rabu wekasan

Safar adalah nama bulan kedua dari dua belas bulan dalam kalender Islam atau tahun Hijriyah. Menurut bahasa Safar berarti kosong, ada pula yang mengartikannya kuning dari asal kata Shofaro. Sebab dinamakan Safar, karena kebiasaan orang-orang Arab zaman dulu meninggalkan tempat kediaman atau rumah mereka (sehingga kosong) untuk berperang ataupun bepergian jauh. Ada pula yang menyatakan bahwa nama Safar diambil dari nama suatu jenis penyakit dan ada juga yang mengatakan sejenis angin berhawa panas yang menyerang bagian perut dan mengakibatkan orang yang terkena menjadi sakit.

Imam Fariduddin Syakar Kan dalam kitab Awrad al-Khawajah Mughniddin, seperti yang disebutkan pula dalam kitab Al-Jawahir al-Khams, mengatakan Asy-Syaikh Al-Buni di dalam kitab Al-Firdaus menyebutkan bahwa Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan bala pada hari Rabu terakhir bulan Shafar antara langit dan bumi.

Dalam Kanzun Najah Was-Suraar Fi Fadhail Al-Azmina Wash-Shuhaar oleh Al-Imam`Abdul Hamid Quds (Mufti dan Imam Masjidil Haram) disebutkan bahwa banyak "Awliya Allah yang mempunyai pengetahuan spiritual yang tinggi mengatakan bahwa pada setiap tahun, Allah menurunkan 320.000 macam bala bencana ke bumi dan semua itu pertama kali terjadi pada hari Rabu terakhir di bulan Shafar, yang dikenal dengan istilah "Arba Musta'mir" atau orang jawa menyebutnya dengan "Rabu Wekasan" adajuga yang menyebut "rabu pungkasan"

disebut wekasan karena makna dari wekasan adalah Pesanan, Berangkat dari sini berarti hari Rebo yang spesial tidak seperti hari-hari Rabo yang lain. Seperti barang pesanan yang dibikin secara husus dan tidak dijual kepada semua orang. Kesimpulan ini bisa dipahami oleh karena Rebo wekasan memang hanya terjadi sekali dalam setahun dimana para sesepuh berpesan (wanti-wanti/ wekas- wekas) agar hati-hati pada hari itu.

disebut pungkasan karena makna dari pungkasan itu terakhir atau yang terhebat bahkan ada yang menyebutkan yang dapat menyebabkan kematian, analog adalah senjata pamungkas, senjata yang terhebat yang biasanya dikeluarkan di akhir pertarungan yang karenah keampuhannya biasanya sangat mematikan. mungkin karena alasan letaknya terakhir di bulan safar dan banyak bala' yang diturunkan

Bahkan ada juga yang menyingkatnya sebagai rabu kasan.


karena inilah, maka perbanyaklah beramal kebaikan seperti sholat, membaca al qur'an, bershodaqoh karena amal kebaikan dapat menjadi sebab ditolaknya bahaya di dunia maupun akhirat,
dan bila ingin mendapat lebih lagi maka istiqomalah karena istiqomah lebih baik dari seribu karomah. dengan istiqomah maka barokah (kebaikan yang terus meningkat) di turunkan dari langit dan bumi oleh Allah
Allahu a'lam