaya organisasi. Artinya, individu yang ada didalam perusahaan hendaknya dibangun sikap dan perilakunya menjadi perilaku yang mempunyai moral dan semangat kerja yang tinggi, loyalitas, tepat waktu dan rasa antusias untuk menyelesaikan pekerjaan. Hal yang perlu ditekankan pada karyawan didalam perusahaan oleh manejer adalah kesejahteraan perusahaan yang mencakup tenaga kerja didalamnya untuk masa sekarang dan masa yang akan datang, untuk mencapainya hanya dengan cara menghasilkan produk yang bermutu.
Pada tahap diatas kondisi intern perusahaan telah cukup baik. Tahap selanjutnya adalah pembentukan komunikasi yang baik antara karyawan atau dengan pihak eksten (luar) perusahaan salah satunya adalah dengan konsumen. Melalui komunikasi yang baik dengan konsumen, maka perusahaan akan mengetahu tanggapan konsumen atas produk yang dihasilkan serta apa keinginan konsumen pada periode-periode selanjutnya. Adapun keinginan konsumen pada setiap periode selalu akan mengalami perubahan.
2.4. Pengawasan Terpadu.
Cara lain untuk dapat membentuk produk yang bermutu adalah dengan melakukan pengawasan secara terpadu. Untuk pemaparan hal tersebut, maka perlu diurakan asas-asas manajemen pengawasan dan sistem pengawasan.
Dalam melakukan pengawasan, hal yang perlu ditegaskan adalah harus terdapat asas pengawasan yang jelas. Adapun asas pengawasan terdiri asas : 15)
a. Asas sumbangan terhadap tujuan, dalam hal ini pengawasan bertujuan untuk mepermudah pencapaian tujuan.
b. Asas penetapan standar, dalam hal ini dalam rangka efektivitas pengawasan, maka dalam melakukan pengawasan harus terdapat stndar pokok yang jelas dan objektif.
c. Asas penetapan pokok-pokok pengawasan strategis, dalam hal ini pengawasan pada proses-proses kerja.
d. Asas tindakan perbaikan, pengawasan dilakukan dengan tujuan akan dilakukan perbaikan atas penyimpangan yang terjadi.
e. Asas manajemen dengan kekecualian, untuk menelusuri dan menemukan penyimpangan yang potensial dan nyata dari rencana yang telah ditetapkan.

f. Asas keluwesan pengawasan, dalam hal ini untuk dapat dengan cepat mengikuti perubahan yang terjadi.
g. Asas keharmonisan organisasi, pengawasan yang dirancang dengan efisien harus harmonis dengan struktur organisasi.
h. Asas kecocokan pengawasan, dalam hal ini pengawasan dilaksanakan oleh pemegang jabatan yang tepat.
i. Asas tanggung jawab pengawasan, dalam hal ini pelaksanaan harus bertanggung jawab dan untuk itu dilaksanakan oleh jabatan yang secara umum bertanggung jawab atas keberhasilan perusahaan.
j. Asas akuntabilitas pengawasan, dalam hal ini manejer sebagai pelaksana, penanggung jawab atas hasil pengawasan dan hasil perusahaan secara umum.
Keberhasilan pengawasan didalam suatu perusahaan sangat tergantung pada pelaksanaan asas-asas pengawasan tersebut dengan baik.
Dalam melakukan pengawasan ada beberapa sistem yang dapat dipilih, yaitu sistim pengawasan untuk tujuan preventif atau untuk perbaikan. Sistem ini dapat dipilih tergantung pada kebutuhan yang diperlukan oleh perusahaan. Jika perusahaan merupakan perusahaan kontraktor, maka sistem pengawasan yang dapat dipilih adalah pengawasan prventif dan tentunya dapat dilakukan pengawasan perbaikan untuk intern perusahaan sendiri, seperti pengawasan keuntungan dan perbaikan bidang lainnya. Untuk pengawasan yang bertujuan untuk melakukan perbaikan-perbaikan dimasa yang akan datang sistem pengawasan yang dapat dipilih adalah sistem pegawasan korektif.


Khusus untuk mutu produk perusahaan, salah satu sistem pengawasan mutu yang dapat dipergunakan adalah pengawasan mutu terpadu. Dalam hal ini terkait dua unsur, yaitu cara pelaksanaannya dan tujuan pelaksanaannya. Dalam pelaksanaannya meliputi konsep, sebagai berikut :16)
1. Spesifikasi yang diinginkan.
2. Produksi untuk memenuhi spesifikasi tersebut.
3. Inspensi untuk melihat apakah produksi memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan.
4. Perbaikan terhadap penyimpangan.
Sedangkan tujuan yang akan dicapai adalah mempersiapkan dan menyediakan produk yang :17)
1. Memuaskan pelanggan.
2. Memadai.
3. Dapat diandalkan.
4. Ekonomi.
Untuk dapat mencapai spesifikasi yang telah ditetapkan, maka perusahaan harus mempersiapkan seluruh sumber daya yang dimiliki. Adapun spesifikasi produk yang akan dicapai oleh perusahaan harus disebarkan pada personalia yng ada, sehingga tidak terjadi perbedaan persepsi mengenai produk yang akan dibuat.
Bentuk aktualisasi dari konsep diatas adalah perusahaan harus melakukan hal-hal sebagai berikut :18)
a. Pemilihan mesin, proses dan alat yang mampu membentuk produk yang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
b. Pemilihan perlengkapan untuk pengawasan mutu.
c. Perencanaan arus informasi pepabrikan dan kreteria pengawasan.
d. Perencanaan pengawasan mutu proses.
e. Seleksi dan latihan personalia produksi. Perencanaan aspek-aspek mutu mengenai pengepakan produk dan pengiriman.

Kerja diatas harus diikuti oleh perusahaan yang berkeinginan untuk menghasilkan produk yang bermutu. Tentunya, sesuatu yang telah dipilih, seperti jenis mesin dan peralatan serta cara kerja bukan hanya sekedar melakukan pilihan sederhana, terlebih perusahaan yang membutuhkan investasi yang besar. Untuk melakukan hal tersebut, maka perlu dilakukan analisa investasi dan berbagai analisa lainnya. Singkatnya, untuk pembentukan produk yang bermutu, harus mengacu pada kondisi finansial perusahaan, sehingga kondisi finansial perusahaan tidak terganggu kinerjanya.
Read More

Multimedia

Beberapa definisi multimedia :
1. Suatu perangkat lunak yang memakai lebih dari satu metode dalam berkomunikasi dengan penggunanya, seperti : teks, gambar, suara, animasi, ataupun video.
2. Kombinasi teks, gambar, suara, animasi, dan video pada komputer.
Munculnya multimedia dipicu oleh keinginan manusia untuk membuat komputer dan aplikasi-aplikasinya menjadi lebih menarik sehingga membuat pengguna merasa betah dan lebih mudah mencerna informasi dari komputer. Dengan adanya fasilitas multimedia, pengguna dapat dengan mudah berinteraksi dengan komputer.

2.2.2 Elemen-elemen Multimedia
Berikut penjelasan masing-masing elemen multimedia :
1. Teks
Teks merupakan elemen dasar multimedia dalam menyampaikan suatu informasi. Teks merupakan jenis elemen yang paling sederhana dan memerlukan tempat penyimpanan paling kecil.
2. Gambar
Penggunaan gambar adalah cara yang paling mudah untuk mengilustrasikan suatu informasi. Untuk menjelaskan seekor kuda kepada pengguna misalnya, akan lebih mudah menggunakan gambar daripada melukiskannya dengan kata-kata mengenai hewan tersebut.
3. Suara
Dengan adanya suara, kita dapat memberikan contoh konkret pelafalan. Ini lebih baik daripada memberikan contoh pelafalan dengan kata-kata yang hampir serupa ataupun serupa dengan suara yang dimaksud. Misalnya pelafalan vokal ‘a’, lebih baik diberikan langsung contoh suara yang nyata walaupun penjelasan dengan teks seperti pelafalan ‘a’ pada ‘ayam’ juga sangat membantu.
4. Animasi
Animasi adalah gambar statis yang dimanipulasi sehingga menghasilkan efek pergerakan. Animasi dipakai untuk menyampaikan informasi yang dirasakan cukup rumit yang tidak dapat dijelaskan dengan teks maupun gambar secara tuntas. Misalnya penulisan karakter Mandarin yang berarti orang, cukup sulit untuk mengungkapkannya dengan teks dan gambar bahwa goresan pertama sebelah kiri harus ditulis dari arah kanan atas ke kiri bawah, dan goresan kedua sebelah kanan harus ditulis dari arah kiri atas ke kanan bawah. Tetapi dengan animasi kita dapat langsung memberikan contoh penulisan sesungguhnya seperti di atas kertas.
5. Video
Video merupakan animasi yang diambil melalui suatu kamera video dan disimpan dalam bentuk file.

2.2.3 Kegunaan Multimedia
Multimedia menyediakan banyak cara agar orang awam bisa mendapatkan informasi pemakaian komputer yang baik. Pemakaian multimedia bisa dilakukan dalam bisnis, pusat pendidikan, tempat umum, bahkan di rumah. Berikut penjelasan dari masing-masing tempat pemakaian multimedia :
1. Bisnis
Aplikasi multimedia dalam bisnis digunakan dalam presentasi, pelatihan, pemasaran, demonstrasi produk, katalog, maupun komunikasi jaringan. Dalam presentasi misalnya, multimedia bisa membuat pendengar menjadi lebih bersemangat. Banyak presentasi yang menggabungkan pemakaian suara dan video. Hal ini tentu lebih baik jika dibandingkan dengan presentasi yang hanya memakai slide dan overhead projector yang cukup membosankan.
2. Pusat pendidikan
Banyak sekolah dan universitas yang telah memanfaatkan teknologi multimedia di lingkungannya secara maksimal. Misalnya fasilitas internet untuk mencari bahan-bahan pendukung pelajaran, merekam suara dosen sewaktu mengajar sehingga bisa mengulang pelajaran di rumah, pengiriman hasil tugas melalui e-mail langsung ke mailbox guru yang bersangkutan.
3. Tempat umum
Pemakaian yang ditempatkan di hotel, stasiun, pusat perbelanjaan, museum, toko-toko, maupun di tempat umum lainnya biasanya berupa suatu terminal atau kios yang memberikan informasi atau bantuan. Pada kios informasi suatu hotel misalnya, tersedia informasi mengenai restoran yang ada pada hotel itu, peta kota tersebut, tempat-tempat rekreasi, jadwal penerbangan, dan berbagai informasi lainnya.
4. Rumah
Saat ini, pemakaian multimedia di rumah dengan komputer hanya sebatas untuk menyelesaikan tugas sekolah dan bermain, tetapi di masa mendatang, multimedia akan menjangkau rumah melalui televisi yang tergabung dengan peralatan input.
Read More

Niat


“sesungguhnya sah dan tidaknya suatu amal tergantung pada niat”



Niat sangatlah penting, karena inilah para ulama meletakkan niat sebagai rukun pertama dalam semua ibadah, bahkan untuk membedakan ibadah dengan yang lainnya itu hanya niat. Suatu perbutan biasa yang dilakukan dengan dibarengi dengan niat yang benar dapat bernilai ibadah dan mendapatkan pahala, atau suatu perbuatan baik yang tanpa dibarengi niat maka hal itu hanya merupakan kesia-siaan belaka.

Syarat sesuatu adalah segala hal yang menentukan keberadaan sesuatu itu, tetapi tidak termasuk daripadanya. Sedang rukun sesuatu adalah hal yang merupakan bagian terpenting dari sesuatu itu dan termasuk daripadanya. Misalnya pohon jambu, maka syarat ia hidup adalah adanya tanah dan air sedang rukunnya ia hidup adalah akar, batang dan daun.

Niat adalah menyengaja melakukan sesuatu berbarengan dengan dilakukannya bagian pertama dari sesuatu itu. Dengan perincian niat, pertama adalah bertempat di hati, jadi niat bukanlah ucapan, penglihatan, pendengaran tetapi aktifitas hati, kedua adalah waktu berniatnya bersamaan dengan permulaan (bagian pertama) dari suatu perbuatan, jadi bukanlah dikatakan niat apabila tergeraknya hati sebelum melakukan awal perbuatan tersebut tetapi hanya dinamakan keinginan (azam), ketiga adalah menyengaja melakukan, jadi tidaklah berpahala perbuatan yang dilakukan dengan keadaan tidak disengaja (lupa, mabuk, gila dll), keempat adalah mengetahui hukum dari perbuatan tersebut wajib atau sunnah, jadi tidak dapat dinamakan suatu ibadah kecuali telah mengetahui ilmunya, kelima adalah mengetahui apa yang dilakukannya, jadi ia harus mengetahui apa yang sedang dilakukannnya dan akan dilakukannya, tentu saja harus dengan tujuan yang baik. Misalkan niat sholat subuh, muslim harus berniat dalam hati ketika takbirotulikhrom yang terdiri atas “saya sengaja melakukan perbuatan wajib sholat subuh 2 roka’at karena Allah” dengan rincian perama adalah dilakukan didalam hati, kedua adalah dilakukan pada waktu takbirotulikhrom, ketiga adalah saya sengaja melakukan, keempat adalah melakukan perbuatan wajib, kelima adalah melakukan sholat subuh 2 roka’at dan tidak lupa karena Allah.

Hati terkadang mengalami kondisi sulit untuk berkonsentrasi (khusuk) dalam berniat, karena itu hati perlu dibimbing agar dapat berniat dengan benar dan baik. Salah satu cara adalah dengan bimbingan suara kita atau dengan mengucapkan (melafadhkan) apa yang akan diniatkan, seperti ketika kita ingin memahamil suatu ilmu kita membacanya atau mendengarkan dari orang lain atau ketika kita ingin bangun malam kita menghidupkan jam berdering. Lafadh niat yang kita ucapkan hanyalah suatu alat untuk mengkondisikan hati kita agar siap berniat dan lafadh tersebut bukanlah niat karena tidak memenuhi perincian yang telah disebutkan diatas, seperti membaca/mendengarkan ilmu bukan berarti kita faham atau berderingnya jam kita bukan berarti telah bangun, tetapi dengannya kita dapat terbantu dalam memahami suatu ilmu atau bangun di malam hari. Misalkan kita hendak sholat maka kita dapat mengucapkan lafadh niat tersebut dan hal ini tidaklah membatalkan sholat kita karena pengucapan lafadh tersebut dilakukan diluar dari sholat, sholat merupakan suatu perbuatan yang dibuka dengan takbir (AllahuAkbar) dan diakhiri dengan salam dengan syarat dan rukun tertentu, jadi pelafadhan niat dilakukan sebelum takbirotulikhrom sedang niat dihati dilakukan ketika mgucapkan AllahuAkbar (awal perbuatan) dengan perincian seprti contoh diatas dan tidaklah sah apabila niatnya kurang lengkap atau dilakukan berselisih dengan bacaan takbir kita.

Karena pengucapan lafadh niat bertujuan untuk membantu hati, maka menggunakan bahasa asing yang tidak kita mengerti akan kurang bermanfaat, seperti ingin faham dari ucapan orang bisu atau ingin bangun dengan jam dering tak aktif. Pelafadhan niat dengan bahasa yang kita mengerti lebih membantu hati, dan hal ini tidak membahayakan ibadah kita karena bukan termasuk rukun ibadah.

Allah telah memerintahkan untuk membantu dalam hal kebaikan dan menjauh dari hal kejelekan serta akan diberikan pahala karenanya, maka bagaimanakah pengucapan lafadh niat kita untuk membantu hati agar dapat niat dengan benar dan baik serta menjauhkan kita dari ketidaksahannya ibadah yang dilakukan?
Read More

Porter’s

Porter’s Five Forces
Menurut Porter (1988), struktur suatu industri menentukan tingkat profitabilitas yang
dapat diperoleh perusahaan. Struktur industri dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:
a. Kekuatan pemasok
Hal-hal yang dapat mempengaruhi kekuatan pemasok adalah konsentrasi pemasok,
signifikansi volume bagi pemasok, switching cost, subsitusi pasokan, ancaman forward
integration, dan diferensiasi pasokan.
b. Barriers to entry
Hal-hal yang dapat mempengaruhi barriers to entry adalah akses terhadap pasokan,
regulasi pemerintah, skala ekonomi, kebutuhan modal, switching cost, identitas merek,
dan akses distribusi.
c. Kompetisi
Hal-hal yang dapat mempengaruhi kompetisi adalah exit barriers, konsentrasi industri,
pertumbuhan industri, diferensiasi produk, identitas merek, biaya tetap, dan switching
cost.
d. Kekuatan pembeli
Hal-hal yang dapat mempengaruhi kekuatan pembeli adalah informasi pembeli,
identitas merek, sensitivitas harga, diferensiasi produk, insentif pembeli, ancaman
backward integration, konsentrasi pembeli, switching cost, dan ketersediaan produk
substitusi.
e. Produk subtitusi
Hal-hal yang dapat mempengaruhi produk substitusi adalah switching cost dan price-
performance trade off dari produk subtitusi.
f. Regulasi
Regulasi akan menentukan struktur dan tingkat profitabilitas industri, misalnya regulasi
mengenai harga terendah untuk tarif penerbangan akan mempengaruhi pola persaingan
antara maskapai dan tingkat profitabilitas.



Porter’s Competitive Strategy
Menurut Porter (1988), perusahaan dapat memiliki keunggulan dibandingkan
pesaingnya dengan melakukan pilihan dari dua hal berikut :
1. Keunggulan biaya: produk suatu perusahaan memiliki keunggulan dari segi biaya
yang lebih rendah dibandingkan pesaingnya. Prinsip perusahaan adalah menjual
pada volume banyak.
2. Keunggulan diferensiasi: produk suatu perusahaan memiliki keunggulan dari segi
keunikan atau performansi yang lebih tinggi dibandingkan pesaingnya. Prinsip
perusahaan adalah menjual pada profit tinggi.


model Porter’s Value Chain adalah :
1. Inbound Logistics: penerimaan, penyimpanan, sistem inventori, dan penjadwalan
transportasi.
2. Operations: transformasi input menjadi produk jadi.
3. Outbound Logistics: penyimpanan, manajemen distribusi, transportasi, dan order
fulfillment.
4. Marketing and Sales: pemilihan saluran distribusi, iklan, promosi, pernjualan,
penetapan harga, manajemen ritel, dll.
5. Service: jasa perbaikan, customer support, pelatihan, instalasi, upgrading, dll.
6. Procurement: pengadaan bahan baku, mesin, komponen, bangunan, dll.
7. Technology Development: R&D, proses otomasi, dan desain.
8. Human Resource Management: rekrutmen, pelatihan, dan kompensasi
9. Firm Infrastructure: manajemen umum, manajemen perencanaan, keuangan,
akunting, manajemen kualitas, dll.
Read More